Dirjen Ketahanan Pangan Tegur Bulog Lumajang 

0
147

Nusantara.news, Lumajang – Dalam kesempatan kunjungan kerja ke Lumajang, Dirjen Ketahanan Pangan RI Gatot menegur Bulog Lumajang. Teguran yang dilakukan tidak terlepas dari banyaknya pelaporan fiktif Bulog Lumajang kepada pihaknya.

“Saya minta pada semua pihak terutama bulog, agar lebih profesional dan bekerja sesuai fakta, selama ini laporan yang saya terima tidak sesuai dengan fakta dilapangan, jika bulog masih main-main dengan data maka saya tidak segan mengambil langkah tegas, enam bulan kedepan target pemerintah 8,3 juta Ton gabah, di Lumajang saat ini mash 300 ton, kita inginnya diatas 1 juta,”’ ujarnya.

Kondisi di lapangan memang menjadi dilema, ketika petani di Lumajang enggan menjual berasnya kepada Bulog. Petani menganggap jika Bulog selama inni membeli dibawah harga basar dan lokasi Bulog yang jauh dari tempat tinggal masyarakat.

“Dipenimbang biasa selisih Rp.100 kadang Rp.150 lebih mahal dari bulog, lagian panen kita sedikit, jadi ya selain kalau ke bulog harus transoprt karena jauh, harga jadi pertimbangan kami, siapa yang beli lebih mahal ya kesana kita jual, kalau bisa bulog pasang pengepul didekat-dekat kita, namun ada juga sebagian yang jual kebulog,” ungkap salah satu petani bernama Bakri.

Sementara itu, Wakasub Bulog Lumajang Saedi mengungkapkan jika pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target pemerintah ditengah sulitnya kondisi.

“Saat ini bulog tidak seperti dulu lagi, sekarang ada posko-posko dan siap juga ada nomer telpon nanti disebarkan kepetani, di Lumajang ada tiga diantaranya Besuk, Sumbersuko dan Curahpetung, di sini sudah ada satker siap turun ke lapangan dengan dikawal babinsa, kita beli gabah petani dengan harga standart Rp.3700 itu di sawah, kalau mereka menjual ke panimbang biasa asal mereka tidak dirugikan saya kira tidak apa-apa, namun jika harga anjlok, bulog dipastikan tetap beli, terkadang kita turun ke sawah, nyatanya sudah laku duluan,” tegasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here