Dirut Baru PDP Kahyangan Diminta Tagih 159 Ton Karet Kering dari  PT Nanggala

0
154

Nusantara.news, Jember – Dirut baru Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Hariyanto langsung dihadapkan pada pekerjaan rumah cukup pelik. Komisi C DPRD Jember meminta sang dirut baru membentuk tim untuik ditugaskan menarik kembali 159 ton karet kering yang masih berada di PT Nanggala Mitra Lestari.

“Jujur, ini jadi pekerjaan rumah berat. Ini ada orang berutang 159 ton, tapi ayem-ayem (tenang-tenang saja). Ini harus dicari, karena bagian dari aset,” ungkap Ketua Komisi C DPRD Jember Siswono.

Siswono mengemukakan, kasus ini berawal ketika PT Nanggala Mitra Lestari bekerjasama dengan PDP Kahyangan tahun 2013.  Saat kerja sama berlangsung PT Nanggala berhenti ditengah jalan karena didemo oleh pekerja. Situasi semakin pelik karena 159 ton karet kering senilai Rp 3,9 miliar terlanjur diserahkan kepada investor sebagai bagian dari kesepakatan operasional kerja.

“Untuk menarik kembali karet kering itu, Dirut PDP harus berkonsultasi dengan kejaksaan selaku lembaga hukum negara,.“ ‘ katanya.

Menanggapi hal itu, Hariyanto mengungkapkan kasus 159 ton karet kering tersebut telah diserahkan kepada kejaksaan. “Kami akan telusuri sejauh mana perkembangannya.” katanya

Hariyanto menambahkan, instansinya sedang mengkroscek berbagai persoalan di internal PDP Kahyangan, antara lain memverifikasi standar operasi prosedur. “Juga ada kasus lain, yang tengah ditelusuri, yakni hilangnya 11 ton kopi,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jember Anang Murwanto menambahkan, PDP harus segera menagih pengembalian karet kering. Selama ini, aset 3,9 miliar tersebut menjadi tanggungan neraca keuangan PDP.  “Urusan  tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan,” ujar Anang.

PDP Kahyangan Jember adalah BUMD dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 1969 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Perkebunan, dengan mengacu pada Undang-undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah. Perda Nomor 1 Tahun 1969 telah mengalami 3 (tiga) kali perubahan yaitu perubahan pertama Perda Nomor 15 Tahun 1989, perubahan kedua perda Nomor 7 Tahun 1997 dan terakhir dirubah menjadi Perda Nomor 2 Tahun 2012.

PDP Kahyangan sebagai aset Pemerintah Kabupaten Jember saat ini mengelola lahan sesuai yang tercantum dalam HGU sebesar 3.800,6039 Ha, yang terbagi menjadi 3 kebun induk dan 2 kebun bagian dengan komoditi karet dan kopi sebagai komoditi utama serta cengkeh sebagai komoditi penunjang dan saat ini sedang dikembangkan budidaya tanaman non komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomi, agrowisata dan pengembangan kopi bubuk.  []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here