DPRD Surabaya Minta PDAM Tingkatkan Kualitas Kerja

0
65
Kantor PDAM Kota Surabaya

Nusantara.news, Surabaya – Dewan Surabaya menghimbau kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya untuk terus meningkatan kualitisa kerja seiring dengan perpanjangan masa jabatan dua Direksinya yaitu Direktur Keuangan dan Direktur Pelayanan.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mazlan Mansyur menyakini bahwa dengan adanya perpanjangan masa jabatan direksi PDAM selama enam bulan kedepan tidak akan menggangu terhadap kualitas kerja, meski sampai sekarang posisi direktur utama dan direktur Operasional juga masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt).

“Kinerja PDAM memang harus ditingkatkan. Namun soal perpanjangan masa jabatan direksi PDAM tidak perlu dipolemikkan. Biar unsur Bawas (Badan Pengawas) PDAM dipenuhi dahulu baru mulai perekrutan,” kata Mazlan, kemarin.

Politisi PKB ini juga menyatakan bahwa perpanjangan jabatan direksi untuk kedua kalinya itu dilakukan karena Ketua Bawas PDAM Samba Prawira Negara mengundurkan diri. “Kondisi di Bawas PDAM dalam keadaan tidak normal akibat Ketua Bawas PDAM Surabaya mengundurkan diri. Jadi perpanjangan direksi PDAM tidak perlu dipolemikkan,” imbuh Mazlan.

Mazlan menyebutkan, semestinya memang unsur bawas dilengkapi dahulu baru dilakukan rekrutmen direktur yang baru. Tentunya ini juga terjadi di setiap BUMD-BUMD lainnya di Surabaya. “Ini beda jika Pak Samba tidak mengundurkan diri,” tuturnya.

Senada dengan Mazlan. Ketua DPRD Surabaya Armuji mengungkapkan bahwa perpanjangan masa jabatan dua direksi PDAM sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Kota Surabaya. Tapi Dewan tetap mendorong supaya pemkot secepatnya melakukan pergantian dan mencari sosok yang dinilai pas. “Pokoknya segera akan dicarikan yang pas,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pelanggan PDAM Surabaya Ali Musyafak mengatakan, per 5 April 2017 ada dua jabatan direksi yang habis masa jabatannya. Yakni direktur pelayanan dan direktur keuangan yang sudah menjabat sejak 5 April 2013.

“Jika belum ada perpanjangan bisa diartikan ada kekosongan hukum dua posisi tersebut. Sehingga tidak bisa mengambil keputusan. Tentunya apa yang dilakukan setelah habis masa jabatan adalah melanggar hukum,” ujarnya.

Sedang Plt Direktur Operasional PDAM Surya Sembada Tatur Jauhari mengatakan Wali Kota Surabaya memperpanjang jabatan Direktur Pelayanan dan Direktur Keuangan PDAM Surabaya selama 6 bulan.

Ia mengatakan untuk jabatan Direktur Utama dan Direktur Operasional PDAM Surabaya kondisinya juga sama karena hingga saat ini masing-masing belum ada pejabat definitif. “Kalau saya diberi amanah untuk menyelesaikan sesuai tugas dan tanggung jawab saya, ya saya laksanakan,” ucap Tatur.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here