Dirjen Imigrasi Terapkan IT Awasi Orang Asing di Indonesia

0
42
Dirjen Imigrasi Kemenkumham Ronny F Sompie

Nusantara.news – Maraknya tenaga kerja asing ilegal terutama dari Cina menjadi pekerjaan rumah yang kini harus diselesaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM. Pelabuhan dan Bandar Udara dianggap sebagai celah utama masuknya tenaga kerja asing ilegal dan keberadaannya dinilai sudah sangat meresahkan par pekerja lokal.

Tak ingin kecolongan lebih banyak lagi, pihak Imigrasi Kemenkumham akan menerapkan aplikasi IT untuk memudahkan pengawasan secara nasional dan pelaporan terkait keberadaan tenaga kerja asing di Indonesia baik itu yang sifatnya legal dan ilegal.

Dirjen Imigrasi Kemenkumham Ronny F. Sompie saat berkunjung ke Gresik menyatakan, aplikasi apoa.imigrasi.go.id nantinya terhubung dengan sistem manajemen Indonesia. Harapannya, masyarakat yang memiliki hotel, motel maupun penginapan bisa langsung mengakses data orang asing yang menginap.

“Selain mencari data, aplikasi yang kami miliki juga memberikan pelayanan terhadap orang asing. Keberadaan aplikasi IT tersebut juga untuk mencocokan orang asing mana yang boleh masuk ke Indonesia, atau sebaliknya membahayakan dan melakukan perbuatan pidana. Aplikasi ini bisa diakses oleh pemilik hotel dan penginapan serta perusahaan yang mempekerjakan orang asing,” jelasnya.

Seperti diketahui bahwa keberadaan tenaga kerja asing sudah dianggap menimbulkan kesenjangan ekonomi dan sosial. Perbedaan gaji yang diterima antara pekerja lokal dengan asing sangat berbeda jauh meski sama-sama mempunyai level di posisi yang setara.

Selama kurun waktu 2016, dari data Dirjen Imigrasi Kemenkumham sudah mendeportasi kurang lebih 38.878 orang asing di Indonesia. Dari total tersebut, Provinsi Jawa Timur berada di peringkat kedua terbanyak. Urutan pertama adalah DKI Jakarta, ketiga Bali dan keempat Kepulauan Riau dan Batam.

“Data hingga Januari sampai Maret 2017, rata-rata ada 1.800 asing harus meninggalkan Indonesia karena dianggap melakukan overstay (izin tinggal kadaluwarsa). Jumlah terbanyak orang asing yang dideportasi berasal dari negara China,” ungkapnya.

Menurut Ronny F.Sompie, dari 38.878 orang asing yang dideportasi, 7.887 di antaranya karena melakukan tindak pidana, atau melawan penegakan hukum. Sedangkan sisanya, paling banyak karena melanggar overstay karena tidak memperpanjang izin tinggal di Indonesia.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here