DPRD Jatim Minta Pemprov Serius Tangani Banjir Sampang

0
82

Nusantara.news, Surabaya – Banjir di Sampang Madura yang tak kunjung surut, membuat DPRD Jawa Timur merasa perlu mendesak Pemerintah Provinsi Jatim segera bertindak. Komisi E DPRD Jawa Timur, Baddrut Tamam menyatakan banjir Sampang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan dan segera ditangani dengan cepat dan tepat.

Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim itu mengatakan dengan kondisi Kota Sampang yang seperti cekungan, pembuatan plengsengan dan normalisasi sungai tidak terlalu membantu banyak dalam mengurangi banjir, karena hanya sekadar merekayasa banjir. Menurutnya, yang dibutuhkan sekarang adalah pembuatan waduk di beberapa kecamatan.

“Dengan begitu ketika adanya banjir kiriman dari atas, akan ditampung di waduk-waduk tersebut. Selanjutnya air yang ditampung untuk kepentingan masyarakat di antaranya irigasi pertanian, mandi dan air minum. Jadi ketika musim kemarau di Sampang tidak terjadi lagi kekeringan,” ujar anggota DPRD asal daerah pemilihan Madura itu.

Senada, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Hamy Wahjunianto mengatakan jika Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) membantu anggaran untuk normalisasi sungai, pembuatan plengsengan, pembuatan rumah pompa dan pembelian dengan anggarannya sebesar Rp205 miliar. Dengan anggaran sebesar itu diharapkan Sampang tidak lagi banjir seperti ini. “Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian PU dan mereka siap untuk mengucurkan anggaran,” papar politisi asal PKS ini.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mendukung langkah-langkah penyelesaian banjir Sampang. Dari segi pendanaan yang semula hanya menganggarkan Rp55 miliar, akhirnya ditambah menjadi Rp 205 miliar. Penambahan anggaran itu setelah Balai Besar Wilayah Sungai Brantas melalui Kementerian PU memberikan bantuan dana sebesar Rp150 miliar dari pos APBN.

“Kami berharap dengan gelontoran dana dari APBN paling tidak bisa meminimalisir banjir yang ada di Sampang yang disebabkan luapan Kali Kemuning,” tegas Pakde Karwo usai rapat paripurna di DPRD Jatim.

Politisi Fraksi Demokrat H. Hisan menyarankan agar Pemerintah untuk segera membangun bendungan di daerah utaranya Kab. Sampang atau di Daerah sebelum masuknya di kota Sampang yaitu di Kec. Robatal dan Kec.Kedundung Madura.

Menurutnya, pembuatan bendungan dirasa lebih murah dari segi biaya daripada sistem sodetan yang membutuhkan waktu lama dan makan biaya yang tinggi dan memerlukan penanganan dari Pemerintah Pusat.

“Apabila bendungan ini dibangun atau dibuat di kedua Kecamatan khususnya di Robatal dan Kedundung tersebut, air mungkin tidak langsung mengalir ke tengah Kota Sampang yang selama ini diresahkan warga sampang, tapi air langsung ditampung di bendungan tersebut,” ungkapnya.

“Kemudian jika sudah ada tempat penampungan yang penuh dibendungan itu kemudian bisa dikeluarkan perlahan – lahan dengan menggunakan sistem palang pintu air dengan sistem otomatis, dan mungkin dengan cara sistem tersebut banjir di kota Sampang bisa berkurang.”[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here