Dua Jenderal Turun, Jadi Jurkam di Pilgub Jatim 2018

1
206
"Partai Gerindra akan all out untuk memenangkan Gus Ipul-Puti Guntur"

Nusantara.news, Surabaya – Guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecurangan dan manipulasi suara pemilih, khususnya di wilayah Madura, mantan Ketua Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono diturunkan dan menjadi juru kampanye untuk mengawal dan memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, 2018. Tak hanya untuk Khofifah-Emil, sang Jenderal dan juga gerbong partainya akan berjibaku berjuang untuk kemenangan Kombes Pol (Purnawirawan) Syafiin, putra daerah yang maju di Pemilihan Bupati Kabupaten Jombang.

Hadirnya tokoh kawakan yang kini menjabat Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Hendropriyono oleh peneliti dari Surabaya Survey Center (SSC), Surochim Abdussalam disebut akan banyak membawa manfaat dan sangat efektif selain untuk mengamankan suara pendukung Khofifah-Emil dari kemungkinan terjadinya kecurangan, juga berpeluang untuk memenangkan pasangan itu.

“Latar belakang dan pengalamannya di intelijen akan sangat membantu mengantisipasi potensi terjadinya kecurangan seperti di Pilgub periode sebelumnya,” ujar Surochim.

Baca juga: Jalan Buntu Mengusut Mahar Politik La Nyalla?

Hendropriyono dengan segudang pengalamannya di militer dan basis disiplin ilmu intelijen diharapkan bisa memanfaatkan akses kekuasaan pemerintahan yang dimungkinkan efektif. “Karena potensi kecurangan di Madura, salah satunya bisa ditekan dengan kekuatan pemerintah,” tambahnya.

Seiring dengan terus mengalirnya dukungan ke pasangan Khofifah-Emil, termasuk Ketua PKPI yang siap berlaga di panggung kampanye akan cukup efektif untuk pasangan Mantan Menteri Sosial RI dan Bupati Kabupaten Trenggalek itu.

Dipastikan, Hendropriyono bisa memanfaatkan akses dan pengaruh nama besarnya termasuk ke pemerintahan yang dinilai efektif, khususnya di Madura.

Sebelumnya, Ketua DPP PKPI Jatim, Hadiatmoko menegaskan kebenaran Hendropriyono siap ‘turun gunung’ menjadi juru kampanye Khofifah-Emil, khususnya untuk penguatan dan pengamanan suara di wilayah Madura. Selain Hendropriyono, Hadiatmoko yang juga mantan Kapolda Jatim juga siap ikut ‘habis-habisan’ memenangkan Khofifah-Emil.

“Dalam Pilgub Jatim ini PKPI menjadi partai pendukung. Secara pribadi, saya dan Ketum Pak Hendropriyono siap menjadi jurkam,” tandasnya.

“Hendropriyono jadi juru kampanye untuk mengawal dan memenangkan pasangan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018”

Lanjutnya, meski baru memiliki satu kursi di wilayah Trenggalek dan Bojonegoro serta dua kursi di Kabupaten Madiun, PKPI siap memberikan dukungan penuh untuk mengantar Khofifah-Emil menuju jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.

Sebab, PKPI punya 220 ribu kader yang sudah terdata dan memiliki kartu tanda anggota (KTA). Selebihnya, ajang Pilkada serentak ini sekaligus untuk memanaskan mesin partai menyongsong Pileg dan Pilpres 2019.

“Lewat Pilkada serentak ini, PKPI akan menggunakan kesempatan untuk memanaskan mesin partai guna menyongsong Pileg dan Pilpres 2019,” terang Hadiatmoko.

Tokoh Berpengaruh juga Turun ke Jatim

Tak hanya Hendropriyono, sejumlah nama beken lainnya dipastikan juga akan ikut meramaikan panggung selama musim kampanye untuk memenangkan Khofifah-Emil dan pasangan Syafiin-Choirul Anam, yang diusung PDIP dan Hanura untuk menuju kursi Bupati Jombang.

Hendropriyono siap naik panggung kampanye di seluruh wilayah Jatim untuk memenangkan Khofifah-Emil, yang didukung Partai Demokrat, Golkar, PPP, NasDem, Hanura dan PAN. Penegasan itu disampaikan oleh Hadiatmoko yang menjabat Ketua DPW PKPI Jatim.

“Ketua Umum (PKPI) siap melakukan kampanye untuk pasangan Khofifah-Emil,” terangnya.

Baca juga: Mengukur Peluang Menang di Pilgub Jatim 2018

Ditambahkan, sebagai mantan Kapolda Jatim, dirinya mengaku tidak sulit melakukan tugas partai tersebut untuk mengantar Khofifah-Emil menuju jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta mengantar Syafiin untuk memenangi kompetisi menuju jabatan Bupati Jombang. Dia mengaku sudah sangat hafal dengan situasi dan karakteristik wilayah di Jatim. Tak hanya itu, dirinya juga mengaku telah memiliki basis massa pendukung yang merata di Jatim.

