DPUPR Desak Investor untuk Penuhi SLF Pasar Terpadu Dinoyo

0
94
Tampak Bangunan Pasar Terpadu Dinoyo (Sumber: Foody)

Nusantara.news,  Kota Malang – Berlarutnya polemik permasalahan antara pedagang Pasar Merjosari dan Investor yang didampingi oleh Pemerintah Kota belum juga menemui titik temu kesepamahaman antar ketiganya.

Salah satu permasalahannya adalah ada pada kepemilikan Sertifikan Laik Fungsi (SLF) Pasar Terpadu Dinoyo (PTD). Pasalnya hingga hari ini PTD belum juga mengantongi SLF tersebut, sehingga membuat pedagang Pasar Merjosari menganggap bahwa pembangunan yang dilakukan cacat dan tidak layak untuk ditempati.

Sabil El Achsan, Koordinator Paguyuban Pasar megomentari bangunan yang tidak memiliki SLF tersebut “Yang namannya bangunan apabila tidak memiliki SLF bisa dikatakan bahwa bangunan tersebut tidak layak, dan itu jelas akan membahayakan penghuni,” jelas Dia kepada Nusantara.News, (8/5/2017)

“Memang sudah dari beberapa tahun lalu ketika teman-teman paguyuban mengecek pembangunan pasar baru tersebut banyak yang menyalahi aturan da tidak layak, pihak DPRD pun juga berpandangan demikian. Lantas apakah kita harus dipaksakan pindah?,” jawab Sabil sambil mengajukan pertanyaan kembali.

Pihak Pemerintah tepatnya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) pun terus mendesak, menghmbau agar Dinas Perdagangan (Dindag) dan juga investor untuk memenuhi tuntutan tersebut dalam jangka dua minggu saja. “Dari rapat terakhir di Polres beberapa lalu janjinya dua minggu, dan terakhir tanggal 10 Mei ini jatuh temponya,” kata Kadis  DPUPR, Hadi Santoso pada wartawan belum lama ini.

Ia menyampaikan, ada beberapa catatan yang harus dipenuhi untuk mendapat SLF tersebut. Diantaranya springkle dan alat pemadam kebakaran dan segala hal yang menunjan keamanan dan keselamatan penghuni bangunan tersebuy harus dibenahi oleh pihak investor. “Itu masih beberapa saja, ada kebutuhan lain yang juga harus dipenuhi oleh investor,” jelas pria yang akrab disapa Sony tersebut

Pihaknya memberi batas waktu hingga pekan depan untuk memenuhi SLF. Hal itu disampaikannya saat menghadiri rapat kerja di Gedung DPRD kota Malang. Dia juga menyampaikan, apabila pihak investor tidak segera memenuhi tuntutan tersebut, maka pihaknya akan memberi tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang ada. “Kalo tidak dibenahi dan turun, terpaksa pasar tersebut ditutup sementara kemungkinan,” pungkasnya

Mendengar hal tersebut, Koordinator Paguyuban Pedagang, Sabil El Achsan memperkuat sikap dari DPUPR tersebut “Memang tidak layak banyak item yang tidak sesuai dengan perjanjian, kalau pun untuk memenuhi kelayakan dan menepati kesepakatan perjanjian kerjasama pasar dinoyo tersebut dibongkar dan disesuaikan denganperjanjian dengan pedagang, mulai dari kenyamanan, keamanan, langit-langit pengudaraan dan ukuran bedak yang tak sesuai, kasian pedagang merasa ditipu,” tandas Sabil

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here