‘Diplomasi Batik’, Sisi Lain Pertemuan SBY-Prabowo

0
84

Nusantara.news, Jakarta – Ada satu hal menarik dalam pertemuan yang digelar antara Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di kediaman SBY di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa malam (24/7/2018) lalu. Mereka tampaknya menunjukan selera tinggi terhadap pakaian: sama-sama mengenakan batik klasik berlengan panjang, berwarna serupa (cokelat), meski motifnya berbeda.

Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarief Hasan mengatakan, pihaknya sengaja menyiapkan dress code batik dalam pertemuan itu. “Dress code-nya kami siapkan, karena kan untuk mengatur bangsa ini juga dress code itu menjadi persoalan penting, jadi tidak boleh sembarangan, alangkah baiknya kalau dress code ini ada, kan lebih bagus,” ujar Syarief yang hadir di kesempatan yang sama.

Bagi mayoritas masyarakat Jawa, pemakaian batik selalu memiliki filosofi tersendiri, ada makna yang terkandung di dalamnya. Sebab itu, jika melihat selera busana dan makna yang tersirat dari pertemuan politik tersebut, ‘Diplomasi Batik’ barangkali lebih tepat untuk menggambarkan bagaimana keduanya mencoba memulai hubungan koalisi.

Menurut Kristen Palana, Profesor dari The America University of Rome, cokelat dianggap sebagai warna yang mewakili bumi. Oleh karena itu, pesohor yang menggunakan warna cokelat ingin tampil membumi atau down to earth. Cokelat juga kerap dianggap menggambarkan kepercayaan, ketulusan, loyalitas, dan kekuatan.

Jika merujuk pada pandangan Palana, melalui warna cokelat bisa saja SBY dan Prabowo tengah menawarkan politik yang membumi. Membentuk koalisi yang down to earth sebagai antitesis dari koalisi Jokowi yang hegemoni dan elitis. Kalau tidak, mungkin juga kedua tokoh ingin menyindir hambatan yang diberikan elite-elite parpol koalisi Jokowi sehingga sult ditembus sehingga menimbulkan kesan hegemoni.

Di pertemuan tersebut, motif batik SBY-Prabowo juga memiliki makna tersendiri. SBY memakai batik cokelat bermotif burung garuda. Di mata masyarakat Jawa, burung garuda memiliki posisi cukup tinggi sebab menjadi kendaraan bagi Batara Wisnu. Garuda dianggap simbol kehidupan dan, kejantanan, juga harapan.

Sementara batik yang digunakan Prabowo memiliki motif ganggeng atau ganggang laut. Motif itu menggambarkan tanaman tersebut yang meski lemah lembut, tetapi menjadi pelindung bagi hewan laut dari ancaman predator. Ganggang laut juga menjadi simbol kebermanfaatan.

Berdasarkan makna dari motif batik tersebut, pertemuan SBY-Prabowo bisa saja disimbolkan sebagai awal dari harapan terhadap kehidupan yang lebih baik. Hal ini tergambar dari kegelisahan SBY-Prabowo terhadap kondisi negara saat ini, utamanya masalah ekonomi yang menurut mereka mengindikasikan bahaya.

Garuda dalam batik SBY menandai keinginan terwujudnya harapan baru kehidupan negara. Sedangkan motif ganggang pada batik Prabowo memberi pesan soal kebermanfaatan. Jika merujuk pada kegelisahan keduanya, bisa saja ada kritik soal kebermanfaatan pemerintah yang telah berkuasa hampir lima tahun ini.

SBY saat melakukan pertemuan dengan petinggi PKS dalam rangka penjajakan koalisi bersama mendukung capres Prabowo

Diplomasi batik juga terlihat dalam pertemuan SBY dengan mitra setia Gerindra (Prabowo), yaitu PKS. Di pertemuan yang digelar di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018) ini, SBY hadir mengenakan pakaian songket berwarna krem kekuning-kuningan disambut Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al Jufri dan Sohibul Iman yang menggunakan pakaian batik berwarna biru. Karuan saja, warna batik yang mereka kenakan terselip arti sekaligus bentuk penghormatan kedua petinggi partai.

Hal itu pun dipertegas oleh pihak PKS yang menjadi tuan rumah dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu. “Bisa kita lihat bahwa Pak SBY menggunakan batik yang berwarna ke-“PKS”-an dan Pak Salim yang menggunakan pakaian yang berwarna Demokrat,” ujar pembawa acara dalam konferensi pers. Ungkapan itu adalah penegasan penerimaan PKS kepada Demokrat yang ikut mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 dari koalisi oposisi.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here