Dinkes Malang Sidak Produk Kadaluarsa yang Marak Beredar Jelang Lebaran

0
64
Tim Pengawasan Obat, Makanan, Kosmetik dan Alat Kesehatan (OMKA) Kabupaten Malang yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Abdurachman melakukan turba ke lapangan guna mengecek masa kadaluarsa makanan dan obat-obatan yang beredar di toko-toko menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Momentum Hari Raya Idul Fitri atau hari raya lainnya, seringkali dimanfaatkan oleh pengusaha parcel untuk menyelipkan produk-produk makanan yang telah kadaluarsa. Produk  kadaluarsa yang dikemas sedemikian menariknya itu, kerap beredar di toko-toko di berbagai wilayah kota.

Konsumen atau pembeli pun jarang yang meneliti produk-produk tersebut. Bahkan, jika ingin meneliti pun pasti mengalami kesulitan karena barang-barang tersebut sudah dikemas dan tak mungkin ketika hendak membeli mereka membongkar lagi untuk meneliti masa kadaluarsanya.

Karena bingkisan parcel biasanya dibeli untuk dikirim kepada kerabat, kolega, atau klien, para pengusaha parcel ‘nakal’  ini pun tahu, tidak mungkin konsumen mau membuka kemasan dan meneliti kembali satu per satu masa kadaluarsa produk tersebut. Untungnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan  (BPOM) selalu sigap, turun ke lapangan memeriksa kemasan parcel siap edar tersebut.

Peristiwa yang selalu berulang kejadiannya setiap tahun ini tentu saja bukan hanya menjadi permasalahan  bagi BPOM, melainkan juga bagi konsumen dan si penerima bingkisan parcel tersebut. Konsumen maupun si penerima bingkisan parcel sudah jelas dirugikan oleh para pengusaha bingkisan parcel.

Memang, konsumen/pembeli tidak memakan produk kadaluarsa tersebut, tetapi, nama si pengirim (pembeli)  akan jatuh di mata si penerima bingkisan parcel jika ia meneliti. Jika si penerima tidak teliti dan memakan produk tersebut tentu sangat berbahaya bagi kesehatannya.

Untuk mengatasi kejadian yang selalu berulang setiap tahunnya ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, membentuk Tim Pengawasan Obat, Makanan, Kosmetik dan Alat Kesehatan (OMKA). Kemarin, tim ini melakukan operasi Giant di Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Abdurrachman mengatakan, ada 10 tim yang disebar di 10 kecamatan di Kabupaten Malang. Tim tersebut yang kemudian akan menyisir toko modern dan pasar tradisional. “Memang musim lebaran kerap kami temukan makanan dalam parcel yang sudah kadaluarsa. Bingkisan parcel yang dikemas cantik dan murah itu dijual tanpa kita ketahui dalamnya ada produk makanan yang tidak layak jual,” ungkapnya.

Diakui Abdurachman, bentuk bingkisan parcel yang dikemas sedemikian rapih dan menariknya, memang menyulitkan petugas untuk memeriksanya. Oleh karena itu, terpaksa petugas membongkar kembali kemasan tersebut untuk mengetahui tanggal kadaluarsanya.

Bukan hanya produk kemasan bingkisan parcel yang menjadi sasaran tim bentukannya ini. Petugas juga, kata Abdulrachman, memeriksa berbagai produk makanan di toko modern. Sedangkan di pasar, petugas menyasar daging. “Dinas Kesehatan yang menangani produk makanan. Sedangkan produk kecantikan dan obat ditangani BPOM,” kata Abdurrachman.

Dalam operasi yang digelar Tim OMKA sebelumnya, petugas menemukan produk kecantikan tanpa nomor izin registrasi BPOM berinisial V.B. Produk itu merupakan varian baru yang diedarkan tanpa didaftarkan dahulu ke BPOM Surabaya. “Izinnya dikeluarkan BPOM. Tetapi produsen wajib mendaftarkan,” ujar Kompol Decky Hermansyah, Wakapolres Malang kepada wartawan pada, Rabu (14/6/2017) lalu.

Petugas juga menemukan produk G.B dan T.B sebuah produk anak-anak dan bayi yang kemasannya rusak. Sebenarnya sasaran razia ini adalah barang kadaluwarsa. Namun, petugas tetap menindak jika menemukan barang di luar ketentuan, seperti kemasan rusak.

Menurutnya, ada sanksi pidana bagi produsen yang sengaja mengedarkan atau menjual barang kadaluwarsa. Produsen akan dijerat sesuai UU Perlindungan Konsumen. “Oleh karenannya, hal ini yang akan kita tegakkan,” tandas Decky.

Menanggapi beredarnya barang-barang produk kadaluarsa, salah seorang konsumen bernama Dewi sri, yang ditemui Nusantara.news di pusat perbelanjaan di Kabupaten Malang mengatakan, hal itu sangat merugikan sekali.

“Bahkan, kami seakan-akan membeli barang yang sudah tak layak pakai, dan tidak bisa dimakan. Namanya makanan kadaluarsa, pastinya kalau dimakan pasti tidak sehat untuk tubuh kita. Membeli barang kadaluarsa sama saja kita ditipu oleh pengusaha,” ujarnya kepada Nusantara.news, Kamis (15/6/2017).

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here