Dishub Banyuwangi Himbau Warga Untuk Melaporkan Praktek Parkir Liar

0
108

Nusantara.news, Banyuwangi – Pesatnya pertumbuhan kegiatan usaha baru di Banyuwangi memunculkan dampak negatif berupa menjamurnya praktik parkir liar. Kondisi ini membuat Dinas Perhubungan Banyuwangi meminta kepada masyarakat untuk melaporkan adanya kegiatan parkir liar alias tanpa izin.

Staf Pengendalian Operasi Dishub Banyuwangi Nanang Wahyudi disela razia parkir liar di depan RSUD Blambangan menyatakan, jika institusinya memerlukan bantuan dari masyarakat untuk memberantas kegiatan parkir liar. “Warga silakan laporan, bisa langsung ke kantor, bisa melalui facebook atau twitter Dishub Banyuwangi. Nanti akan kita tindak lanjuti,” ungkap Nanang.

Pada hari Rabu (22/3/2017) Dishub melakukan operasi penertiban parkir liar di sepanjang jalan Ahmad Yani.  Penertiban ini, masih menurut Nanang, merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Mereka mengeluhkan banyaknya parkir liar di ruas kanan dan kiri jalan. Selain melanggar aturan, parkir liar juga menyebabkan kemacetan arus lalu-lintas.

Selama ini beberapa ruas jalan di Banyuwangi sering dijadikan parkir liar.  Praktik parkir liar ini diantaranya terjadi di sepanjang jalan di depan kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) atau jalan Agus Salim.

Pemandangan serupa juga mewarnai jalan Doktor Soetomo, atau depan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi dan Jalan MH Thamrin. Pemicu banyaknya parkir liar tersebut salah satunya dipengaruhi oleh banyaknya usaha baru, namun tidak menyediakan lahan parkir.

“Tapi entah kenapa di daerah tersebut tidak pernah dirazia Dishub Banyuwangi, padahal jelas-jelas mengganggu arus lalu lintas,” ujar Arif, salah satu warga.

Padahal, penertiban parkir liar sudah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2014  Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Para pelanggar tersebut dapat dikenakan sanksi seperti penggembosan ban, pencopotan ban hingga penderekan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here