DPRD Jatim Desak Balai Besar Gunakan Dana Urgent untuk Perbaikan Jalan

0
116

Nusantara.news, Surabaya – Lambatnya perbaikan kerusakan jalan Nasional di Jawa Timur membuat resah warga. Ironisnya, dana alokasi 2017 untuk perbaikan jalan tak sesuai dengan panjang jalan nasional di Jatim yang mencapai 2361,23 KM.

Jalan nasional yang rusak berat mencapai 85,43 kilometer, dan rusak ringan mencapai 492 kilometer. Sementara jalan provinsi yang rusak berat 16 kilometer dan rusak ringan 141 kilometer.

DPRD Provinsi Jawa Timur mendesak Balai Besar Pekaksanaan Jalan Nasional –VIII, untuk segera melakukan perbaikan jalan nasional yang rusak melalui alokasi dana urgen, bukan menunggu lelang.

“Lambatnya pemerintah pusat dalam perbaikan kerusakan jalan nasional di Jawa Timur, dikarenakan sistem penganggaran Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional yang dinilai lambat. Kami mendesak agar alokasi dana urgen untuk perbaikan bukan menunggu lelang,” jelasnya, Selasa (24/1/2017).

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Achmad Heri menyatakan bahwa kerusakan jalan di Jawa timur didominasi jalan nasional yang menjadi tangung jawab Pemerintah Pusat. Walau presentasi jalan rusak lebih kecil dibanding jalan yang bagus, namun hal itu dinilai menghambat laju pertumbuhan ekonomi Jatim.

Heri juga menjabarkan bahwa jalan di Jawa Timur yang menjadi jalan nasional ada tiga jalur. Diantaranya adalah jalur lepas Surabaya menuju daerah Pantura, jalur lepas Surabaya menuju Tapal Kuda, serta jalur Surabaya lepas menuju Mataraman. Kerusakan jalan terdapat di jalur-jalur tersebut.

“Alokasi anggaran Balai Besar Pekaksanaan Jalan Nasional –VIII untuk perbaikan dan perawatan jalan nasional 2017 mencapai Rp1,5 triliun, sedikit mengalami kenaikan daripada 2016 yang mencapai Rp1,3 triliun. Sayang, alokasi sebesar itu tidak sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya. Total panjang jalan nasional di Jatim mencapai 2361,23 KM, mestinya anggaran yang dibutuhkan adalah Rp3 trilun,” tambahnya.

Politisi asal Partai Nasdem ini juga mengungkapkan bahwa permasalahan kerusakan jalan nasional ini tidak hanya dikarenakan cuaca yang buruk, melainkan disebabkan mayoritas kendaraan berat yang membawa beban yang melebihi tonase sering melintas. “Pengawasan tonase ini sangat penting, langkah itu untuk meminimalisir terjadinya kerusakan jalan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Bina Marga Jawa Timur Gatot Sulistyo Hadi yang dihubungi terpisah di Surabaya, mengatakan Pemprov Jatim sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 triliun untuk melakukan perbenahan jalan, mulai pelebaran, pemeliharaan, perbaikan sampai pemantapan.

Masalahnya, imbuhnya, adalah pada jalan nasional. Berdasarkan data yan ada, jalan yang mengalami kerusakan didominasi oleh jalan nasional yang tanggung jawab perbaikannya ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya bisa melakukan tambal sulam saja dengan menggunakan biaya rutin seperti yang terjadi di Gresik,” kata Gatot. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here