Dugaan Fiktif, Prosedur Lelang Dipertanyakan

0
129
Ilustrasi Bawang Merah (Sumber: Berita Daerah)

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Dugaan permainan lelang antar pihak pemerintah dan juga perusahaan, pada proyek pengadaan bawang merah oleh Dinas Tanaman Panga, Hortikulturan dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Malang senilai Rp 4,7 miliar dipertanyakan oleh masyarakat.

Pasalnya, lelang pengadaan bawang merah yang dimenangkan oleh CV KJA tersebut, tidak diketahui kantornya atau diduga menggunakan kantor fiktif, atau palsu. Besaran pengadaan yang mencapai milliaran rupiah dimenangkan oleh perusahaan yang tidak diketahuin persis keberadaannya.

Miliaran rupiah tersebut merupakan potensi kerugian negara dan uang rakyat yang sengaja di gelapkan dalam pelelangan yang fiktif, apabila benar adanya. Hal ini yang kemudian menjadi pandangan bahwa ada permainan dibalik pemenangan tender pada proyek pengadaan bawang merah ini.

Bidang Advokasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Kabupaten Malang, Khusnul Hakim Sadad mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi adanya kejanggalan dalam lelang komoditi bawang merah di Kabupaten Malang tersebut.

Langkah selanjutnya pihaknya melakukan tindak lanjut dengan melakukan penelusuran serta  pengecekan kantor perusahaan pemenang lelang, alhasil ternyata alamat yang dicantumkan adalah rumah biasa, bukan sebuah kantor perusahaan.

Dikutip dalam laman Surya, Khusnul menjelaskan bahwa, perusahaan pemenang lelang pengadaan bawang merah tersebut beralamat di Dusun Glanggang RT 10 RW 03, Desa Glanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.  “Alamat tersebut bukan sebuah kantor, melainkan hanya rumah pemukiman penduduk. Kami juga sudah melakukan pengecekan ke Pemerintah Desa juga tidak ada data kalau ada kantor dari CV KJA,” jelas Dia.

Melihat hal ini perusahaan pemenang lelang jelas tidak memiliki kantor sesuai ketentuan aturan PP Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, ini jelas ada pelanggaran dalam proses pelelangan. “Harusnya perusahaan tersebut gugur dalam persyaratan, lha kok ini malah menjadi pemenang, ini kan sebuah kejanggalan yang lucu, bagaimana verifikasinya, dan bagaimana bisa dinyatakan professional apabila tidak memiliki kantor,” sindir Khusnul.

Pihaknya bersama GP Ansor Kabupaten Malang akan mengawal persoalan lelang fiktif bawang merah ini. Karena dalam pelelangan tersebut ada potensi tindak korupsi dalam persoalan tersebut terjadinya potensi kerugian negara cukup besar. “Terlihat sebesar Rp 4,7 Miliar itu besaran yang tak kecil, apalagi pengadaan bawang merah tersebut menggunakan uang rakyat dari APBD Kabupaten Malang.” tandas Khusnul.

“Kami sebagai masyarakat yang tahu dan sadar tidak bisa tinggal diam melihat adanya dugaan kecurangan dalam pelelalngan yang memakan miliaran rupiah tersebut, bagaimanapun itu uang dan amanah negara untuk mensejahterakan masyarakat bukan maah disalahgunakan,” tegas Kabid Advokasi GP Ansor Kabupaten Malang tersebut.

Sementara itu, Pihak Pemerintah Desa, yakni Kepala Dusun Glanggang, Kusnadi, mengaku tidak tahu keberadaan kantor perusahaan CV KJA.  “Setahu saya tidak ada kantor perusahaan besar, di sekitaran sini, kalau ada pasti ada plakat/papan namanya, gak ada papan namanya juga disekitar sini mas,” ujar dia kepada Nusantara.news, Senin (15/5/2017).

“Iya dari pihak pemerintah desa belum mengetahui masalah perihal hal itu, apabila ada tindak pelelangan fiktif yang kemudian di alamatkan di dusun kami,” jelas Kusnadi.

Ia berharap agar kejanggalan proses pelelangan ini bisa terungkap “Apabila besarannya sampai miliiaran rupaiah, segera terungkap mas, karena yang rugi juga masyarakarakat harusnya uangnya bisa digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat” tutupnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here