Duel Gus Ipul vs Khofifah, Akan Pecah Suara NU?

0
326

Nusantara.news, Surabaya – Siapa dukung Siapa di Pilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 mendatang? Mayoritas masyarakat Jatim tentu menginginkan seorang pemimpin yang bisa membawa kemaslahatan umat, jujur, adil, anti korupsi, pro rakyat serta mampu membawa perubahan yang lebih baik lagi.

Dari kriteria yang berhasil dipetakan oleh Nusantara.news ada beberapa nama atau calon kuat yang potensial untuk menuju Gedung Grahadi 1. Siapa saja sosok tersebut? Apakah sosok tersebut mempunyai keshalehan sosial peduli dan berjuang untuk rakyat kecil?

Dari sejumlah nama yang teridentifikasi muncul dua sosok yang diperkirakan akan maju dalam laga Pilgub Jawa Timur di tahun 2018 mendatang dan memiliki segmen pendukung yang cukup solid. Mereka masing-masing adalah Gus Ipul panggilan akrab Syaifullah Yusuf yang kini menjabat selaku Wakil Gubernur Jatim dan Khofifah Indarparawansa yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial dalam Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Selain kedua sosok ini berdarah asli Jawa Timur, keduanya juga berakar kuat dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU)—organisasi Islam terbesar di Indonesia. Dari sisi ini, pertarungan politik antar kedua tokoh ini dalam Pilgub mendatang tentu akan menarik untuk diamati.

Gus Ipul dan Khofifah Sosok Kuat Pimpin Jatim

Bagi kebanyakan warga Jawa Timur nama Gus Ipul tentu bukan sesuatu yang asing. Wakil Gubernur Jatim ini sudah dua periode mendampingi Gubernur Soekarwo. Popularitasnya di pentas politik nasional relatif mumpuni. Selain pernah menjadi anggota DPR-RI mewakili PDIP, ia juga tercatat pernah menjadi menteri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan mengantongi modal sosial yang ia miliki Gus Ipul punya kans yang cukup besar untuk meraup suara di kantong-kantong Nahdliyin, Terlebih, posisinya saat ini sebagai petahana wakli gubernur memberikan banyak kesempatan untuk tampil di hadapan masyarkat Jawa Timur.

Sementara itu, Khofifah Indarparawansa juga memiliki modal sosial yang tidak kalah kuat disbanding Gus Ipul. Ia tidak saja pernah menjadi menteri di era Presiden Gus Dur dan punya pengalaman panjang di DPR-RI, tetapi juga menduduki posisi penting saat ini sebagai Menteri Sosial di Kabinet Kerja Jokowi. Keberhasilan program kerja peda kementerian yang ia pimpin, khususnya bagi masyarakat di Jawa Timur, tentu akan ikut mempengaruhi elektabilitasnya dalam Pilgub Jatim di tahun 2018 mendatang.

Keduanya diperkirakan akan sulit menggunakan kendaraan politik yang sama dalam Pilgub mendatang. Sulit rasanya membayangkan salah satu dari kedua tokoh ini untuk mengambil posisi sebagai “orang kedua” dalam berpasangan.

Pasalnya, Gus Ipul selama dua periode ini berstatus sebagai “orang ke dua”. Dengan posisi semacam itu, pilihan politik Gus Ipul tentunya akan lebih tertuju pada posisi “orang pertama”.

Hal yang sama agaknya juga ditempuh oleh Khofifah. Selain dua kali menjadi menteri, Khofifah pernah dua kali maju dalam Pilgub Jatim sebelumnya dengan status sebagai “orang pertama.”

Dengan demikian, Gus Ipul dan Khofifah dipastikan akan berada dalam posisi head to head dalam Pilgub Jatim mendatang. Kekuatan dan modal sosial yang dimiliki keduanya tentu akan membuat kontestasi berlangsung ketat dan seru.

Lebih dari itu, keduanya juga memiliki akar sosial yang cukup kuat di kalangan Nahdliyin. Oleh karenanya, pertarungan ke dua belah pihak dipastikan akan berlangsung secara sengit di basis NU di sepanjang wilayah Tapal Kuda Jawa Timur. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here