Dua Birokrat Disiapkan Maju Pilgub Jatim

0
123

Nusantara.news, Surabaya – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo mengatakan, partainya (demokrat-red) siap memunculkan calon gubernur (Cagub) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur tahun 2018, meski tidak harus dari satu partai. Sebab di Jawa Timur hanya ada satu faksi yaitu faksi Jawa Timur.

“Saya sepakat dengan konsep faksi Jatim, sehingga tidak harus satu partai yang mencalonkan. Yang penting itu visi dan misi calon tentang Jatim ke depan bagaimana atau mau dibawa kemana, sehingga frekuensinya bisa sama. Sebab ngurus negoro itu tidak bisa harus satu partai atau dhulur dewe (saudara sendiri-re),” ujar Soekarwo yang akrab dengan sapaan Pakde Karwo.

Pakde Karwo menambahkan, calon yang akan didukung Partai Demokrat tersebut masih harus menunggu keputusan dari DPP Demokrat, pada September 2017 mendatang.

Pihaknya juga menegaskan telah menyetorkan 4 daftar nama untuk bakal calon gubernur ke DPP PD.

“Saat ini masih dilakukan survey terhadap nama-nama itu, hasilnya Insha Allah pada pertengahan atau akhir Maret ini,” terang suami Nina Soekarwo ini saat menjawab pertanyaan wartawan.

Selain nama Bacagub yang sudah banyak dibicarakan di masyarakat, seperti Saifullah Yusuf, Khofifah Indar Parawansa, Abdul Halim Iskandar dan Tri Rismaharini, lanjut Pakde Karwo, Demokrat Jawa Timur juga memasukkan dua nama dari kader internal serta dua nama birokrat dari Pemerintah Provinsi Jatim.

Namun, sambil tersenyum, Pakde Karwo menolak menyebut nama pejabat pemerintahan tersebut, termasuk menyebut posisi mereka, apakah bakal calon gubernur atau wakil.

“Ndak usah disebut namanya, khawatir gedhe ndase (besar kepala-red).

Hanya saja, Pakde Karwo mengisyaratakan sosok dari birokrat itu masih belum pensiun dan mantan kepala daerah.

Dia menegaskan, pertimbangan utama perlunya mendukung faksi Jatim, guna mendukung terlaksananya perubahan berkelanjutan atau sustainable and change di Jatim. Artinya, Demokrat Jatim sepakat perlunya mempertahankan sesuatu yang sudah baik dan mengambil sesuatu yang baru dan baik itu untuk kembali diterapkan.

Sementara itu, diwawancarai terpisah, mantan sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur,Thoriqul Haq juga berharap faksi Jawa Timur bisa tetap eksis di perhelatan Pilgub Jatim 2018, mendatang. Pihaknya berharap pasangan cagub dan cawagub yang diusung PKB bisa disepakati oleh parpol-parpol lain di Jawa Timur.

“Faksi Jawa Timur itu bukan bicara soal Pilgub saja tetapi juga Pilkada serentak di Jatim yang digelar di 18 kabupaten/kota di Jatim. Jadi bargaining politiknya itu sangat luas,” tegas Thoriqul Haq yang juga Ketua Komisi C di DPRD Jawa Timur.

Untuk diketahui, meski pelaksanaan Pilgub Jawa Timur akan digelar akhir 2018 nanti, wajar jika lobi-lobi atau pendekatan terus terjadi. Namun, siapa pun nanti yang memimpin Jawa Timur lima tahun ke depan, kesejahteraan rakyat harus terwujud. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here