Diserang Hama dan Alih Fungsi Lahan, Produksi Padi di Malang Merosot

0
212
SONY DSC

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Lahan sawah di beberapa kecamatan di Kabupaten Malang mengalami serangan hama wereng dan tikus. Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Malang, Nasri Abdul Wahid, khawatir serangan ini mengganggu produksi padi di Kabupaten Malang.

Nasri mengungkapkan, serangan hama tersebut sudah terjadi sejak awal Januari 2017, dan menyebar di beberapa kecamatan.  “Wilayah yang diserang meliputi Kecamatan Ngantang, Kasembon, Tirtoyudo, Wonosari, Ngajum, Donomulyo, Pagelaran, Sumberpucung, Kromengan, Pakisaji, Turen dan Dampit, yang paling parah ada di Kecamatan Kasembon,” terang Nasri,

Tahun 2016 kemarin, luas tanaman padi mencapai 74.443 hektar (Ha). Sementara yang berhasil panen seluas 71.337 hektar.

Selain karena serangan hama tanaman, ada beberapa faktor lain yang menggangu produksi padi, salah satunya yakni alih fungsi lahan.

Slamet Budi Samsul, Kasi Padi Distanbun, menyatakan setiap tahun selalu ada penyusutan luas lahan sawah dengan kisaran 10 -15 hektar bahkan lebih. Data tahun 2010-2013, ada lima kecamatan yang mengalami alih fungsi lahan pertanian secara cepat, yaitu Kecamatan Kepanjen, Singosari, Lawang, Pakis, dan Karangploso.

Di tahun 2015, walaupun belum ada data valid tentang penyusutan lahan pertanian, tetapi dengan pembandingkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistika (BPS) dan Kementerian Pertanian dengan luas lahan sawah yang dilindungi, akan tampak adanya penyusutan.

BPS dan Kementerian Pertanian melansir luas lahan sawah tahun 2015 seluas 36.824 Ha sedangkan luas lahan sawah yang dilindungi sebesar 45.888 Ha. Artinya ada penyusutan sebesar 9.064 Ha.

Data tersebut dikuatkan dengan data dari Distanbun mengenai luas lahan sawah di 33 kecamatan dengan indikasi alih fungsi sebanyak 19 kecamatan. 19 Kecamatan tersebut, termasuk 5 Kecamatan yang sudah terlebih dahulu lahan sawahnya berubah fungsi. 19 Kecamatan ini adalah Kecamatan Dampit, Wajak, Turen, Bululawang, Gondanglegi, Kepanjen, Sumberpucung, Kromengan, Wagir, Pakisaji, Tumpang, Pakis, Lawang, Singosari, Karangploso, dau, Pujon, Ngantang dan Kesambon.

“19 kecamatan dengan tulisan merah tersebut dari laporan petugas lapangan dan dinas pengairan telah terjadi alih fungsi lahan,” kata Devi, petugas Bagian Data Distanbun.

Walaupun di data Distanbun antara tahun 2014 sampai 2016 luas lahan sawah masih sama, tetapi di lapangan telah terjadi perubahan.

Muklis, seorang petani di Pakisaji, mengungkapkan serangan hama mulai awal Januari 2017 lalu. “Karena memang cuaca yang ekstrim setiap masa peralihan musim memang selalu terjadi serangan hama yang luar biasa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, petani sudah banyak yang sudah beralih profesi, karena beberapa lahan dialihfungsikan. “Sekarang banyak yang sudah dialihfungsikan, menjadi perumahan, jalan tol dan sebagainya,” imbuh Muklis

Lelaki berusia 74 tahun itu berharap pemerintah juga harus tanggap masalah serangan hama dan alih fungsi lahan yang kian marak. Harapan Muklis ini beralasan. Sebab, jika tidak teratasi, produksi padi akan terus turun, padahal selama ini Kabupaten Malang menjadi salah satu wilayah yang selalu surplus beras. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here