Dilarang Jual Minuman Beralkohol 7-Eleven Meradang

1
461
7-Eleven yang telah bertahan di Indonesia sejak 2008 harus mengalami seleksi alam karena dimanjakan minuman beralkohol

Nusantara.news, Jakarta – Lain Kita Mart, lain 7-Eleven. Kita Mart yang baru saja tumbuh berkembang,  bisnis 7-Eleven justru menyusut, bahkan akhir Juni 2017 bangkrut total, gara-gara menjual minuman beralkohol. Bagaimana ceritanya?

Ya, nasib toko modern—convenience store–atau semisal mini market, super market dan hiper market di Indonesia berbeda-beda. Takdirnya pun berbeda. Kita Mart (dan tentu 212 Mart) kini sedang tumbuh pesat, berkembang di mana-mana, antara lain karena tag line-nya menyebut tak menjual minuman beralkohol, rokok, alat kontrasepsi dan makanan serta minuman mengandung zat berbahaya.

7-Eleven yang menjual semua yang ada, termasuk minuman haram itu, akhirnya harus meradang.

Ya, awal kejatuhan 7-Eleven saat keluar Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 06/M-DAG/PER/1/2015 tanggal 16 April 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Sejak pelarangan itu, gerai-gerai 7-Eleven dan sejenisnya tak bisa lagi menjual bir. Bir dan minumal beralkohol lainnya hanya boleh dijual di supermarket. Aturan ini dibuat untuk menghindari konsumsi alkohol oleh anak-anak dan remaja.

Aturan ini pun dijadikan kambing hitam menurunnya penjualan 7-Eleven yang berakibat pada tidak dibagikannya dividen kepada pemegang saham induknya, PT Modern International Tbk.

“Sebelum ada aturan tersebut, minuman alkohol memberikan kontribusi antara 8% hingga 12% dari total pendapatan. Artinya cukup signifikan, karena ketika mereka beli minuman beralkohol kan otomatis beli yang lain seperti kacang dan makanan lainnya,” ujar Tina Novitam Sekretaris Perusahaan, PT Modern Internasional Tbk. beberapa waktu lalu.

Alasan ini pula yang menjelaskan mengapa Menteri Perdagangan saat itu, Rachmat Gobel, akhirnya dipecat Presiden Joko Widodo, karena konglomerat yang berbisnis mini market mengeluhkan hal yang sama, terjadinya penurunan omzet toko, terutama dari jenis minuman keras.

Pada saat yang sama, ummat Islam sedang gencar-gencarnya mendesak pemerintah untuk melarang minuman beralkohol dijajakan di mini-mini market yang dekat dengan rumah tinggal. Desakan ini didasarkan makin banyaknya anak-anak muda yang mabuk lantaran sering minum-minuman beralkohol. Desakan ini juga memiliki dasar, di negara-negara maju dan liberal sekali pun, penjualan minuman beralkohol diperketat seperti harus menunjukkan KTP, minimal berusia 17 tahun, dan tidak sedang dalam masa pendidikan.

Tentu saja fenomena jatuhnya 7-Eleven juga menjelaskan mengapa menjual barang haram, walaupun ada hasilnya tidak berkah. Karena itu pertumbuhan gerai 7-Eleven yang begitu pesat, serta merta mandeg, berkurang dan maaf akhir Juni 2017 harus gulung tikar.

Ketika Peraturan Menteri Perdagangan tersebut telah dicabut, dan Menteri Perdagangannya telah di-reshuffle, ternyata tak mengembalikan performa 7-Eleven. Artinya, selama 7 tahun lamanya 7-Eleven dimanjakan oleh produm minuman beralkohol. Selama itu pula ada tambahan omzet 12% dari minuman beralkohol tersebut, ketika kenikmatan itu dicabut, akhirnya berujung pada bangkrutnya 7-Eleven.

Penyebab lain bangkrutnya 7-Eleven adalah, makin ketatnya persaingan bisnis mini market di tanah air. Ketika pertama kali hadir, 7-Eleven praktis hanya bersaing dengan Circle K, yakni yang menjajakan konsep mini market plus coffee shop. Dimana pembeli bisa makan di tempat karena disediakan bangku, meja, dan jaringan internet. Sejak 2011 saingan 7-Eleven bertambah. Lawson, yang juga merupakan toko kelontong asal Jepang dengan konsep mirip 7-Eleven, masuk ke Indonesia pada 2011.

Ada juga Family Mart yang masuk Indonesia pada tahun 2013. Gerai-gerai milik Family Mart terhitung sedikit dari segi jumlah. Tetapi harga yang dibanderol lebih murah dari 7-Eleven dan pesaring itu punya gerai dengan ukuran yang jauh lebih besar. Maka jika ada gerai 7-Eleven dan Family Mart bersebelahan, 7-Eleven akan tampak sepi karena pelanggannya direbut orang.

