Distribusi Lapak Amburadul, DPR Kota Malang Akan Panggil Investor Pasar Dinoyo

0
236

Nusantara.news, Kota Malang – Permasalahan Pasar Terpadu Dinoyo (PTD) semakin berlarut karena pembagian yang amburadul. Beberapa pedagang bahkan melakukan penolakan rencana pemindahan sementara dari Pasar Merjosari kembali ke Pasar Dinoyo.

Sutia, wanita paruh baya, pedagang pindahan sementara dari Pasar Dinoyo ke Pasar Merjosari mengatakan, enggan kembali lagi ke Pasar Dinoyo. “Terlalu banyak janji,  apabila dihitung kita juga rugi. Dulu saya punya dua bedak, satu bedak 1.5 meter, jadi total sebesar tiga meter di Pasar Dinoyo. Ketika dipindah sementara ke Pasar Merjosari saya hanya diberi  lahan,” ujarnya kepada Nusantara.news di Pasar Merjosari. Kamis (2/2/2017)

“Akhirnya saya bangun sendiri hampir habis Rp 4 juta. Sekarang ketika Pasar Dinoyo sudah jadi, lahan 1 bedaknya hanya 1 meter, jadi saya dapat ganti total cuma dua meter. Ada korupsi 1 meter. Penempatan yang dulunya strategis sekarang berubah semuanya.” imbuh Sutia

Bambang Sumarto, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang menyatakan, hal tersebut terjadi karena adanya Pelanggaran Perjanjian Kerjasama (PKS) yang dibuat di awal pembangunan.

Bambang mengutarakan pelanggaran PKS tersebut terkait dengan denda. Kemudian, yang tidak bisa bayar dan telat, dicabut haknya dalam memperoleh bedak di Pasar Dinoyo. Harusnya ada jaminan karena asal mereka dari dinoyo. jadi, ini sudah salah kaprah.

“Ingat ya, tujuan dari pembangunan Pasar Dinoyo adalah untuk mensejahterakan pedagang. Jika sekarang justru merugikan, berarti sudah keluar dari tujuan awal,” imbuh Bambang Sumarto. Bambang menyayangkan terjadinya perpecahan di antara sesama pedagang, maupun antara pedagang dengan investor. “Dewan akan memanggil investor serta Pemerintah Kota Malang untuk menyeleseikan konflik agar tidak berlarut dan semakin merugikan pedagang,” kata Bambang. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here