Ditemukan Ribuan DPT tak Sah dalam Pilkada Jakarta Putaran Pertama

0
96

Nusantara.news, Jakarta – Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Rasyid Baswedan- Sandiaga Salahuddin Uno menemukan adanya jumlah data pemilih tetap (DPT) yang tidak sah pada saat pencoblosan putaran pertama Pilkada DKI Jakarta.

Wakil ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mohammad Taufik mengatakan, data pemilih yang tidak sah ada di wilayah Jakarta Barat yang merupakan basis suara Ahok-Djarot. Temuan data tersebut didapat setelah pihaknya menganalisis Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP dan kartu keluarga (KK). Menurutnya hal ini menunjukkan adanya indikasi kecurangan yang disinyalir dari ketidakberesan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan oleh KPUD.

Taufik kemudian menjelaskan salah satu contoh kasus yang ditemukan di Jakarta Barat. Ia mengatakan ada data pemilih invalid sebesar 28.853 dan 477 pemilih ganda. “Dari keseluruhan data yang kami temukan ada data invalid dan ganda sebanyak 29.331 dari total pemilih di Jakarta Barat. Sekitar 1,88% dari total pemilih Jakarta 1.652.051,” kata  Taufik di Posko Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat.

Taufik menjabarkan penemuan DPT bermasalah tersebut berdasarkan kerjasama dengan alumni ITB.

Secara rinci ada 12 kategori DPT bermasalah, antara lain:

  1. NIK/KK tidak berjumlah 16 digit: 12.174 pemilih.
  2. NIK/KK berakhiran ‘0000’ (mestinya merujuk nomor urut penerbit NIK): 7 pemilih.
  3. NIK/KK kode kabupaten/kota ’00’ atau kode kecamatan ’00’: 67 pemilih.
  4. KK berdomilisi di luar DKI (kode provinsi selain ’31’ yang berarti Jakarta) ada 2.963 pemilih.
  5. KK berdomisili di luar kabupaten/kota (di luar Jakbar ‘3173’): 4.604 pemilih.
  6. KK format tanggal perekaman tidak terbaca format tanggal: 1.009 pemilih.
  7. KK terbit sebelum tahun 2005: 147 pemilih.
  8. KK terbit setelah penetapan DPT 6 Desember 2016: 620 pemilih.
  9. NIK format tanggal tidak terbaca atau tidak sesuai jenis kelamin: 3.650 pemilih.
  10. NIK kode provinsi di luar dalam wilayah kependudukan: 15 pemilih.
  11. NIK kode kabupaten/kota di luar dalam wilayah kependudukan: 2.805 pemilih.
  12. NIK kode kecamatan di luar dalam wilayah kependudukan: 792 pemilih.

Total: 28.853 pemilih bermasalah.

Masih di Jakarta Barat, didapati juga pemilih yang ganda sebanyak 477 pemilih. Rinciannya per kecamatan, di Cengkareng ada 87, Grogol Petamburan 28, Kalideres 108, Kebon Jeruk 106, Kembangan 45, Palmerah 36, Taman Sari 11, Tambora ada 56.

Politisi Gerindra ini menambahkan, data invalid dan ganda ini sangat rawan dimanfaatkan oknum tertentu untuk berbuat curang dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Dia meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta membereskan masalah ini. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here