Editor Surat Kabar Rusia Sebut Trump ‘Boneka’ Putin

0
130
Foto: Vox.com

Nusantara.news, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tidak lama setelah berkantor di Gedung Putih diterpa sejumlah isu terkait hubungan khususnya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Di awal kemenangannya pada Pemilu AS akhir tahun lalu Trump dituding dibantu Rusia dalam menundukkan rivalnya Hillary Clinton.

Berbagai isu soal peretasan internet, komunikasi tim Trump dengan Rusia hingga kini masih dalam penyelidikan FBI bekerja sama dengan tim panel Senat AS yang didukung Partai Demokrat. Trump juga dibuat jengkel ketika penasihat keamanan nasionalnya Michael Flynn yang dekat dengan Rusia menjadi bulan-bulanan media AS sehingga akhirnya harus mundur. Flynn menurut informasi intelijen diduga telah melakukan komunikasi ilegal dengan pihak Rusia lewat duta besarnya di AS. Masalah ini juga diminta sejumlah senator dari Demokrat untuk diungkap.

Terakhir, pihak Gedung Putih meminta FBI untuk menyampaikan ke media bahwa informasi soal hubungan tim Trump dan Rusia adalah tidak benar. Tentu saja Direktur FBI James Comey menolak melakukan hal tersebut karena kasus itu sedang dalam penyelidikannya.

Hubungan seperti apa sebenarnya antara Trump dan Putin? Sebuah media di Amerika vox.com mengulasnya secara menarik dengan mewawancarai sumber dari Rusia, Mikhail Fishman seorang editor kepala Moskow Times, surat kabar mingguan berbahasa Inggris yang diterbitkan di Moskow. Koran yang cukup kritis terhadap Putin, dan telah dua kali menjadi target hacker pemerintah Rusia.

Dalam wawancara dengan wartawan vox.com Sean Illing, Fishman mengungkapkan bagaimana Putin telah membuat Trump seperti ‘boneka’ yang dimainkannya.

“Mereka menganggap dia (Trump) bodoh, politisi yang tidak strategis,” kata Fishman, sebagaimana dilansir Vox 22 Februari 2017 lalu.

Fishman adalah seorang warga negara Rusia yang dikenal kritis terhadap Putin. Dia berpengalaman sebagai jurnalis politik Rusia selama lebih dari 15 tahun. Setahun terakhir, ia memantau secara intensif hubungan yang semakin “aneh” antara Putin dan Trump.

Fishman diminta tanggapan soal kenapa Putin secara aktif merongrong demokrasi global, dan apa sesungguhnya yang diharapkan Rusia dari “gangguan” politik terhadap Amerika?

Fishman menjelaskan bahwa Trump dan Putin adalah dua sosok yang berbeda meskipun dalam beberapa hal memiliki kesamaan. Bahkan perbedaan itu terlihat ekstrem. Putin adalah seorang perwira intelijen ex-Soviet dengan sejumlah misterinya, sementara Trump seorang pengusaha Amerika yang begitu terbuka.

Dalam kebiasaan, mereka terlihat sangat berbeda. Trump terbuka dalam sikap, bahkan terlalu narsis yang kadang-kadang konyol. Di mata Fishman karakter Trump sebagai seorang politisi terlihat bodoh dan terlalu polos. Sementara Putin, penuh perhitungan, terorganisir, dan perencana yang matang. Dia juga menyembunyikan banyak kehidupan hal mengenai kehidupan pribadinya,  dengan cara yang tidak dilakukan Trump.

Faktanya, secara politik Putin jauh lebih berpengalaman daripada Trump. Dia memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman politik global. Dia tahu bagaimana melakukan banyak hal di dunia politik, bagaimana bekerja di dalam sebuah sistem politik. Putin memang membuat banyak kesalahan, tapi dia tahu bagaimana untuk berpikir dan bertindak.

Sementara Trump menurut Fishman adalah orang baru. Dia tidak memiliki pengalaman dan tidak mengerti bagaimana dunia politik beroperasi. