DPKH Malang Jamin Kualitas Daging Jelang Lebaran

0
36
Pengambilan sampel daging sapi (Sumber: KbrTgsl)

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Tren lonjakan harga daging setiap momentum lebaran menjadi permasalahan yang sering terjadi di beberapa titik kota dan kabupaten. Selain itu daging yang disajikan kerap kali kurang higienis dan tidak segar. Namun tetap juga dijual di pasaran.

Tidak hanya itu, muncul rumor beberapa hewan yang disembelih adalah hewan yang kondisinya kurang sehat (sakit). Sehingga yang muncul di pasaran adalah daging yang sakit, begitu istilah kasarnya.

Hal tersebut yang kemudian menimbulkan kekhawatiran para konsumen yang akan berbelanja daging tersebut. Pasalnya lumayan sulit membedakan daging yang sudah rusak dan yang dipoles dengan beberapa bahan kimia dengan daging segar.

Suliyati, salah satu pengunjung pasar mengungkapkan kekhawatirannya. “Masalahnya, kan dikonsumsi sekeluarga. Kalau dagingnya mengandung penyakit apa nanti juga tidak sakit juga konsumennya,” keluhnya kepada Nusantara.news, Rabu (14/6/2017) di Pasar Singosari, Kabupaten Malang.

Sementara itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, sampai detik ini pihaknya menjamin kualitas daging sapi yang ada di pasar saat menjelang lebaran ini dalam kondisi baik.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Endang Retnowati mengatakan sebelum dilakukan pemotongan, ada pemeriksaan dari DPKH terkait kesehatan sapi. Hal tersebut yang menjadi acuan DPKH untuk menjamin kualitas daging sapi yang ada di pasar.

“Sejauh ini kami menjamin kualitas daging pada kondisi yang baik-baik saja, memang banyak rumor yang miring terkait daging sapi sakit, daging sapi oplosan dan lainnya. Namun, untuk wilayah Kabupaten Malang, masih kami kontrol dengan baik,” ungkapnya.

Pihaknya mengungkapkan bahwa hewan sebelum dipotong atau disembelih itu ada pemeriksaan, setelah dipotong pun ada pemeriksaan juga. “Jadi kita menjamin kualitas daging yang ada di Kabupaten Malang dan ketersediaannya cukup,” jelas Endang kepada wartawan.

Ia menambahkan, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sapi sebelum dipotong tersebut selalu bekerjasama dengan rumah potong hewan (RPH), yang kemudian selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan dari petugas DPKH.

“Selain ada tim terpadu untuk mengontrol ke pasar, di luar jadwal itu juga ada seperti itu (pemeriksaan kesehatan dan kualitas daging sapi). Tidak hanya dagingnya saja tapi juga sapinya untuk dipotong, dan ini sudah di monitor di RPH,” imbuhnya.

Pihak DPKH akan terus melakukan koordinasi dan akan mengontrol agar tidak timbul permasalahan daging yang bermacam-macam rumornya. Oleh karenannya pihaknya berkoordinasi intens dengan RPH dan dan juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here