Dukungan terhadap Ahok-Djarot atau Anis-Sandiaga Tergantung AHY

0
418

Nusantara.news, Surabaya – Putaran kedua Pilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tinggal menghitung hari. Tepatnya akan digelar pada tanggal 19 April 2017 dan menyisakan dua pasangan calon.

Seperti diketahui, dalam Pilkada DKI Jakarta putaran pertama pasangan Ahok-Djarot memperoleh 42,96 persen atau 2.357.637 suara, sementara Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapat 39,97 persen atau 2.193.636 suara. Keduanya dinyatakan lolos untuk masuk putaran ke dua.

Suara 17,07 persen “milik” Agus-Sylvi kini praktis jadi rebutan pasangan calon yang masuk dalam putaran kedua. Namun kenyataannya 42,96 persen lebih warga di DKI Jakarta masih menginginkan Ahok–Djarot memimpin lagi. Namun, jika suara pasangan 1 dan pasangan 3 diakumlasi, maka jumlahnya lebih besar menginginkan ada gubernur baru. Apakah ini berarti pasangan penantang akan melenggang mulus mengalahkan incumbent?

Tunggu dulu. Apakah 17 persen ini sepenuhnya akan menuju Anis–Sandi, mengingat putaran kedua nanti hanya dua pasangan saja? Pasangan Basuki Thahaja Purnama–Djator tentu akan bersaing keras dengan pasangan Anies–Sandiaga untuk merebut suara AHY-Sylviana. Yang jadi pertanyaan adalah, ke mana suara Agus Harimurti – Sylviana Murni akan diarahkan?

Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) DPP Partai Demokrat (PD) Pramono Eddie Wibowo mengungkapkan bahwa saat ini partainya masih belum menentukan ke mana suara Agus–Sylvi, apakah akan diberikan pada Ahok–Djarot ataukah ke Anies–Sandiaga.

“Kami akan serahkan kepada Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Ini tergantung Mas AHY. Ini karena Mas AHY yang punya konstituen atau pemilih pada pilgub DKI Jakarta putaran pertama kemarin pada 15 Februari. Suaranya kan mendapat 17 persen,” jelas Pramono, Sabtu (4/3/2017) saat menghadiri pelaksanaan Muscab serentak DPC PD se-Jatim di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Pria yang pernah mengikuti konvensi Partai Demokrat ini juga mengungkapkan bahwa partainya dalam waktu dekat ini akan segera menentukan ke mana suara AHY–Sylvi. “Semuanya masih proses. Kita akan konsultasi terkait ke mana suara demokrat nanti kepada Ketua Umum dan juga Mas Agus,” tambah pria yang juga paman dari AHY ini.

Seperti diketahui bahwa para elit partai kubu Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga mulai melakukan pendekatan dengan pimpinan partai pendukung Agus-Sylvi. Partai itu adalah P. Demokrat, PPP, PKB, dan PAN. Tidak hanya itu, para relawan Agus-Sylvi yang jumlahnya lumayan banyak juga mulai didekati oleh tim pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga.

Pilgub DKI 2017 putaran II yang akan digelar 19 April ini jelas akan menjadi pertimbangan P. Demokrat untuk menentukan sikap dan langkah selanjutnya. Soal ini akan mengerucut pada pertanyaan, apa pilihan yang terbaik bagi kepentingan partai ke depan tekait dengan Pilkada putaran ke dua di DKI Jakarta?

Jika salah perhitungan, partai berlambang Mercy ini akan menemui jalan terjal di Pilpres dan Pileg 2019. Perhitungan yang cermat akan mentukan kelangsungan hidup generasi penerus partai. Seperti diketahui, P. Demokrat menjadi “kartu truf” di putaran kedua nanti untuk mengarahkan suaranya bagi dua paslon yang memperebutkan kursi DKI 1. Apakah “kartu truf” ini akan berdampak positif bagi kelangsungan P. Demokrat pada gilirannya akan ditentukan oleh kepiawaian dalam memainkannya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here