Dirut PT PAL Indonesia Ditahan KPK

1
1557
Dewan Direksi PT PAL Indonesia. Firmansyah Arifin (tengah) dan Syaiful Anwar (paling kanan). Foto: Dok PT PAL Indonesia

Nusantara.news, Jakarta – Akhirnya KPK menetapkan Direktur Utama PT PAL Indonesia M. Firmansyah Arifin sebagai tersangka kasus suap terkait pengadaan kapal ke Filipina. Firmansyah dibawa ke Jakarta, Kamis malam, dari kantornya di Surabaya. “Setelah pemeriksaan 1 x 24 jam, KPK menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (31/3/).

Firmansyah, alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya tahun 1981 ini, ditangkap KPK ketika sedang rapat dengan Kementerian BUMN. “Direksi sedang ada rapat dengan Kementerian BUMN, sekitar pukul 22.00 WIB, KPK datang,” ujar Bayu Witjaksono, Kepala Departemen Hubungan Masyarakat PT PAL.

Selain itu, dua orang pimpinan PT PAL lndonesia lainnya juga dijadikan tersangka, yakni Direktur Keuangan dan Teknologi PT PAL Indonesia, Saiful Anwar dan GM Treasury PT PAL, Arief Cahyana. Seorang lain berinisial HN juga bernasib sama karena bertindak sebegai perantara suap.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, eksekutif di BUMN tersebut diduga menerima hadiah atau kick back dari Filipina terkait pembelian kapal perang. “Semacam marketing fee,” kata Agus di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Kapal yang dimaksud adalah kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV),  yang diberi nama “BRP-Tarlac” (LD-601), pesanan dari Departemen Pertahanan Nasional dan Angkatan Bersenjata Filipina.  Kapal sepanjang 123 meter dengan sisi terlebar 22  meter itu dibuat PT PAL di Dermaga Ujung Surabaya pada 5 Juni 2015 dan diluncurkan pada tanggal 17 Januari 2016. Setelah menjalani beberapa uji coba sesuai standard angkatan laut, BRP-Tarlac mulai resmi menjadi bagian dari armada Angkatan Laut Filipina pada tanggal 1 Juni 2016.

Kapal yang bisa digunakan untuk misi pendaratan amfibi di pantai, termasuk untuk pendaratan kendaraan tempur darat, ini bisa memuat empat tank, empat truk, dan dua kendaraan tempur ringan. Persenjataan utama di depan kapal ini adalah senapan 76 mm. SSV juga dipersenjatai dua senapan 25 mm menghadap buritan. Selain itu, kapal ini juga mampu memuat dua landing craft utility (LCU) atau landing craft vehicle personnel (LCVP) serta dua perahu karet. Di dek dapat juga memuat dua helikopter medium, termasuk satu heli di hangar. Kapal berkecepatan maksimal 16 knots perjam ini mampu mengangkut 121 kru dan 500 marinir.

Inilah tampilan kapal perang BRP-Tarlac

Kementerian BUMN sebelumnya sudah menyatakan agar PT PAL Indonesia (Persero) memberikan tindakan tegas semua tersangka dan memprioritaskan kestabilan serta menjaga citra perusahaan.

“Kementerian BUMN menerapkan zero tolerance dan akan menindak tegas pejabat BUMN yang terbukti melakukan tindakan korupsi,” kata Deputi Bidang Pertambangan Industri Strategis dan Media, Kementerian BUMN Fajar Sampurno.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here