Dukung Ekonomi Kerakyatan, Tulungagung Bangun Pabrik Gula Mini

0
309
seperti inilah pabrik gula (PG) mini yang rencananya akan dibangun di Tulungagung sebagai antisipasi ditutupnya 10 PG di Jatim oleh pemerintah. PG ini mampu menyerap tenaga kerja 80 - 100 orang pekerja.

Nusantara.news, Surabaya – Seiring dengan wacana pemerintah yang akan menutup 10 Pabrik Gula (PG) di Jawa Timur, Kabupaten Tulungagung malah akan membuka sebuah pabrik gula mini sebagai bentuk ekonomi kerakyatan dan menjawab kegalauan para petani tebu.

Kebijakan pemerintah yang berencana menutup 10 PG di Jatim seperti diketahui sempat membuat galau para petani tebu di Jatim. Yayasan Ibrahimy sebagai penggagas utama pembukaan PG di Tulungagung siap tampil terdepan untuk memberdayakan para petani tebu. Meski dinilai sebagai PG mini, namun, keberadaannya diharapkan bisa menyerap sekitar 80-100 karyawan.

Hal ini seperti diungkapkan oleh pendiri Yayasan Ibrahimy H Mudhofi Hadisiswoyo, saat dikonfirmasi dengan nusantara.news, Minggu (4/6/2017) menyebutkan bahwa pembangunan pabrik gula mini merupakan program jangka pendek, dan akan dimulai di tempat tinggalnya yaitu Tulungagung.

“Ke depan, kami akan membangun PG yang tersebar di seluruh Jatim. Saat ini kami juga sudah menyiapkan lahan untuk perluasan pabrik gula mini ini, dan sudah disiapkan sekitar 1 hektar. Ke depan PG mini bisa menggiling 50 ton perhari. Jadi peluang membangun ekonomi kerakyatan dalam bidang gula sangat besar. Pabrik gula mini ini nantinya akan dikelola langsung oleh PT yang dibentuk oleh anggota yayasan Ibrahimy. Karena yayasan tidak boleh mengelola perusahaan,” ujarnya.

Mudhofi berharap banyak atas pendirian pabrik gula mini di Tulungagung. Dan, untuk tahun pertama bisa langsung produksi. Bahkan, dirinya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 17 miliar untuk pembangunan dan perluasan agar bisa menampung sumber daya manusia dan juga bisa mengurangi angka pengangguran di Tulungagung.

Dalam waktu dekat, ungkapnya, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan petani tebu yang ada di Tulungagung dan kabupaten di sekitarnya. Mereka akan diajari pola menanam dan panen, agar menghasilkan tebu dengan rendemen gula yang tinggi.

”Perlu ada pengarahan penanaman dan pemanenan agar tebu yang dihasilkan nanti rendemnya tinggi. Selama ini pengetahuan mereka masih minim. Petani tebu di sana hanya sekedar menanam dan memotong tebu saja,” ujarnya.

Selain membangun pabrik gula mini, Yayasan Ibrahimy juga memiliki program penanaman tebu bekerja sama dengan Kodam V Brawijaya, mendirikan perguruan tinggi dan rumah sakit. “Jadi, programnya tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga pendidikan dan kesehatan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa Pemerintah provinsi menyambut baik keberadaan pabrik gula mini di Tulungagung.

“Pemprov terus mendukung ekonomi kerakyatan, termasuk juga dengan pendirian pabrik gula mini di Tulungagung. Tak hanya pendirian pabrik saja, namun, yayasan Ibrahimy juga memiliki banyak program kerja, jadi pemerintah wajib untuk mendukungnya,” ungkapnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here