Diterjang Banjir, Listrik 80 Desa di Pacitan Padam

0
123

Nusantara.news, Surabaya –  Jaringan listrik di 80 desa di Kabupaten Pacitan dan Ponorogo, Jawa Timur padam, itu akibat penyulang atau jaringan listrik yang menyuplai dari Gardu Induk (GI) ke Jaringan Tegangan Menengah rusak akibat banjir yang terjadi di wilayah tersebut.

Soal putusnya jaringan listrik di kedua wilayah itu, Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Pinto Raharjo menyebut total pelanggan di 80 desa yang padam itu dialami oleh 76.362 pelanggan.

Pinto menyebutkan, penyulang yang rusak antara lain Penyulang Lorok, dengan desa yang padam meliputi Desa Mentoro, Wonogondo, Ketepung, Punjung, Ketrowonojoyo, Jatigunung, Kalikuning, Kluwih, dan Ngile.

Selain itu, Penyulang Cokrokembang, dengan desa yang padam meliputi Desa Wonokarto, Wonosidi, Wonodadi, Wonoasri, Pagerkidul, Pagerlor, Cokrokembang, Tanjungpuro, Tanjunglor, Hadiluwih, Hadiwarno, Pagerjo, Bogoharjo dan Wono.

Kemudian, juga menimpa Penyulang Kebon Agung yang meliputi Desa Sirnoboyo, Sukoharjo, Kayen, Purwoasri, Karanganyar, Karangnongko, Gawang, Kayam, Kalipelus, Mantren, Klesem, Sidomulyo, dan Wora Wari.

Ditambah Penyulang Tegal Ombo yang meliputi Desa Purworejo, Banjarsari, Tambakrejo, Pagutan, Gembong, Gegeran, Borang, Kebondalem, Mangunharjo, Kedungbendo, Ngreco, Kemuning, Tegalombo, Pucangombo, Kasihan, dan Losari.

Dan Penyulang Nawangan yang meliputi Desa Nanggungan, Semanten, Tambakrejo, Banjarsari, Tremas, Sedayu, Arjosari, Mlati, Gayuhan, Jatimalang, Karangrejo, Karanggede, Temon, Gondang, Nawangan, dan Penyulang Soge yang meliputi Desa Sidomulyo, Nglaran, Tawangwetan, Tawangkulon, Soge, Jetak, Wonanti.

Pinto Raharjo

Serta Penyulang Karangturi yang meliputi Desa Sukorejo, Sudimoro, Karangtengah, Pagergunung, Terbis, Depok, dan Besuki.

“Kami hingga saat ini melakukan upaya perbaikan empat tiang Saluran Udara Tegangan Menengah yang roboh, dan sengaja memadamkan sejumlah aliran listrik di kawasan banjir, itu terkait keselamatan masyarakat umum,” terang Pinto Raharjo, Rabu (29/11/2017).

Akibat Siklon Tropis Cempaka dan Puting Beliung

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebut,

Cuaca ekstrem yang terjadi akibat pengaruh Siklon Tropis Cempaka kemudian menyebabkan bencana banjir, longsor dan puting beliung. BMKG telah menyampaikan peringatan dini adanya Siklon Tropis Cempaka yang berada di perairan sekitar 32 kilometer sebelah selatan-tenggara Pacitan, Jatim. Kekuatan siklon 65 kilometer per jam, yang terjadi pada Selasa, (28/11/2017).

“Dampak dari Siklon Tropis Cempaka adalah terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang dan gelombang tinggi di Jawa dan Bali,” urai Sutopo.

Cuaca ektrem juga telah menyebabkan banjir, longsor dan puting beliung yang menerjang 21 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali.

Disebutkan, data sementara yang dihimpun Posko BNPB, bencana tersebut terjadi di Kabupaten Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Serang, Sukabumi, Purworejo, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kudus, dan Sukoharjo.

“Di wilayah Pacitan yang paling dekat dengan Siklon Tropis Cempaka terjadi hujan lebat sehingga menimbulkan banjir dan longsor pada Selasa (28/11/2017) dini hari. Akibatnya, sungai-sungai meluap menyebabkan ribuan rumah terendam banjir. Banjir kemudian meluas terjadi di 13 desa di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Pacitan (Desa Sirnoboyo, Desa Sukoharjo, Desa Kayen, desa kembang, Desa Ploso, Desa Arjowinangun, Desa Sidoharjo), Kecamatan Kebon Agung (Desa Purworejo,  Desa Banjarjo, Desa Kebon Agung), dan Kecamatan Arjosari (Desa Pagutan, Desa Jatimalang, Desa Arjosari),” urainya.

Jalan Lintas Selatan Lumpuh Total

Banjir dan longsor juga menyebabkan 11 orang meninggal dunia yang menerjang Kabupaten Pacitan. Ke-11 korban meninggal dunia terdiri dari 9 orang akibat tertimbun tanah longsor dan 2 orang hanyut terbawa banjir. Korban longsor berasal dari Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung sebanyak 7 orang dan dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo sebanyak 2 orang. Sembilan korban meninggal akibat longsor itu masih dilakukan pencarian untuk evakuasi. Sulitnya akses menuju lokasi dan tingginya intensitas hujan, menjadi kendala.

Banjir menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan korban telah ditemukan. Warga yang terdampak lebih dari 4.000 jiwa dan perlu dievakuasi.

“Kerusakan masih dalam pendataan. Warga pengungsi di Kecamatan Pacitan ditempatkan di GOR Pacitan dan Masjid Sirnoboyo,” tambahnya.

Sementara, Tim SAR gabungan dari BPBD Pacitan Bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dan masyarakat telah diterjunkan dan masih melakukan evakuasi. Sutopo menyebut, kendala di lapangan karena angin kencang dan debit sungai masih tinggi. Proses pencarian korban terus dilakukan. Serta kebutuhan dapur umum didirikan, bantuan logitik juga disalurkan. Kebutuhan mendesak selimut, perahu karet, dan pakaian.

Hujan berintensitas sedang hingga tinggi juga terjadi dan meluas di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jatim yang terjadi Selasa, 28/11/2017. Banjir dan longsor terjadi di beberapa tempat . Jalur Ponorogo menunju Pacitan lumpuh total tertutup longsor di Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo.

Banjir, longsor dan puting beliung juga melanda wilayah di DI Yogyakarta pada 28/11/2017. Banjir juga terjadi di 3 titik, yakni di Kabupaten Gunung Kidul dan 2 titik lainnya di Kabupaten Kulonprogo. Beberapa permukiman terendam banjir hingga 1 meter. Sekolah juga terendam, yakni SMK Pelayaran dan SMP 3 Satosari.

Kemudian, longsor terjadi di 22 titik yaitu 16 titik longsor di Kabupaten Bantul, 2 titik di Kabupaten Kulonprogo, 1 titik di Kabupaten Gunung Kidul dan 3 titik di Kabupaten Sleman. Longsor menimpa rumah dan menjebol tembok masjid Pondok Pesantren di Kulon Progo sehingga 3 santri luka ringan. Puting beliung juga melanda 56 titik di daerah Yogyakarta.

Masih kata Sutopo, diperkirakan Siklon Tropis Cempaka akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia pada Rabu (29/11/2017).

Namun masih memberikan dampak hujan deras dan gelombang tinggi di Jawa dan Bali. Terkait itu, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir, longsor dan puting beliung.[]

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here