Dipecat dari PPP, Lulung: Saya Tetap Dukung Anies

0
108

Nusantara.news, Jakarta – Abraham Lunggana (Lulung) akhirnya resmi dipecat sebagai kader PPP pimpinan Djan Faridz karena dianggap melawan keputusan partai. Pemecatan tersebut terkait langkah politik Lulung yang mendukung Anies-Sandi. Padahal, PPP kubu Djan Faridz telah mendukung Ahok-Djarot. Pemecatan Lulung ini juga dibarengi dengan pemecatan sembilan kader PPP lainnya.

“Mulai hari ini DPP secara resmi memecat Lulung berserta rombongannya di DPRD DKI,” kata Djan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (13/3).

Seperti diketahui sebelumnya, Minggu (12/3) di Duren Sawit, Jakarta Timur, Lulung bersama DPW PPP DKI Jakarta, mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Anies-Sandi. Ketua DPW PPP Jakarta tersebut menilai program yang diusung Anies-Sandi cukup prorakyat, karena itu, dia memastikan kader PPP di seluruh wilayah ibukota akan memenangkan Anies-Sandi, 19 april 2017 mendatang.

Lulung mengaku tidak ambil pusing dengan pemecatan tersebut. Dia mengatakan masih ada umat yang mendukungnya. Bahkan dirinya sudah lama minta dipecat.

“Saya tidak bisa mengikuti keputusan partai. Saya menghormati keputusan partai itu. Kalau saya tidak menjalankan keputusan partai, karena saya membela umat di Jakarta. Karena ada suara umat hampir satu juta yang memilih PPP, makanya PPP pada tahun 2014 itu mendapat suara 10 kursi DPRD DKI dan tiga DPR RI. Salah saya membela umat?” tegas Lulung.

Namun demikian, Lulung juga mengaku masih tetap istikamah karena dirinya dibesarkan oleh PPP, meskipun menurutnya sudah banyak partai yang mengajaknya bergabung.

“Saya kalau dipecat partai, silakan. Yang penting saya jangan dipecat oleh umat. Kalau saya dipecat oleh partai masih banyak yang mau dukung saya. Maka saya akan bersama umat memenangkan Anies. Saya dibesarkan oleh PPP. Loyal dong, ini persoalan umat. Yang memecat saya kan masa baktinya cuma 5 tahun, tapi umat sampai mati,” katanya.

Karena itu, Lulung akan tetap konsisten menolak dukungan terhadap Ahok-Djarot. “Banyak kekuatan besar yang memengaruhi dan meminta saya untuk mendukung Ahok. Alhamdulillah saya masih istikamah, masih menjaga marwah partai,” kata Lulung , Senin (13/3/2017).

Lulung mengatakan, dia lebih memilih untuk menghargai konstituennya. Dia yakin masyarakat akan kecewa jika dia memilih Ahok dalam Pilkada DKI 2017. Lulung pun meminta agar dia tidak dipaksa untuk mendukung Ahok.

“Jangan paksa saya untuk mendukung Ahok, karena saya bertanggung jawab kepada umat dan Allah SWT. PPP adalah partai yang berasaskan Islam,” ujar Lulung.

Wakil ketua DPRD DKI Jakarta ini juga menegaskan sikapnya selaku politisi selalu konsiten atas jalan dan pilihan yang telah dia ambil. Ia enggan dicap sebagai politisi plintat-plintut.

“Buat saya yang namanya politik itu harus hitam putih, dukung atau tidak mendukung. Saya tidak mau dianggap abu-abu. Sikap saya jelas dan masih konsisten untuk tidak mendukung Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta 2017, karena semua umat yang selama ini mendukung saya agar mengetahui sikap politik saya,” pungkasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here