Duh, Gus Ipul Tak Peduli pada Pengusaha Lokal

0
116

Nusantara.news, Surabaya – Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang akan memberikan kemudahan regulasi kepada pengusaha Cina untuk berinvestasi di Jawa Timur disayangkan oleh beberapa pihak, terutama dari para politisi yang peduli terhadap roda perekonomian Jawa Timur. Apalagi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo selama ini dianggap sebagai kepala daerah yang inovatif dalam membangun sinergi dengan semua pihak terkait untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

Sebelumnya, melalui Seminar Investasi dan Business Matching di gedung Grahadi, Pemprov Jatim melalui Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur menjanjikan kepada 25 delegasi BUMN dari Cina untuk berinvestasi di wilayahnya. Tak tanggung-tanggung total  realisasi investasi Cina di Jatim sebanyak 82 proyek dengan dengan nilai mencapai Rp2,04 triliun atau USD152,7 juta dan diharapkan akan dapat menyerap 2.253 tenaga kerja. Di sisi lain, perdagangan Jatim-Cina pada 2016 mengalami defisit sebesar USD2,65 miliar dari nilai ekspor mencapai USD1,57 miliar dan impor sebesar USD4,22 miliar.

Menanggapi fenomena ini, politisi senior Golkar Ridwan Hisyam angkat bicara. Tokoh yang mendukung pemekaran pulau Madura sebagai provinsi baru ini secara blak-blakan mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut harus dievaluasi lagi. Anggota DPR-RI asal Fraksi Golkar ini menyarankan kepada Pemprov Jatim untuk lebih mengedepankan atau melindungi pengusaha lokal ketimbang asing yang belum diketahui karakternya.

“Semua WNI, baik pengusaha keturunan ataupun pengusaha pribumi, harus mendapatkan tempat untuk berusaha di Jatim. Sehingga tidak boleh ada perbedaan perlakuan. Khusus untuk pengusaha pemula juga harus ada keberpihakan, karena pemerintah harus bertanggung jawab terciptanya para pengusaha untuk menggerakkan roda perekonomian suatu daerah,” jelasnya kepada Nusantara.news, Rabu (29/3/2017).

Senada, Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, anggota DPR-RI dari Fraksi Nasional Demokrat (NasDem), yang sekaligus pernah menjabat sebagai Bupati Probolinggo dua periode yakni 2003-2008 dan 2008-2013 itu menyayangkan kebijakan tersebut. Sebagai sosok yang paham betul bagaimana susah payahnya membangun ekonomi kerakyatan itu menegaskan bahwa memberikan peluang asing untuk berinvestasi di Jatim adalah sesuatu yang sangat keliru.

“Kebijakan Gus Ipul yang menawarkan 25 delegasi Cina berinvestasi ke Jatim sangat keliru. Banyak pengusaha-pengusaha di Jawa Timur yang lebih jago ketimbang Cina. Lagi pula investor asing itu latarbelakangnya masih diragukan. Saya lebih percaya para pengusaha lokal, baik pribumi atau warga keturunan untuk mengelola dan membangun Jawa Timur lebih baik lagi,” tegasnya.

Hasan juga mempertanyakan rasa nasionalisme seorang pemimpin yang kurang memperhatikan pengusaha lokal, baik keturunan maupun pribumi. “Bangsa Indonesia lebih amanah dan berkarakter daripada orang asing. Sudah sepatutnya pemerintah memberikan ruang kepada pengusaha lokal untuk bersama-sama membangun Jatim,” pungkasnya.

Anggota komisi B DPRD Jatim Noer Soetjipto mengungkapkan bahwa kebijakan dengan merangkul investor Cina masuk ke Jatim dengan memberikan kemudahan investasi strategis adalah keliru. Menurutnya, jika toh hal itu dirasa sangat perlu sebaiknya juga merangkul pengusaha lokal demi pemerataan, peningkatan dan pendongkrak ekonomi Jawa Timur.

Lanjut Noer, sebentar lagi Jawa Timur punya gawe besar, yakni Pilgub 2018. Tentu sebagai sosok yang masuk dalam leader opinion, Gus Ipul harus pandai-pandai merangkul masyarakat Jatim. Sikap dan kebijakannya paling tidak bisa mensejahterakan warga Jatim, bukan melawan arus.

“Ya kalau Gus Ipul melakukan langkah merangkul Cina dengan kemudahan investasi strategis, pengusaha lokal mestinya diprioritaskan dulu. Kalau lokal mampu mengapa tidak. Toh, demi pemerataan dan peningkatan ekonomi. Jika lokal mampu, maka mendatangkan investor Cina saya rasa direm saja, bukan dibuka ruang lebar-lebar yang justru menimbulkan kesenjangan sosial dan menyakiti rakyat Jatim. Mestinya, jika ingin maju dalam pilgub kan harus menunjukkan sikap bahwa beliau ingin mensejahterakan rakyat Jatim, buka melawan arus. Bisa hilang kesempatannya,” sarannya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here