 

“Saya ini mantan Kapolda Jatim. Sudah paham betul dengan semua karakter di sini (Jatim). Bagaimana tentang Madura, Tapal Kuda dan berbagai daerah lainnya, saya sudah hafal,” tegasnya.

Gerakan turun ke bawah itu dilakukan sebagai bentuk resmi dukungan kepada pasangan mantan Menteri Sosial Khofifah dan Bupati Trenggalek Emil Elistianto untuk bisa memenangi pertarungan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. “Kami (PKPI Jatim) siap untuk memenangkan pasangan Khofifah-Emil,” tegasnya Hadiatmoko di Surabaya, Selasa, (16/1/2018).

Dikatakan, tidak ada kalimat sulit untuk melakukan pekerjaan partai. Karena PKPI, yang memiliki 220 ribu kader tersebar di 38 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Jatim, akan memaksimalkan langkah. Mereka, resmi terdaftar dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PKPI.

“Dengan suka rela mereka turun di daerahnya masing-masing untuk menggalang dukungan guna memenangkan pasangan Khofifah-Emil,” tambahnya.

“Prabowo jadi jurkam untuk pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur di Pilgub Jatim 2018”

Selain untuk mengantar kemenangan Khofifah-Emil, PKPI juga fokus untuk memenangkan Syafiin, sebagai putra daerah yang dinilai layak melakukan pengabdian sebagai Bupati Jombang, berpasangan dengan Choirul Anam. Syafiin didukung koalisi PDI Perjuangan, Hanura, dan PKPI. Untuk menuju kemenangan para jagonya tersebut Hadiatmoko menargetkan partainya akan menjadi lebih besar di Jatim, khususnya untuk menuju Pemilu 2019.

Selain Hendropriyono, yang menjadi juru kampanye untuk pasangan Khofifah-Emil. Sejumlah nama lainnya yang juga akan turun melakukan kampanye adalah istri Emil, Arumi Bachsin serta putra mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Agus Harimurti Yudhoyono.

Pasangan Khofifah-Emil maju Pilgub Jatim diusung oleh Demokrat yang memiliki 13 kursi di DPRD, Golkar memiliki 11 kursi, NasDem memiliki 4 kursi, PPP memiliki 5 kursi dan Hanura memiliki 2 kursi, PAN dengan 6 kursi.

Prabowo Subianto Kampanye untuk Saifullah Yusuf-Puti Guntur

Sementara untuk pasangan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno yang diusung PKB, PDIP, Gerindra dan PKS. Juga tak mau kalah, tokoh nasional yang juga punya latar belakang militer yakni Prabowo Subianto, yang pernah menjabat Komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) juga akan berlaga di panggung kampanye untuk memenangkan Saifullah Yusuf-Puti Guntur.

Guna menyokong kekuatan PDIP, Partai Gerindra juga ingin membuktikan kerja nyatanya mengantar dan menuju kemenangan Gus Ipul-Puti Guntur menju jabatan kursi “Jatim Satu”. Itu dibuktikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto turun menjadi juru kampanye.

“Partai Gerindra akan all out untuk memenangkan Gus Ipul-Puti Guntur, Bapak Prabowo akan menjadi jurkam,” kata Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim, Hendro Tri Subiantoro.

Selain Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo yang akan turun langsung menjadi jurkam, Gerindra juga menurunkan sejumlah kader terbaik pilihannya. Di antaranya ada nama Ipong Muchlissoni Bupati Ponorogo dan Moreno Suprapto.

“Nantinya, semua kader Gerindra utamanya kepala daerah dari Gerindra juga akan all out untuk memenangkan Gus Ipul-Puti,” tambahnya.

“Hendropriyono juga akan berkampanye untuk pasangan Syafiin-Choirul Anam di Pemilihan Bupati Jombang”

Selebihnya, para kepala daerah yang diusung Gerindra yang maju di Pilkada Serentak 2018, juga akan bahu membahu ikut turun membantu dan menuju kemenangan Gus Ipul-Puti. Termasuk massa partai berlambang kepala Garuda juga ikut mengkampanyekan pasangan Gus Ipul-Puti.

Baca juga: Melawan Cara-cara Licik Politik Dinasti

Kedekatan Prabowo dengan para kiai di Jatim, termasuk saat Prabowo maju di Pilpres periode lalu juga akan kembali digandeng untuk ikut mendukung Gus Ipul-Puti Guntur. Dikatakan, Prabowo sangat menghormati peran para kiai Nahdlatul Ulama (NU) dalam melakukan ikhtiar terbaik untuk pasangan Gus Ipul-Puti Guntur. Meski diakui yang membuat berat Partai Gerindra karena sejumlah kiai pendukung Khofifah maupun Gus Ipul, dulu sama-sama mendukung Prabowo saat maju di pemilihan presiden.

“Namun, dalam konteks untuk kepentingan di Jawa Timur, mau tidak mau atau suka tidak suka ini adalah pilihan meski sulit. Karena semua para kandidat adalah kader terbaik NU. Satunya Ketua Muslimat dan satunya lagi Ketua Ansor,” tegasnya.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here