Djarot Masih Bersikap Sebagai Bawahan Ahok

0
58
Ahok

Nusantara.news, Jakarta– Pengakuan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat yang masih terus melaporkan seluruh kegiatan Pemprov DKI kepada Gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai aneh.

Pasalnya, Ahok ditahan dan kini meringkuk di Rumah Tahanan (Rutan) Birmob, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok tidak lagi memiliki kewenangan.

“Apa urgensinya Djarot melapor kepada Ahok?,” kata pakar hukum tata negara, Margarito Kamis kepada Nusantara.news, Rabu (24/5/2017).

“Soal apakah ada sesuatu di balik itu, saya tak ingin berandai-andai. Tapi, secara hukum memang tak ada larangan atau perintah kepada Plt untuk melapor kepada pejabat non-aktif. Cuma, aneh saja kalau masih melapor seolah-olah Ahok masih atasannya (Djarot),” kata Margarito.

Soal masih melapor itu diakui sendiri oleh Djarot.  “Iya, meskipun (Ahok) sekarang jauh di Mako Brimob, tapi saya terus berkomunikasi. Apa yang kami kerjakan pasti kami laporkan ke Pak Ahok,” ujar Djarot di Balai Kota, Jakarta, Senin (22/5/2017).

Menurut Margarito, sangat aneh jika Djarot masih melapor kepada Ahok. Apalagi, bisa jadi Ahok akan resmi dipecat karena sudah berstatus terpidana.

Jika, Jaksa Penuntut Umum (JPU) ikut langkah Ahok yang mencabut upaya banding, maka otomatis putusan Ahok sebagai terpidana kasus penodaan agama sudah final atau inkracht.

“Kemarin Ahok sudah cabut bandingnya dan jika jaksa juga bersikap sama, maka itu berarti status Ahok sudah terpidana, karena putusannya dapat diangap sudah inkracht. Sesuai aturan, maka Ahok, harus diberhentikan sebagai Gubernur DKI dan bukan lagi non-aktif,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri Sumarsono mengungkapkan, bahwa Ahok menyatakan mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI. Untuk itu, Ahok sudah menandatangani surat permohonan pengunduran dirinya sejak Selasa (23/5/2017).

“Iya, tadi surat dari Pak Ahok dikirim langsung ke Presiden dengan tembusan Pak Mendagri,” tutur Sumarsono.

Berdasarkan surat itu, maka Ahok akan diberhentikan tetap. “Kalau surat pemberhentian sementara, dasarnya statusnya sebagai tahanan. Sedang surat pengunduran diri dari Pak Ahok ini akan menjadi salah satu dasar pemberhentian tetapnya,” terang Sumarsono.

Dengan pengunduran diri Ahok, lanjut Soni, maka itu akan mempercepat proses pengangkatan Djarot sebagai Gubernur DKI Jakarta definitif. Karena itu, pekan depan proses pengangkatan Djarot sebagai Gubernur DKI definitif bisa dilaksanakan.

Sedangkan untuk posisi wakil gubernur tak diperlukan, karena, periode kepemimpinan Djarot kurang dari 18 bulan lagi.

Dengan surat pengunduran diri ini, maka sudah tidak ada lagi hubungan Ahok dengan Pemerintah DKI Jakarta. Oleh sebab itu, Djarot tidak perlu lagi melapor kepada Ahok. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here