DPRD Soroti Infrastruktur dan Lalu Lintas Kota Malang

0
85
Ilustrasi infrastruktur jalan rusak (Sumber: Tribratanews)

Nusantara.news, Kota Malang – Pembangunan infrastruktur dan kemacetan lalu lintas menjadi sorotan DPRD Kota Malang. Kemacetan yang parah akan terjadi apabila manajemen tata kota Pemkot Malang berjalan kurang baik.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Harun Prasojo menyoroti tren perkembangan kota di Kota Malang, khususnya  penataan kota dan lalu lintas Kota Malang.

“Ada beberapa titik lokasi, seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Mayjen Panjaitan, Jalan MT Haryono dan sebagainya, terlihat masih terdapat kepadatan kendaraan yang menyebabkan terjadinya arus kemacetan,” ungkapnya kepada wartawan, Jum’at 29/12/2017

Pihaknya menjelaskan, fenomena tersebut terjadi, karena kurang tertatanya kota dengan baik serta kontrol perkembangan sosial dan infrastruktur kurang maksimal.

Ia menyebutkan salah satu lokasi yang perlu dilakukan kajian rekayasa lalu lintas adalah Jalan Mayjen Panjaitan.

“Kondisi Traffic Light yang tepat di pintu belakang Universitas Brawijaya itu, menurut Harun malah menyebabkan tumpukan kendaraan bagi yang hendak ke arah Jalan MT Haryono ataupun kendaraan yang ingin melintas ke Jalan Soekarno Hatta, ini perlu dikaji dan bira perlu direkayasa untuk mengurai penumpukan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, ia menyebut juga ada ketidak sesuaian durasi waktu kendaraan jala dan berhenti yang membuat antrian kendaraan yang panjang. “Sudah saya sampaikan beberapa kali ke Dishub bahwa untuk traffic light daerah Betek dekat dengan Gerbang UB supaya dikaji ulang masalah durasi waktu berjalan dan berhentinya kendaraan,” tegas Politis PAN Kota Malang tersebut.

Ia prihatin jika kemacetan tersebut terus berlanjut, ketika jam kerja. “Kondisinya cukup memprihatinkan dan kami berharap kepada Dishub untuk secepatnya mengkaji kembali, agar pemanfaata waktu bisa efektif dan efisien,” keluhnya.

“Saya kira ini perlu untuk segera dibenahi, Jika tidak, waktu produktif untuk bekerja dan beraktivitas bisa habis di jalan,” tandas Harun.

Tidak hanya permasalahan kemacetan saja yang menjadi masalah lalu lintas banyak lagi beberapa permasalahan yakni traffic light, jalur dan arah jalan, parkir, sarana prasarana lalu lintas, jalan rusak dan lainnya.

Beberapa titik lokasi jalan yang terletak di perbatasan di wilayah Kabupaten Malang atau Kota Batu, masih dijumpai dengan kondisi rusak yakni berlubang dan bergelombang. Ini menjadi salah sau potensi penyebab kecelakaan di jalan.

Banyak keluhan yang sampai pada Komisi C DPRD Kota Malang, terkait infrastruktur jalan rusak. Anggota Komisi C, Afdol Fauza mengatakan, jalan rusak yang berada di kawasan perbatasan sudah kerap dibicarakan dalam rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum.

Ada beberapa kendala ketika hendak membenahi permasalahan tersebut, yakni salah satunya yakni jalan yang ada di perbatasan itu rata-rata merupakan jalan yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Pusat.

“Namun, bukan berarti Pemkot Malang harus berdiam diri. Harusnya Pemkot pro aktif mengajukan perbaikan jalan ke provinsi maupun pusat agar infrastruktur bisa dalam kondisi baik, bukan terkesan tidak ada tindakan sehingga belum baik sedari ini,” jelas Afdol.

Ia menjelaskan persepsi masyarakat terkait pengelolaan jalan. “Masyarakat tahunya jalan yang ada di Kota Malang adalah tanggung jawab Pemkot Malang. Oleh karenannya Pemkot harus pro aktif membenahi masalah tersebut,” ujar politisi Partai Hanura tersebut.

“Kiranya Pemkot harus diselesaikan untuk terciptanya tata kota dan lalu lintas masyarakat yang baik,” pungkasnya.

Harun berharap tahun 2018 mendatang, Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan bisa menyelesaikan permasalahan lalu lintas terebut. “Semoga bisa kembali lancar terutama terurai atau berkurangnya kemacetan pada titik jalan di Kota Malang,” kata Harun Prasojo. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here