Dinamika Internal Partai Nasdem dalam Pilkada Kota Malang 2018

0
88
Jambore pertemuan Partai Nasdem (Foto: Partai Nasdem)

Nusantara.news, Kota Malang – Dinamika politik menyongsong diselenggarakanya Pilkada Kota Malang 2018 mendatang terus berkembang. Ketua dan Komisioner KPU Kota Malang memutuskan jika Partai NasDem tidak dapat diikutsertakan sebagai partai pengusung pasangan MENAWAN (Nanda-Wanedi).

Pasalnya, Ketua DPD Partai NasDem Kota Malang, M. Fadli tidak hadir pada saat Nanda dan Wanedi mendaftar ke KPU Kota Malang. Ketidakhadiran M Fadli kemudian tidak menandatangi dokumen surat koalisi yang harusnya ditandangaani oleh Ketua DPD Partai NasDem dan Wakil Sekertaris.

Hal tersebut yang kemudian KPU menganggap Partai Nasdem tidak memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam partai koalisi poros MENAWAN tersebut. Padahal sebelumnya beredar kabar Ketua DPW Parta Nasdem Jawa Timur mendukung langkah Nanda-Wanedi untuk maju dalam kancah pesta demokrasi Kota Malang tersebut.

Hal tersebut, mengesankan ada permasalahan dalam internal Partai Nasdem baik antara DPW Jawa Timur dan DPD Kota Malang. Sebelumnya M Fadli mengikuti pada saat deklarasi di hari yang sama, ia hadir. Disaksikan oleh Penasehat DPW Partai NasDem Jawa Timur, Geng Wahyudi dan Anggota DPR RI Dapil Malang Raya dari Partai NasDem, Kresna Dewanata Phrosakh,

Fadli sendiri yang membacakan surat rekomendasi partai dan ikut membaca deklarasi pencalonan Nanda-Wanedi ketika rapat bersama DPW Partai Nasdem Jatim. Seolah menghilang Fadli justru tidak hadir dalam momen penting, yakni pada saat pendaftaran calon.

Sementara itu, Fadli pun mengklarifikasi, bahwa pada saat itu pihaknya sudah berada di bandara untuk terbang ke Jakarta karena ada tugas dari DPRD Kota Malang, oleh karenannya pihaknya tidak dapat menghadiri penyerahan berkas pendaftaran ke KPU.

Mendapat kabar jika partainya tidak masuk dalam daftar pengusung, Fadli langsung bergegas kembali ke Kota Malang. Ia pun membawa surat mandat dari DPP Partai Nasdem meminta KPU untuk dapat dimasukkan dan diproses partainya sebagai pengusung.

Namun, keputusan KPU tidak dapat diganggu gugat, Partai Nasdem kini hanya berstatus sebagai partai pendukung Nanda-Wanedi di Pilkada.

Kondisi tersebut membuat raut wajah kekecewaan nampak dari perwakilan empat partai yang mengsung pasangan Dr. Ya’qud Ananda Gudban – H. Achmad Wanedi, yakni dari PDI-Perjuangan, PAN, PPP dan Partai Hanura.

Langkah Politik Nasdem Kota di Pilkada Kota Malang

Sebelumnya partai besutan Surya Paloh tersebut memberikan rekomendasi kepada pasangan petahana yakni M Anton-Syamsul Mahmud, hal tersebut sudah tertera pada surat dari DPP Partai Nasdem yang bernomor 230/SI/DPP Nasdem/XII/2017 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Bappilu Nasdem Efendie Choirie.

Namun, di tengah perjalanan pihaknya mengubah haluan mendukung pasangan Yaqud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi. Kemudian Partai Nasdem pada saat pendaftaran calon justru tak masuk dalam partai pengusung dari pasangan Nanda-Wanedi, sesuai dengan keputusan dan keterangan dari KPU.

Kondisi tersebut yang kemudian menjadikan Partai Nasdem berstatus sebagai partai pendukung. Kondisi ini dapat juga membuka potensi permainan bebas para kader dalam helatan Pilkada Kota Malang tersebut.

Melihat kondisi tersebut, langkah politik selanjutnya, Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur, Rendra Kresna menghimbau kepada kader-kadernya untuk tetap memberikan dukungan kepada pasangan Nanda-Wanedi di Pilkada Kota Malang.  []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here