Drama Borgol KPK

0
67

MENARIK juga kreativitas KPK. Mulai tanggal 2 Januari kemarin, setiap tahanan KPK yang dibawa ke luar rutan, harus diborgol. Selama ini tahanan KPK tidak pernah dipaksa mengenakan gelang besi itu di tangannya. Padahal, sebenarnya, ketentuan pemborgolan tahanan itu sudah ada sejak 2012. Pasal 12 ayat 2 Peraturan KPK Nomor 1 Tahun 2012 tentang Perawatan Tahanan pada Rumah Tahanan KPK, sudah mengatur itu.

Namun, entah kenapa baru sekarang diterapkan. Menurut Saut Situmorang, pemborgolan itu karena alasan keamanan. Saut merasa sangat berisiko memindahkan tahanan dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan personel pengawal yang sedikit.  Walaupun selama ini belum pernah ada tahanan KPK yang kabur dari tahanan, menurut Saut ada baiknya hal itu dicegah sebelum terjadi.

Ini memang alasan keamanan, atau hanya gimmick?

Kalau karena alasan keamanan, rasanya agak susah mencari nalarnya, kecuali sekadar melaksanakan apa yang sudah terlanjur ditetapkan menjadi Peraturan KPK sejak 2012.

Pemborgolan biasanya dilakukan penegak hukum apabila tahanan dikhawatirkan melarikan diri atau membahayakan keselamatan petugas. Terutama untuk pelaku jenis kejahatan keras, seperti pembunuhan atau pencurian dengan kekerasan, kejahatan narkoba, terorisme dan sejenisnya.

Tapi, kalau tahanan koruptor, entah dimana bahayanya bagi keselamatan petugas? Koruptor itu memang sangat berbahaya bagi negara, tapi mereka bukan penjahat yang secara fisik membahayakan orang per orang.

Melarikan diri, kemungkinannya juga kecil. Sebab, mereka rata-rata para pejabat atau pengusaha yang hidup dengan keluarga inti dan basis kekerabatan sosial yang terdata administrasi kependudukannya. Berbeda dengan gembong narkoba atau teroris, yang hampir semua mereka lone ranger. Itulah sebabnya sejauh ini “prevalensi” buronan dari kalangan koruptor sangat kecil.

Jadi, dari sisi ini, tidak terlalu penting memborgol para pencuri uang rakyat ini. Namun, kalau ini hanya gimmick, tak mengapa juga. Bahkan kita harus menyatakan salut kepada KPK terhadap kemampuan mereka bermain gimmick. Dibandingkan dengan semua instansi di negeri ini, barangkali KPK-lah yang paling ahli menciptakan gimmick menarik. Mulai dari pengenaan baju putih, rompi oranye, dan kini borgol. Belum lagi istilah yang muncul di publik: “Jumat keramat”, “OTT” dan sebagainya.

Gimmick, walaupun makna dasarnya berarti tipu muslihat, tetapi bisa berarti positif untuk meningkat nilai pelakunya. Gimmick itu hanya menciptakan hal-hal kecil yang tidak mendasar, tetapi bisa berdampak besar pada popularitas.

Masalahnya, para punggawa KPK merasa kuat pula dengan dukungan opini itu. Apalagi kinerja KPK bisa dikatakan dramatis (kalaulah tidak didramatisasi) dengan serangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang nyaris tak berhenti.

Padahal OTT pasti hanya menangkap pemain kecil, karena menyasar korupsi dengan pola transaksi langsung tunai. Sementara pemain besar dalam kasus megakorupsi tidak lagi menggunakan cara-cara transaksi primitif itu.

Apalagi toh popularitas itulah yang mengangkat reputasi KPK dan merengkuh dukungan opini publik. Bahkan kekuatan lembaga ini hanya nyaris bertumpu pada opini publik semata. Ketika lembaga ini diganggu, publik berteriak membela.

Tapi, jika hanya mengandalkan permainan gimmick itu, ya tak ada gunanya. Dukungan publik yang sebegitu besar dan massif ketika KPK dilanda berbagai guncangan untuk mendegradasi keberadaannya, jangan diartikan hanya sebagai pembelaan. Sebab di balik itu terkandung harapan besar masyarakat untuk bisa menyelamatkan negara dari cengkeraman korupsi. Harapan itu hanya bisa dijawab dengan bekerja dengan benar. Ya, minimal bekerja dengan benar, kalau belum bisa bekerja maksimal.

Sebab eksistensi KPK, yang dibiayai dengan uang negara itu, tidak diukur dengan seberapa besar rakyat mendukungnya, tapi pada kemampuannya bekerja dengan benar melaksanakan tugas pokok yang dipercayakan negara kepadanya.

Jadi mungkin KPK perlu lebih kreatif mencari kiat baru yang lebih substansial ketimbang borgol.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here