DPP PKB Belum Tentukan Koalisi, Petahana Kota Malang Siapkan Jalur Independen

0
116
Walikota Malang, M Anton mengenakan kemeja putih berdiri di depan Balaikota Malang (Sumber: Nasrul)

Nusantara.news, Malang – Sikap Walikota Malang M Anton, sang Petahana yang berencana maju kedua kalinya di Pilkada Kota Malang 2018 dengan wacana melalui jalur independen, mendapat sorotan tajam dari sejumlah politisi Kota Malang. Pasalnya, Anton adalah Ketua DPC PKB Kota Malang saat ini. Sebagai pemimpin partai di daerahnya, hal itu dianggap tidak etis.

Langkah M Anton yang akan maju secara independen karena didasari pada kenyataan saat ini masih minimnya kesiapan strategi dan langkah politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang. Sehingga, untuk mengantisipasi pencalonan dirinya untuk maju di Pilkada Kota Malang 2018, dia mewacanakannya maju secara independen.

Minimnya kesiapan tersebut terlihat pada minimnya partai yang merapat untuk berkoalisi bersama PKB. Pasalnya akan terasa berat apabila maju dalam kontestasi politik tidak berkoalisi dengan beberapa elemen partai lainnya. Selain itu, pengaruh satu partai masih belum terlihat partai yang dominan menjadi pilihan masyarakat. oleh karena itu, dibutuhkan koalisi untuk mendulang suara dalam kontestasi politik.

Melihat hal tersebut, Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kota Malang, M Anton mengungkapkan langkah rencana alternatifnya akan maju secara independen. “Sebelumnya, saya sudah sampaikan ke partai, selain itu juga ada dukungan dari para ulama,” katanya.

Melihat kondisi ketertinggalan partai tersebut, ia tetap akan mempersiapkan langkah apapun untuk mempertahankan apa yang telah diraih hari ini. “Langkah untuk berkoalisi harus segera dipetakan dan dilaksanakan dengan segera mengingat waktu sudah semakin dekat. Berbagai partai sudah saling berkoalisi untuk maju dalam Pilkada 2018. Namun ia juga tidak menutup kemungkinan akan ada koalisi bersama partai lain apabila nanti ada pembicaraan yang lebih serius.” jelas M Anton yang juga sebagai Walikota petahana Malang.

Namun, pihaknya sejauh ini masih tetap mengkaji permasalahan terkait ketertinggalan persiapan PKB menuju Pilkada Kota Malang 2018. “Sebelumnya, pendekatan dengan beberapa partai memang sudah dilakukan. Namun masih sebatas komunikasi saja dan belum ada kepastian,” ungkap Anton.

Seperti yang telah diberitakan laman PKBNews, Kamis, (6/7/2017) lalu, DPC PKB Kota Malang akan merekomendasikan agar Anton maju dalam Pilkada Malang Kota tahun depan. Pastinya PKB juga berharap besar pada Anton selaku Walikota petahana dan Ketua DPC PKB Kota Malang saat ini.

Sekretaris DPC PKB, M Zamroni Sofyan mengaku, sejauh ini pihaknya mendukung Anton, untuk maju melalui PKB. Namun,  pihak DPC menunggu keputusan DPW dan DPP terkait rencana koalisi dan langkah selanjutnya yang akan diambil.

“Kami sudah mantap merekom Abah Anton untuk maju kembali di Pilkada Malang. Akan tetapi semuanya bergantung pada kehendak Abah, kalau Abah Anton maju lewat independen ya itu hak beliau,” kata Zamroni.

Munculnya Skema dan Poros Baru

Terkait wacana Walikota Petahana yang akan turun kembali dalam kontestasi Pilkada Kota Malang 2018 menimbulkan spekulasi para pengamat dan politisi Kota Malang yang menganggap ada suatu kekuatan basis yang kuat.

Ketua DPC Partai Demokrat, Arif Dharmawan mengungkapkan, sosok seorang Anton sebagai calon petahana menjadi perhitungan penting bagi Partai Demokrat. Karena itu, jika Anton benar-benar mengambil jalur independen, skema baru masih mungkin akan tercipta.

“Bisa jadi pada akhirnya semua partai berkumpul lagi untuk menentukan langkah. Jika Abah Anton memilih tanpa partai, tidak menutup kemungkinan semua partai akan bersama-sama untuk melawannya,” pungkas dia.

Kritikan Langkah Anton Maju Secara Indipenden

Langkah dan upaya M Anton dalam menyiasati minimnya kesiapan PKB dalam kontestasi politik Pilkada Kota Malang 2018, menuai banyak kritikan dan sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya yakni politisi PDI P Kota Malang yang juga menjabat Ketua DPRD Kota Malang.

Ketua DPRD Kota Malang, Arief Wicaksono mengkritik langkah rencana alternatif Anton untuk maju secara independen sangat tidak etis. “Langkah yang diambil Abah sangat tidak etis, apalagi sekarang abah menjabat sebagai ketua partai,” tandasnya.

Sosok M Anton dirasakan memiliki popularitas yang kuat dan bagus di kalangan masyarakat dan beberapa komunitas yang kemudian juga menjadi salah satu modal bagi dirinya, tidak bergantung pada partai.

Etika politiknya, sebagai ketua partai harusnya memiliki tanggung jawab yang besar akan partainya, bukan mengambil langkah dan upaya untuk berjuang sendiri. “Seharusnya Anton mencari cara untuk dapat mendekatkan diri dengan partai lain sebagai koalisi yang.terlihat,” ungkap dia.

Sebelumnya, Anton menyampaikan, alasan dia berencana maju secara indepeden dikarenakan PKB belum menjalin komunikasi secara serius dengan partai lain untuk berkoalisi. Sehingga, dengan alasan untuk mengejar ketertinggalan, maka ia memilih untuk berencana maju secara independen.

Sekretari DPC PDIP Kota Malang, Abdul Hakim juga mempertanyakan langkahnya yang akan maju secara independen, ia mempertanyakan kesehatan tubuh internal PKB. “Itu kenapa, sebagai ketua partai kok sampai mau maju sendiri?”

Terkait rencana Anton yang akan maju melalui jalur Independen, Ketua DPC Partai Hanura, Ya’qud Ananda Gudban, juga menyampaikan tanggapannya.  “Saya tidak  yakin, beliau memilih jalur itu. Beliau itu ketua Parpol, sebagai ketua Parpol pastinya  beliau juga punya kewajiban moral memberi pembelajaran politik pada masyarakat agar punya kepercayaan pada Parpol, bukan malah meninggalkan begitu saja,” ungkapnya.

Ibarat nahkoda, Anton dianggap kurang bertanggung jawabnya ketika ada masalah, dan dengan seenaknya dia tinggalikan kapal begitu saja dengan awak kapalnya. Keputusannya yang egois.[]

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here