Diduga Selewengkan DD/ADD, Kades Gajahrejo Dilaporkan Warganya

0
148
Musrenbang Desa Gajahrejo, Kabupaten Malang.

Nusantara.news, Kabupaten Malang –  Kawasan pedesaan memang kerap menjadi daerah sasaran yang empuk para oknum pemerintahan yang akan melakukan penyelewengan anggaran dana pembangunan desa. Seperti yang terjadi di di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Kepala Desanya diduga menyelewengkan Alokasi Dana Desa (ADD) dan  Dana Desa (DD)  tahun 2016 lalu. Akibatnya warga desa berduyun-duyun datang ke Gedung DPRD Kabupaten Malang untuk melaporkan.

Beberapa perwakilan  warga desa mengadukan dugaan penyelewengan ke Komisi A. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan pelaporan itu bermula dari kecurigaan warga terhadap tidak terlaksanya program yang sudah disusun, namun ada laporan tertulis mengenai pengeluaran anggaran DD/ADD tersebut.

“Indikasi tersebut terlihat pada penggunaan pembangunan jalan, laporan anggarannya tidak sesuai dengan realisasinya. Jalan cuma dibangun asal-asalan, masa baru dibangun tidak lama kemudian rusak,” ujar salah satu warga tersebut saat ditemui di Gedung DPRD,

Ditambahkannya, selain alokasi dana untuk infrastruktur jalan yang tidak sesuai dengan kenyataanya, ada  beberapa temuan terkait alokasi pembelian karpet dan Al-Quran untuk mushalla. Dari anggaran sebesar Rp 7,8 juta,  berdasarkan perhitungan warga ternyata pencairannya tidak sampai sebesar yang dianggarkan.

“Untuk pembangunan jalan makam juga begitu. Laporannya Rp5 juta tapi diterima warga tidak sampai segitu. Semua pengeluaran itu dari Kades langsung, tidak melalui bendahara maupun PPTKD atau bidang bidang yang harusnya membawahi kerja-kerja pembangunan tersebut. Sehingga semua pengelolaan ADD/DD dilakukan Kades sendiri,” imbuhnya.

ADD/DD 2016 sendiri Desa Gajahrejo mendapatkan Rp1,2 milyar. Dari anggaran ADD/DD tersebut masih ada beberapa alokasi lagi yang diduga digelapkan Kades,  yakni diantaranya pembangunan cagar budaya sekitar Rp 15,6 juta yang sampai saat ini baru tahap pondasi saja, penteluaran dan insentif RT/RW Rp33,8 juta, alat kesenian Rp5 juta, seragam anggota Linmas Rp6,2 juta dan masih banyak lagi.

Semua laporan pengeluaran itu tidak sesuai dengan penerapannya, dan  ada pula yang tidak disampaikan ke tangan warga. [][

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here