Dengan persaingan yang ketat, gerak ekspansi 7-Eleven di Jakarta memang akan semakin sulit. Untuk itu, Grup Modern harus berpikir keras lagi untuk merombak bisnis 7-Eleven agar tetap bisa bersaing. Apalagi, pangsa pasar anak nongkrong di ibukota sedemikian besar.

Jadi, selain karena faktor larangan minuman beralkohol, faktor persaingan juga ikut memperberat bisnis 7-Eleven.

Konsep baru

Konsep 7-Eleven di Indonesia dan negara-negara lain tidaklah sama. Di sini, setiap 7-Eleven menyediakan tempat duduk dan meja dengan harga yang sedikit lebih mahal. Di Australia, 7-Eleven hanya sekadar minimarket pada umumnya, tetapi harganya sama saja, tidak lebih mahal. Di Malaysia, beberapa gerai 7-Eleven mulai menerapkan konsep yang sama dengan Indonesia, tetapi kursi dan meja yang disediakan tak sebanyak gerai-gerai di jakarta.

Setiap tahun, ada sekitar 30 sampai 60 gerai 7-Eleven baru dibuka di Jakarta. Ini membuat jumlah gerai 7-Eleven terus bertambah. Tahun 2011, hanya ada 50-an gerai 7-Eleven. Tahun 2012, jumlahnya bertambah hampir dua kali lipat.

Sampai tahun 2014, jumlah gerai 7-Eleven di Jakarta mencapai 190. Di tahun itu juga, sebanyak 40 gerai baru 7-Eleven dibuka. Penjualan bersih pun naik 24,5 persen menjadi Rp971,7 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp778,3 miliar. Tahun itu bisa disebut sebagai puncak kejayaan 7-Eleven.

Tahun berikutnya, terutama sejak adanya larangan menjual minuman beralkohol, penjualan 7-Eleven menurun, termasuk jumlah gerainya. Pada 2015 itu, total penjualan bersih 7-Eleven turun menjadi Rp886,84 miliar. Untuk pertama kalinya 7-Eleven melakukan penutupan gerai. Tahun itu, ada 20 gerai yang ditutup. Sementara gerai baru hanya dibuka 18, angka terkecil penambahan gerai sejak 2011.

Sebenarnya sebelum 7-Eleven bangkrut, ada upaya untuk menyelamatkan. Adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang berencana mengakuisisi bisnis convenience store 7-Eleven dari PT Modern International Tbk (MDRN). Namun rencana itu dinyatakan batal karena tidak tercapainya kesepakatan atas pihak-pihak berkepentingan.

Keputusan yang baru diumumkan ini membuat saham MDRN turun. Mengutip data Bursa Efek Indonesia, saham MDRN terjun bebas usai makan siang menyentuh level terendah, yaitu 51 per lembar saham. Pembukaan tadi pagi, saham MDRN masih dibuka di level 58 per lembar saham.

Berbeda dengan MDRD, saham PT Charoen Pokphand tidak bergejolak. Saham perusahaan tadi pagi dibuka 3.120 per lembar saham dan saat ini berada di 3.130 per lembar saham.

Rencana PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk mengakuisisi bisnis convenience store 7-Eleven dari PT Modern International Tbk (MDRN) dinyatakan batal.

7-Eleven masuk ke Indonesia pada tahun 2008. Ia dikelola oleh PT Modern Sevel Indonesia, anak dari PT Modern International Tbk. 7-Eleven merupakan hasil transformasi bisnis dari Modern Grup, setelah bisnis fotonya mengalami kelesuan. Di tengah kelesuan bisnis, Grup Modern akhirnya memutuskan untuk membeli lisensi waralaba 7-Eleven. Langkah itu terbukti sukses menyelamatkan bisnis Grup Modern.

Sejak awal masuk sampai sekarang, 7-Eleven hanya ada di Jakarta. Kota-kota besar lain seperti Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, Balikpapan, dan Palembang sejauh ini masih dijadikan rencana ekpansi, tetapi belum terealisasi.

Di seluruh dunia, 7-Eleven tersebar di 17 negara dengan jumlah gerai menapai 58.300. Dua pasar terbesarnya adalah Amerika Serikat dan Jepang. Toko kelontong ini memang berdiri di Texas sejak 1927 dengan nama awal Tote’m Stores. Nama 7-Eleven baru digunakan pada 1946, saat toko itu hanya buka sejak pukul 7 pagi sampai 11 malam.

Tahun 1991, Southland Corporation—pemilik 7-Eleven—menjual sebagian besar sahamnya ke perusahaan jaringan supermarket Jepang bernama Ito Yokado. Seluruh saham 7-Eleven diambil alih oleh pihak Jepang pada 2005. [[

 

 

1 KOMENTAR

  1. Kita mart … akan maju bila jamaah aksi 212 komitmen belanja di kita mart
    Kita mart … akan maju dan sukses bila pelayanan dan harga tdk melebihi indomaret dan alfamaret
    Kita mart …. akan berkembang bila banyak cabang nya untuk mempermudah jemaah belanja
    Selamat dan sukses …

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here