DPRD  Surabaya Dukung Percepatan Revitalisasi Pasar Tradisional

0
178

Nusantara.news, Surabaya – DPRD Surabaya mendukung Pemerintah Kota Surabaya untuk revitalisasi pasar tradisional. Apalagi, APBD Surabaya mencapai Rp8,3 triliun sangat mendukung program tersebut. Revitalisasi ini bisa mencegah makin terpuruknya pedagang, dan perekonomian skala kecil menengah, akibat serbuan pasar-pasar moderen di Kota Pahlawan.

“Pertumbuhan pasar modern sangat pesat. Jika pasar tradisional tak segera direvitalisasi, akan mengancam perekonomian Surabaya. Apalagi pasar tradisional urat nadi perekonomian warga,” ujar Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono,  Senin (6/3/2017).

Ditambahkan, dengan dukungan anggaran sebesar Rp 8,3 trilun tentu tak sulit bagi Pemkot Surabaya untuk segera membenahi pasar tradisional. “Dengan dana sebesar itu, pemkot pasti mampu membenahi pasar tradisional. Bahkan bisa melakukan pendampingan terhadap para pedagang,” ujarnya.

Program revitalisasi pasar tradisional ini memang  salah satu kebijakan strategis Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2014-2034 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 dalam kepemimpinan Walikota Tri Rismaharini.

Pemkot Surabaya bertekad untuk membenahi pasar-pasar tradisional sebagai kekuatan ekonomi kota Surabaya. Risma menargetkan, revitalisasi pasar tradisional di seluruh Surabaya sudah rampung sebelum masa jabatannya sebagai wali kota periode kedua ini berakhir.

Demi melancarkan revitalisasi pasar tradisional, Pemkot Surabaya akan mengambil alih kebijakan PD Pasar Surya dalam upaya percepatan pembenahan pasar tradisional. Pihaknya memerintahkan pada lurah untuk mendokumentasikan kondisi pasar tradisional di wilayahnya masing-masing.

“Jadi kita tarik dulu kewenangannya. Setelah beres dan bagus, maka kita akan kembalikan kepada PD Pasar Surya,” jelas Risma.

Dijelaskan Risma, pasar tradisional yang bagus itu tidak harus mewah. Menurutnya, pasar yang bagus adalah pasar yang tidak sekadar menjadi tempat jualan, namun juga bisa dijadikan sebagai tempat wisata, sehingga orang senang belanja di pasar.

“Indikatornya sederhana, jika anak-anak kecil, remaja dan anak muda mau ke pasar tradisional, maka itu sudah berhasil. Itu kuncinya, karena mereka juga sudah mengenal minimarket,” sebutnya.

Selain itu, pasar yang bagus itu tidak becek, gampang dicari dan tempat berjualannya sudah ada kategori masing-masing, seperti los daging, sayur-sayuran, dan jenis jualan lainnya.

Sementara itu, terkait rencana revitalisasi, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto akan menunggu hasil dari RPJMD 2016-2021.”Jika ada rencana strategis, kami siap menunggu paparan proyeksi pasar tradisional di 2017,” kata Herlina, yang juga mantan anggota Pansus RPJMD DPRD Surabaya.

Herlina juga  sangat mendukung keinginan Pemkot Surabaya untuk membenahi pasar tradisional selain mewadahi UMKM agar mampu bersaing. “Dalam usulan RPJMD, kami juga memberi masukan agar Pemkot dalam pembangunan ekonomi juga merevitalisasi dan mengendalikan pasar tradisional, agar tidak mematikan perekonomian masyarakat menengah  bawah,” ujarnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here