DPDR Jatim Minta Desperindag Awasi Harga Cabai Bersama KPPU

0
39

Nusantara.news, Surabaya – Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Kabil Mubarok meminta kepada Disperindag Jatim bekerjasama dengan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mengawasi harga cabai yang terus mel0njak karena terindikasi adanya permainan tengkulak.

“Sebenarnya harga cabai per kilo cuma Rp60 ribu – Rp70 ribu, karena ada permainan tengkulak membuat harga cabai di pasaran tembus Rp150 ribu. Ini yang nggak benar dan harus diawasi,” jelasnya kepada wartawan Selasa (28/2/2017).

Kabil juga berharap meski cabai tidak mengenal Harga Pokok Pemerintah (HPP) namun pihaknya mendorong Pemerintah Kota/Kabupaten menggandeng KPPU dan Kepolisian untuk melakukan pengawasan, atau pemerintah membuat pengumuman terkait harga cabai di pasaran.

“Dengan adanya pengumuman diharapkan harga bahan pokok dapat dipantau dan dikendalikan,” ujarnya.

Terkait adanya cabai impor, Kabil menegaskan bahwa Jawa Timur tak butuh impor cabai dari luar negeri karena stok saat ini masih mencukupi. Namun, apabila sudah terlanjur masuk, Dewan berharap Disperindag segera menindak tegas dengan langsung turun ke lapangan untuk melarang impor cabai.

Ia menambahkan, agar stok cabai di Jatim tetap aman pihaknya juga telah meminta kepada Disperindag dan Dinas Pertanian Jatim untuk tidak menjual hasil pertanian cabai ke luar Jawa Timur. “Saya kemarin telah menyampaikan ke Disperindag agar tidak menjual cabai asli Jawa Timur ke luar Jatim,” ujarnya.

Sementara itu Anggota Komisi B DPRD Jatim yang lain, Zainul Lutfi mengaku hingga kini belum ditemukan benang merah terkait meroketnya harga lombok di pasaran yang saat ini menembus harga sampai Rp150 ribu/kg. Karenanya perlu dipastikan apakah berita soal lombok impor beredar di Blitar itu memang ada, apa hanya sekedar hoax.
“Yang pasti kami akan segera melakukan tindakan jika ditemukan permasalahan yang membuat harga cabai melonjak tinggi. Namun dugaan kuat melonjaknya harga cabai karena permainan kartel,” jelasnya.

Seperti diketahui banyak lombok impor dari Cina, India dan Korea beredar di Blitar. Adapun harganya sangat murah yaitu Rp. 60 ribu/kg. Karenanya banya pedagang merasa banyak dibantu dengan lombok impor, karena dipasaran mencapai Rp150 ribu/kg hingga Rp180 ribu/kg. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here