Ditemukan Tes Darah untuk Mendeteksi Kanker Sejak Dini

0
66
Kanker paru-paru yang bisa dideteksi melalui tes darah CancerSEEK Foto BBC

Nusantara.news, London – Para ilmuwan telah menemukan cara yang dianggap efektif dalam mendeteksi keberadaan penyakit kanker melalui tes darah.

Sebuah tim dari Universitas Johns Hopkins telah menguji sebuah metode yang dapat mendeteksi delapan jenis penyakit kanker.

Visi mereka adalah tes tahunan yang dirancang untuk menangkap kanker lebih awal dan menyelamatkan nyawa. Pakar Inggris mengatakan itu “sangat menarik”. N

amun ada yang menilai lebih banyak pekerjaan dibutuhkan untuk menilai keefektifan tes ini dalam mendeteksi kanker stadium awal.

CancerSEEK

Tumor melepaskan jejak kecil DNA dan protein mereka yang bermutasi yang mereka buat ke dalam aliran darah. Tes CancerSEEK mencari mutasi pada 16 gen yang secara teratur muncul pada kanker dan delapan protein yang sering dilepaskan.

Ini diujicobakan pada 1.005 pasien dengan kanker di ovarium, hati, perut, pankreas, kerongkongan, usus besar, paru-paru atau payudara yang belum menyebar ke jaringan lain. Secara keseluruhan, tes tersebut menemukan 70% kanker.

Dr Cristian Tomasetti, dari Johns Hopkins University School of Medicine, mengatakan kepada BBC: “Bidang deteksi dini ini sangat penting. Saya pikir ini bisa berdampak besar pada kematian akibat kanker. Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar kesempatan untuk bisa mengobatinya.”

Lima dari delapan kanker yang diteliti tidak memiliki program skrining untuk deteksi dini. Kanker pankreas memiliki sedikit gejala dan terdeteksi sangat terlambat sehingga empat dari lima pasien meninggal pada tahun mereka didiagnosis.

Menemukan tumor saat mereka masih bisa menjalani pembedahan akan menjadi “perbedaan siang dan malam” untuk bertahan hidup, kata Dr Tomasetti.

CancerSEEK sekarang sedang diujicobakan pada orang-orang yang belum pernah didiagnosis menderita kanker. Ini akan menjadi ujian sesungguhnya dari kegunaannya.

Harapannya adalah bisa melengkapi alat skrining lainnya seperti mammogram untuk kanker payudara dan kolonoskopi untuk kanker kolorektal. Dr Tomasetti mengatakan kepada BBC: “Kami membayangkan tes darah yang bisa kami gunakan setahun sekali.”

Tidak Menyeluruh

Prinsip dasar dari tes darah yang disebut CancerSEEK sebagaimana ditulis dalam jurnal Science adalah perburuan DNA dan protein yang telah bermutasi.

Meningkatkan jumlah mutasi dan protein yang dianalisis akan memungkinkannya untuk menguji rentang kanker yang lebih luas.

Dr Gert Attard, pemimpin tim di Center for Evolution and Cancer di Institute of Cancer Research, London, dan konsultan onkologi medis di Royal Marsden NHS Foundation Trust, mengatakan kepada BBC: “Ini adalah potensi besar.”

“Saya sangat gembira, ini adalah Holy Grail – tes darah untuk mendiagnosis kanker tanpa prosedur lain seperti scan atau kolonoskopi,” ujarnya.

Dia mengatakan “kami sangat dekat” dengan menggunakan tes darah untuk menyaring kanker karena “kami memiliki teknologinya”.

Toh demikian, Dr Gert Attard mengingatkan masih ada ketidakpastian tentang apa yang harus dilakukan saat kanker didiagnosis.

Dalam beberapa kasus, pengobatan mungkin akan berakibat lebih buruk daripada hidup dengan kanker yang jenisnya tidak segera mengancam nyawa. Misalnya pria yang terkena prostat akan tumbuh dengan yang lebih membutuhkan pemantauan ketat ketat ketimbang pengobatan.

“Ketika kita mendeteksi kanker dengan cara yang berbeda, kita tidak dapat menerima begitu saja bahwa setiap orang akan memerlukan perawatan,” beber Dr Attard.

Berbagai Kritik

Prof Richard Marais, dari Cancer Research UK, mengatakan butuh beberapa waktu untuk membuktikan bahwa tes darah ini bekerja sebagai diagnosis dini untuk kanker – setidaknya lima sampai enam tahun.

Dia berkata: “Mereka melihat orang sehat – yah, jika Anda terserang flu atau kondisi lain, bagaimana hal itu mempengaruhi tes?”

Paul Pharoah, profesor epidemiologi kanker di University of Cambridge, mengatakan bahwa lebih banyak pekerjaan diperlukan untuk menilai bagaimana tes tersebut dilakukan saat kanker kurang maju.

Dia mengatakan: “Menunjukkan bahwa tes dapat mendeteksi kanker stadium lanjut tidak berarti bahwa tes ini akan berguna dalam mendeteksi kanker simtomatik tahap awal, apalagi kanker pre-simtomatik. Sensitivitas untuk kanker stadium 1 dalam penelitian ini hanya 40%.”

Ada pun biaya tes darah yang disebut CancerSEEK sekitar Rp6.750.000 atau 500 dolar AS (£ 360) per pasien, yang harganya sama dengan kolonoskopi.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here