DPRD Jatim Dorong Penambahan Anggaran Bencana Setiap Daerah

0
25
Longsor Ponorogo

Nusantara.news, Surabaya – DPRD Jawa Timur mendorong kepada setiap daerah untuk menambah anggaran bencana, dan jangan terlalu menggantungkan kepada pemerintah provinsi, khususnya kepada daerah-daerah yang selama ini dianggap sebagai rawan bencana alam.

Agus Dono, anggota Komisi E DPRD Jatim mengungkapkan, longsor di Ponorogo dan Nganjuk sebaiknya dijadikan pelajaran yang berarti bahwa pos anggaran untuk penanganan bencana alam perlu perhatian khsusus.

Agus mendorong adanya pemetaan beberapa daerah yang dianggap rawan bencana. Sehingga kejadian seperti di Ponorogo dan Nganjuk yang menimbulkan banyak korban tak terulang lagi jika ada tindakan preventif dan sejak dini sudah ada antisipasinya.

“Jangan lamban, sehingga bencana sudah terjadi baru dipetakan. Rencana pemetaan dari Pemprov dengan melibatkan pihak lain khususnya pihak kampus yang ada jurusan geologinya harus segera terealisasi,” jelasnya.

Di sisi lain, untuk mengantisipasi longsor yang terjadi di dua kabupaten di Jawa Timur, DPRD Jatim mendesak agar pihak Perhutani segera menanam beberapa jenis tanaman yang dinilai bisa menahan air hujan di lokasi yang dinilai sebagai titik rawan longsor.

“Dengan melihat kondisi bencana longsor yang terjadi di Nganjuk dan Ponorogo, diharapkan peran aktif pihak Perhutani dalam penanganan longsor di Jawa Timur. Rata-rata lahan adanya longsor milik Perhutani. Hal ini menunjukkan peran aktif Perhutani untuk segera menanganinya,” ungkap Kusni MU Husni, anggota Komisi E DPRD Jatim.

Sementara itu Wakil Ketua Komis E DPRD Jatim Suli Da’im menghimbau kepada Relawan dan Tim Basarnas yang mencari korban longsor di Banaran Ponorogo untuk berhati-hati dalam mencari korban longsor. “Jangan mereka menjadi korban, juga harus berhati-hati karena kondisi tanahnya rentan longsor,” ungkapnya.

Suli Da’im mengatakan pihaknya berharap agar proses relokasi terhadap warga Banaran dipercepat mengingat kondisi di Desa Banaran sudah tak bersahabat. ”Kondisi tanahnya subur dan mudah longsor. Sebaiknya dipercepat,” jelasnya.

Sementara itu, dari informasi relawan di Daerah di Ponorogo, telah terjadi lagi longsor lagi di sektor A ke sektor D. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 11.45 WIB kemarin. Dalam longsor tersebut, selain menimbun 1 alat berat, juga menimbun lima unit sepeda motor milik relawan. Tidak hanya itu, longsor tersebut juga mengakibatkan dua anjing pelacak juga ikut tertimbun di dalam kendaraan unit K9 milik Polda Jatim.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here