Dirjen Anggaran Optimis Defisit di Bawah 2,7 %

0
51

Nusantara.news,  Jakarta – Hingga akhir November 2016, total realisasi belanja negara dari APBN-P 2016 mencapai Rp.1.636 triliun.  Maka defisit anggaran hingga akhir tahun diperkirakan kurang dari 2,7 persen.

Demikian ungkap Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani saat ditemui wartawan di lobby Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (8/12) lalu.

Jumlah di atas, beber Askolani, meliputi anggaran kementerian lembaga (KL) yang mencapai Rp548 triliun atau 80% dari target Rp 767,8 triliun dan belanja non kementerian yang mencapai Rp 419 triliun atau 80 % dari target Rp 538,9 triliun.

Dengan demikian realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 967 triliun, atau setara dengan 74% dari target APBN-P 2016 sebesar Rp1.306,7 triliun.

Sedangkan untuk realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa per akhir November, imbuh Askolani, telah mencapai Rp 609 triliun. Angka itu setara dengan 86 persen dari target yang dianggarkan.

Maka Askolani optimis, target yang dipatok pemerintah akan tercapai. Begitu pula dari sisi pendapatan, misal perpajakan, “Tidak akan jauh beda dengan target baru yang sudah diperkirakan oleh Menteri Keuangan,” tandasnya.

Bahkan dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di bulan Desember ini diharapkan ada penambahan sebesar Rp 25 triliun. “Mufah-mudahan tercapai,” ucapnya.

Terlebih bila dari sisi belanja, terang Askolani, ada realisasi belanja di kementerian sekitar 97-98 % dari pagu yang sudah dilakukan penghematan.

“Yang bisa dihemat sebut saja anggaran-anggaran untuk pensiun, cadangan belanja pegawai. Kontribusinya memang tidak banyak, namun mampu mengendalikan defisit kita,” sebut Askolani.

“Yang bisa dihemat misalnya anggaran-anggaran untuk pensiun, cadangan belanja pegawai. Kontribusinya memang nggak banyak, tapi mampu mengendalikan defisit kita,” ucapnya.

Dengan hitungan di atas, hingga akhir tahun 2016 Askolani optimis, defisit anggaran negara masih akan sesuai prognosa yaitu 2,7 persen Produk Domestik Bruto (PDB). Bahkan Askolani melihat peluang realisasi defisit anggaran akan lebih rendah dari itu.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here