DPRD Bondowoso: Sektor Pariwisata Perlu Dibenahi Segera

0
125
wisata arung jeram Bondowoso

Bondosowo-Nusantara.news, Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir dengan sejumlah Pejabat Pemkab Bondowoso meninjau tempat wisata Rengganis yang berada di desa Glingseran Kecamatan Wringin, Jum’at  (19/5/2017).

Adapun pejabat Bondowoso yang ikut mendampingi Ketua DPRD, Kepala Dinas Pariwisata, Harry Patriantono, Kepala Dinas Pertanian, Munandar, Kepala Diskominfo, Haeriyah Yulianti, Camat Wringin, Kepala Desa Glingseran dan masyarakat setempat.

Ahmad Dhafir dalam kunjungannya mengatakan, potensi wisata yang dimiliki Bondowoso sangat banyak, bahkan jika didata dengan cermat ada ratusan tempat wisata yang layak dijual kepada wisatawan.

Namun, yang terjadi pada wisata di Bondowoso masih belum sepenuhnya dikelola dengan baik. Sehingga selama ini yang dilakukan hanya pengenalan obyek saja. Sementara secara ekonomis masih belum dilakukan secara maksimal

“Oleh karena itu, saya minta kepada kepala Dinas Pariwisata untuk melakukan langkah-langkah strategis dengan menjalin sinergi dengan dinas terkait, seperti Pertanian, PUPR, Diskominfo dan wartawan,” katanya.

Menurutnya, dengan bersinergi dengan dinas terkait itu, merangsang untuk menambah pendapatan bagi obyek wisata itu sendiri. Semisal, dinas Pertanian yang dapat menyediakan hasil produksi pertaniannya untuk dijual kepada wisatawan. Sementara PUPR yang mengatur infrastruktur yang dibutuhkan.

“Dan yang lebih penting bagaimana peran Kominfo untuk mengajak media dalam rangka publikasi. Karena peran media dalam program ini sangat membantu agar masyarakat mengetahui,” ujarnya.

Lebih lanjut Ahmad Dhafir menjelaskan, banyaknya potensi wisata di Bondowoso akan dapat meningkatkan perekonomian, bahkan dapat menambah pendapat asli daerah (PAD). Itupun kalau di kelola dengan benar dan profesional.

Sedangkan potensi wisata yang layak dijual milik Bondowoso, kata Ahmad Dhafir, seperti batu susun yang berada di desa Solor Kecamatan Cerme,Tancak Kembar di desa Ardisaeng, air terjun di desa Sempol, dan salah satunya air terjun Sulaiman ini.

“Kekayaan alam ini harus dikelola dengan maksimal, agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Paling tidak masyarakat dapat memanfaatkan kondisi ini untuk mengais rejeki dengan berjualan misalnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Pemkab Bondowoso Harry Patriantono, mengaku, telah melakukan upaya untuk membangkitkan wisata di Bondowoso. Menurutnya, yang dilakukan pada tahun 2016 kemarin, Pembangunan wisata diwilayah Bondowoso timur, seperti Kecamatan Ijen, Cermee, Prajekan dan Klabang.

“Nah, untuk tahun 2017 ini, Dispar akan mengembangkan wisata di wilayah Bondowoso bagian barat. Seperti yang kita lakukan selama ini,” ujarnya,

Meski keterbatasan anggaran dari Pemkab Bondowoso, pihak Dispar sudah berupaya dengan menggandeng investor swasta, dan para Kepala Desa agar dapat menganggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) atau Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN. “Saat ini Desa Glingseran yang telah mengalokasikan untuk membangun dan meningkatkan potensi wisata melalui ADD dan DD,” tegasnya.

Diharapkan, kepala Desa yang lain di Bondowoso dapat melakukan hal yang sama untuk mengelola potensi wisata di desanya masing-masing yang dianggarkan dari ADD dan DD. “Mudah-mudahan niat baik yang telah dilakukan dapat memberikan kontribusi ekonomi kepada masyarakat Bondowoso,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here