Diserang Masif, Anies-Sandi Justru Dapat Simpati

0
337

Nusantara.news, Jakarta –Jelang putaran dua Pilgub DKI Jakarta, serangan terhadap pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno semakin gencar. Hal ini sudah diprediksi sebelumnya dengan tujuan untuk mendegredasi pasangan Anies – Sandi

Presidium Relawan Pemenangan Anies-Sandi (PRAS), M. Syaiful Jihad, mengungkapkan bahwa serangan terhadap Anies-Sandi ibarat datang dari delapan penjuru mata angin. Namun, menurutnya, serangan-serangan yang bersifat personal itu justru membuat dukungan terhadap Anies-Sandi mengalir deras. Sebab, kata dia, publik mengetahui kalau pasangan Anies-Sandi sedang dicari-cari kesalahannya untuk dikriminalisasi, dengan tujuan citra keduanya tampak buruk di mata para pemilik suara.

“Lihat, dukungan justru datang dari Relawan Jokowi-JK, Relawan Agus-Sylvi, PAN, PPP, Partai Perindo, FKPPI, KAHMI Jaya, serta ormas lainnya,” kata Syaiful, di Jakarta, Rabu (15/3).

Dia mencontohkan serangan untuk menjatuhkan Anies, seperti laporan seorang pengacara ke KPK dengan tuduhan korupsi proyek Frankfurt Book Fair pada 2015 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal, proyek tersebut diketuk sebelum Anies resmi menjabat sebagai Mendikbud.

Soal ini telah diklarifikasi oleh Budayawan Goenawan Mohamad, Ketua Komite Nasional untuk acara di Frankfurt tersebut. “Jika ada yang perlu dilaporkan ke KPK, itu adalah saya, bukan Anies. Bukan karena saya mau pasang badan untuk Anies, tapi karena tidak adil bagi dia,” kata Goenawan Mohamad.  Dia menambahkan, keputusan Indonesia untuk ikut acara itu ditandatangani oleh menteri sebelumnya, Moh. Nuh. Nuh juga yang menyiapkan anggarannya.

Anies sendiri menanggapi santai soal laporan melakukan penyelewenangan dalam kegiatan Frankfurt Book Fair tahun 2015 yang dituduhkan kepada dirinya.”Kalau saya lihat ini (laporan) lucu-lucuan pilkada saja. Selalu ada yang meriah-meriah seperti ini. Harap bersabar, ini ujian,” kata Anies beberapa waktu lalu.

Sementara upaya kriminalisasi kepada Sandiaga juga terjadi. Seorang perempuan bernama Dini Indrawati Septiani melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ke Polsek Metro Tanah Abang pada 7 November 2013. Tak sampai di situ, Sandi juga kembali dilaporkan Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings, Edward S Soeryadjaya ke Polda Metro Jaya atas dugaan penggelapan uang hasil penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, pada 2012.

Di mata Ranu Baja, juru bicara Timses Agus-Sylvi, pengaduan terhadap Sandiaga Uno itu  terkesan mencari-cari kesalahan, karena kasus itu terjadi tahun 2013 yang tiba-tiba muncul di Pilkada DKI 2017. “Aduan 2013 ditindaklanjuti polisi 2017. Pada cawagub dari paslon yang di putaran dua menantang Ahok. Dan kita harus percaya ini tak politis?” ungkapnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here