Dipastikan Maju, Nasdem Beri Sinyal Dukung Khofifah

0
67
Drs. H.Hasan Aminuddin, M.Si, Ketua Bidang Agama & Masyarakat Adat DPP Partai NasDem. (Foto: Tudji Martudji)

Nusantara.news, Surabaya – Seiring dengan terus mengalirnya dukungan yang datang dari berbagai elemen. Nama Khofifah Indar Parawansa dipastikan akan maju sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur di Pilkada Serentak 2018. Kepastian itu dilontarkan oleh politisi Partai senior Nasional Demokrat (NasDem) Hasan Aminuddin, saat berbicara di depan puluhan wartawan di Surabaya, Senin (14/8/2017).

Ketua DPP Partai NasDem yang juga anggota DPR RI asal Probolinggo itu bahkan menggaransi dengan kadar 99 persen, langkah Khofifah tidak bisa dibendung, untuk maju di pemilihan Gubernur Jawa Timur. Hasan juga menegaskan kalau sejumlah kiai sepuh di Jawa Timur terus bertanya-tanya kepada dirinya dan ingin mendapat kepastian dan untuk memberikan dukungan kepada Khofifah.

“Saya sempat ditanya sejumlah kiai, dan saya katakan kalau 99 persen Ibu Khofifah maju di Pilgub Jawa Timur. Itu untuk menjawab keraguan sejumlah orang, dan Ibu Khofifah pasti akan maju di Pilgub Jawa Timur,” ujar Hasan Aminuddin kepada wartawan di sela konferensi press akan digelarnya Turnamen Tenis Beregu Veteran ‘Hasan Aminuddin Cup 2017’ yang akan berlangsung di Lapangan Tenis Makodam V/Brawijaya di Surabaya 25-27 Agustus 2017.

Ditambahkan, Partai NasDem juga sepakat mengusung dan mengantarkan Menteri Sosial RI di Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla tersebut untuk sampai di kursi Gubernur Jawa Timur. Lanjut Hasan, fungsionaris Partai NasDem, meski belum diputuskan oleh DPP, tersirat sejumlah tokohnya mengarahkan pembicaraan untuk mendukung Khofifah.

Hasan juga meyakinkan, kalau dirinya juga tokoh-tokoh agama lainnya sepakat mengatakan diizinkan atau tidak, Khofifah akan tetap maju sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur.

“Saya ingin meyakinkan, termasuk tokoh agama lainnya, diizinkan apa tidak ya tetap maju. Karena ini menyangkut hak politik warga negara, dan saya yakin Presiden Joko Widodo akan bijak. Soal kapan akan dideklarasikan maksimal November nanti. Perlu saya sampaikan juga, bahwa sejumlah relawan sudah banyak yang akan deklarasi mendirikan Posko Kemenangan untuk Khofifah, mereka siap mendukung Khofifah. Ada lima parpol yang telah berkomunikasi dengan Khofifah, di antaranya NasDem, PPP, Hanura, Golkar dan Gerindra,” urai Hasan.

Dan, dirinya sebagai anggota partai siap menjalankan perintah partainya untuk mendukung dan mengantar Khofifah menuju kemenangan sebagai Gubernur Jawa Timur, terpilih.

“Sebagai fungsionaris saya siap, itu sebuah amanah, siap mendukung siapa pun yang diusulkan oleh partai,” tegasnya.

Mantan Bupati Probolinggo dua periode ini juga mengaku siap jika mendapat perintah dari partainya untuk mendampingi Khofifah sebagai wakilnya.

“Saya kalau ditunjuk partai untuk mendampingi Bu Khofifah sebagai wakilnya, saya siap menerima amanah itu. Tapi kalaupun tidak, saya akan dukung penuh siapa pun bacagub yang didukung Partai NasDem,” tegasnya.

Puji Kecerdasan Khofifah

Secara pribadi, aktivis partai politik dan sosok yang kenyang dengan jabatan sebagai wakil rakyat, Hasan mengakui dan memuji kehebatan dan kepintaran Khofifah. Menurutnya, di dalam diri Khofifah telah melekat berbagai persyaratan untuk tampil sebagai pimpinan.

Dalam jabatannya sebagai menteri, Khofifah terbiasa dengan berbagai persoalan yang diselesaikan dengan tangan dinginnya dengan mengedepankan perikemanusiaan. Saat ini kehebatannya itu tengah dibutuhkan untuk memajukan Jawa Timur, menjadi lebih baik. Dan, sebagai prasyarat dukungan masih menurut Hasan sudah cukup dengan minimal ada lima partai politik.

“Syarat partai, menurut saya juga sudah cukup minimal lima partai sudah ada. Dan sebuah kekuatan kultur, nasionalis, agamis juga telah ada,” tambahnya.

Dia menambahkan, Nahdliyin masyarakatnya sangat cair, jadi tidak bisa salah satu bacagub mengklaim bahwa NU mendukung satu cagub saja. Menurutnya, sebuah fakta bahwa masyarakat NU tidak bisa diarahkan begitu saja kepada seseorang calon.

Dirinya juga tidak menampik, banyak partai berlomba untuk ikut mendukung Khofifah menuju jabatan Gubernur Jawa Timur, dan itu lumrah karena Khofifah memang punya nilai tawar yang sangat tinggi dibandingkan dengan calon yang lain.

“Intinya, kita siap memberikan dukungan ke Khofifah lahir batin,” tegasnya.

Dukungan ke Khofifah Terus Menguat

Tidak dipungkiri, dukungan kepada mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Abdurrahman Wahid itu terus mengalir, dari berbagai lapisan dan elemen masyarakat di pelosok Jawa Timur.

