Djarot Wakili Ahok ke Sidoarjo, Isyarat untuk Pilgub Jatim?

0
180
Djarot Saiful Hidayat di antara para undangan di HUT Otoda di Sidoarjo.

Nusantara.news, Surabaya – Puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXI Tahun 2017, bertema ‘Dengan Semangat Otonomi Daerah Kita Tingkatkan Kinerja Pelayanan Publik Melalui E-Government di Alun-alun Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (25/4/2017), ditandai dengan penyerahan penghargaan dari Pemerintah RI diberikan oleh Menko Polhukam Wiranto dan Mendagri Tjahjo Kumolo.

Acara tersebut dihadiri oleh para gubernur dan kepala daerah penerima penghargaan. Namun, untuk DKI Jakarta yang hadir hanya Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak hadir.

Parasamya Purnakarya Nugraha adalah penghargaan tertinggi atas sebuah pekerjaan yang baik atau sempurna yang dilakukan untuk kepentingan dan manfaat banyak orang. Penghargaan ini diberikan kepada provinsi dan kabupaten/kota yang menunjukkan hasil karya tertinggi pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Bisik-bisik perihal tidak hadirnya Ahok dan hanya diwakili Djarot itu pun mengundang perhatian dan perbincangan, termasuk di kalangan media. Ada yang menyebut Djarot sengaja ditampilkan karena digadang-gadang untuk maju di pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 mendatang.

Benarkah?  “Saya tidak mikir soal pencalonan di Pilgub Jatim. Saat ini saya akan terus fokus menyelesaikan tugas di Jakarta bersama Pak Basuki Tjahaja Purnama,” kata Djarot usai acara.

Ketika ditanya lagi, jika tugas sebagai wakil gubernur DKI Jakarta selesai, apakah bersedia maju di Pilgub Jatim? “Kan waktunya masih panjang untuk Pilgub Jatim itu. Biar saja calon lain yang sudah bergerak,” tambahnya.

Djarot menambahkan di internal partainya (PDIP-red), juga belum ada pembicaraan apalagi mengerucut ke satu nama yang akan diusung untuk perhelatan Pilgub Jawa Timur.

Djarot yang juga menjabat Ketua Bidang Organisasi DPP PDIP tersebut menambahkan hingga saat ini, partainya belum memunculkan nama yang akan diusung di dalam Pilgub Jawa Timur 2018. Dan, jika nantinya muncul satu nama untuk diusung dalam Pilgub Jatim, nama tersebut harus siap.

“Kalau dicalonkan dan diputuskan DPP, ya, tidak bisa menolak,” tegas mantan Walikota Blitar tersebut.

Jika Djarot memang berniat maju, apakah Djarot bisa membuat Jatim lebih baik? Hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) yang penghargaannya diberikan di puncak peringatan Hari Otoda di atas bisa menjadi tolok ukur.

Prestasi DKI Jakarta masih jauh di bawah Jawa Timur. Hasil evaluasi LPPD, menampilkan kinerja terbaik di tingkat nasional diraih oleh Provinsi Jawa Timur, disusul Jawa Barat dan Kalimantan Timur. Sementara DKI Jakarta hanya berada di posisi keempat.

Rincian skor dari LPPD masing-masing adalah Jawa Timur 3,1802, Jawa Barat 3,1760, Kalimantan Timur 3,1469, DKI Jakarta 3,0560 dan Jawa Tengah 3,0539.

Padahal, meski dengan segala kompleksitasnya sebagai ibukota negara, wilayah Jakarta jauh lebih kecil dibanding Jawa Timur. Itu pun ditunjang dengan sarana dan prasarana yang tentunya jauh lebih lengkap daripada provinsi lain.

Soal luas wilayah ini mengingatkan pada “perang kata” antara Ahok dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, ketika Risma digadang-gadang menjadi cagub Jakarta. Ahok menyebut keberhasilan Surabaya membangun pedestrian adalah keberhasilan kecil, karena wilayahnya hanya seukuran Jakarta Selatan. “Kalau Jakarta  bukan cuma Jakarta Selatan,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, 11 Agustus 2016.

Risma ngamuk mendengar pernyataan Ahok. Menurutnya, apa yang disampaikan Ahok merendahkan harga diri warga Surabaya.  APBD Surabaya, kata Risma, hanya  Rp7,9 trilliun, sementara Jakarta Rp64 trilliun. Ahok-Djarot mengurus Jakarta dibantu oleh lima walikota dan satu bupati. “Saya hanya sendiri sebagai walikota,” kata Risma.

Jadi, seandainya Djarot memang didorong untuk maju dalam Pilgub Jatim nanti, masyarakat Jatim sudah punya ukuran untuk menentukan pilihannya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here