Diduga Terlibat Kasus Bakamla, KPK akan Panggil Paksa Politisi PDIP

0
129
Ali Fahmi Habsyi

Nusantara.news, Jakarta – Jaksa KPK akan memanggil paksa politikus PDI-Perjuangan Ali Fahmi yang menjadi saksi kunci kasus dugaan suap proyek pengadaan satelit laut Badan Keamanan Laut (Bakamla) Tahun Anggaran 2016.

“Tadi dalam persidangan kasus Bakamla, penuntut umum meminta kepada hakim untuk melakukan pemanggilan paksa terhadap salah seorang saksi yaitu Ali Fahmi atau Fahmi Habsyi . Karena, sudah dua kali dipanggil tak juga datang,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/4/2017).

Saksi kunci itu yang ternyata Staf Khusus Kepala Bakamla akan panggil lagi di persidangan pada 19 April. “Jika tidak hadir direncanakan panggil paksa,” tegasnya.

Febri menjelaskan, berdasarkan Pasal 159 ayat 2 KUHAP, hakim ketua dapat memerintahkan supaya saksi tersebut dihadapkan ke persidangan dan kami harap saksi datang dan kooperatif.

Dalam sidang kasus Bakamla pada Jumat (7/4/2017) lalu, terungkap uang Rp24 miliar dari Direktur PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah diserahkan kepada Ali Fahmi dengan tujuan melancarkan proyek tersebut.

Masih dalam sidang tersebut juga terungkap peruntukan uang sebesar enam persen dari nilai proyek atau sebesar Rp400 miliar mengalir melalui Balitbang PDI Perjuangan Eva Sundari, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB Bertus Merlas, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Fayakun Andriadi.

Sementara dalam dakwaan disebutkan Adami dan Hardy memberikan enam persen dari anggaran awal proyek yaitu Rp400 miliar sebesar Rp24 miliar ke Ali Fahmi pada 1 Juli 2016 di Hotel Ritz Carlton Kuningan.

Peran Ali Fahmi adalah sebagai makelar proyek. Syaratnya harus ikut arahan Ali Fahmi supaya dapat menang serta menyerahkan fee sebesar 15 persen dari nilai proyek. Fahmi sendiri sempat dua kali diperiksa penyidik KPK.

Untuk diketahui, Fahmi, Adami dan Hardy didakwa menyuap empat pejabat Bakamla, masing-masing, mantan Deputi Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla, Eko Susilo Hadi sebesar 100.000 Dolar Singapura, 88.500 Dolar Amerika Serikat, 10.000 Euro.

Direktur Data dan Informasi Bakamla merangkap Pejabat Pembuat Komitment, Bambang Udoyo, sebesar 105.000 Dolar Singapura.

Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla, Nofel Hasan, sebanyak 104.500 Dolar Singapura.  Dan, Kasubag TU Sestama Bakamla, Tri Nanda Wicaksono, Rp120 juta sehingga total suap mencapai 309.500 Dolar Singapura, 88.500 Dolar Amerika Serikat, 10.000 Euro dan Rp120 juta. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here