Mereka merindukan hadirnya sosok pemimpin yang mengerti kultur dan persoalan serta berbagai cara penanganan persoalan. Dan, Khofifah menjadi satu-satunya nama yang banyak didambakan oleh masyarakat.

Terbaru, dukungan agar Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu dengan terang-terangan dilontarkan Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, KH Syihabul Irfan Arief.

Kiai sepuh itu, tak hanya mengajak umat untuk memberikan dukungan agar Khofifah bisa memimpin Jawa Timur. Tetapi ajakan itu juga dilontarkan agar kaum Nahdliyin di Mojokerto dan Jawa Timur untuk menyokong dan mendukung Khofifah hingga terpilih dan dilantik menjadi Gubernur Jawa Timur.

“Ibu kita (Khofifah) itu luar biasa cerdasnya. Pinter banget dan tahu betul bagaimana cara membangun Jawa Timur, kita tidak perlu ragu lagi,” kata Kiai Irfan saat memberikan sambutan di acara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 yang digelar oleh MWCNU Dawarblandong, Mojokerto, Minggu (13/8/2017).

Kiai sepuh itu menambahkan, warga Mojokerto kalau masih diberikan umur panjang oleh Allah SWT, sepakat untuk menyokong dan mengantar Khofifah menjadi Gubernur Jawa Timur pasca kepemimpinan Soekarwo.

“Kita Insyaallah seluruh warga NU, jika diperkenankan oleh Allah SWT dan masih diberi umur panjang, kita sokong beliau (Khofifah) sampai menjadi gubernur,” tegasnya.

Kiai Irfan menilai kehadiran Khofifah di acara yang dihadiri ribuan Nahdliyin tersebut sangat penting, karena para kiai di Jawa Timur dan Madura dalam beberapa bulan terakhir ini gencar memintanya mencalonkan diri untuk maju sebagai Gubernur Jawa Timur, di Pilkada Jawa Timur 2018 mendatang.

“Para ulama Jatim dan Madura juga sudah meminta agar Presiden Joko Widodo mengizinkan Bu Khofifah maju mengikuti Pilgub Jatim, karena itu kehadiran Bu Khofifah malam ini sangat penting sekali buat masyarakat Mojokerto,” paparnya.

Dukungan yang terus mengalir kepada tokoh perempuan asal Surabaya itu merupakan bukti bahwa ijtihad politik pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur tak linier dengan satu pilihan bakal calon gubernur saja, untuk Pilgub Jawa Timur 2018, mendatang.

Jika ada “kelompok 21 kiai” di PWNU Jawa Timur mendukung Saifullah Yusuf, kondisi di pimpinan cabang (PC) ke bawah justru banyak yang menghendaki Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa untuk menjadi Gubernur Jawa Timur, pasca kepemimpinan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Alasan Kiai di Jatim Dukung Khofifah

Dukungan banyak kiai kepada Khofifah bukan tanpa alasan. Itu lantaran perempuan yang sejak muda gemar berorganisasi tersebut dinilai lebih amanah, tak suka mengobral janji untuk mendapat jabatan, tegas berwibawa dan bukan sosok yang suka bersenda gurau berlebihan. Banyak pihak yang mengakui Khofifah memiliki kemampuan komplet untuk memimpin masyarakat Jawa Timur menjadi lebih baik.

Sebelumnya, dukungan agar Khofifah maju di Pilgub Jawa Timur lebih dulu dilontarkan KH Salahuddin Wahid pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang, KH Muhammad Nashiruddin Qodir pengasuh Ponpes Daruttauhid Al Hasaniyyah, Senori, Tuban. Kemudian juga datang dari KH Muzakki Syah pengasuh Ponpes Al Qodiri, Jember. Dari KH Hisyam Syafaat pengasuh Ponpes Darussalam, Blokagung, Banyuwangi dan KH Mukhlis Muksin pengasuh Ponpes Al Anwar, dukungan serupa juga disampaikan oleh KH Asep Saifuddin Chalim pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.

“Mengapa harus Khofifah? Karena seorang pemimpin itu harus mempunyai sifat yang sebagaimana kita ketahui bersama, empat sifat kepemimpinan yang ada pada diri Rasulullah Saw, yaitu Shiddiq, amanah, fathonah dan tabligh,” ucap Kiai Asep saat itu.

Khofifah, lanjut Kiai Asep, memenuhi sifat shiddiq karena selalu benar dalam bicara dan berkelanjutan dengan realisasi dari yang dibicarakannya.

“Khofifah bukan seorang yang mudah janji dan janjinya kemudian pasti bohong,” tambahnya.

Jika seseorang memiliki sifat shiddiq, sudah pasti amanah. “Itu korelasinya kuat sekali, pasti amanah karena sudah bicara shiddiq,” tegas Mustasyar PCNU Kota Surabaya itu.

Kemudian tabliqh. Khofifah mampu menyampaikan ide-idenya dengan kalimat yang lugas, jelas dan setiap orang yang mendengar dapat memahami serta merasa dalam dirinya mendapatkan sebuah masukan yang bermanfaat.

“Bukan yang isinya hanya guyonan yang tak ada isi di dalam guyonannya itu,” tegasnya.

Ke empat, memiliki sifat fathonah. “Tentu kalau bisa tabligh maka dia menunjukkan pribadi yang fathonah. Ini mesti menjadi objek berpikir kita bersama-sama,” tegas putra KH Abdul Chalim Leuwimunding tersebut.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here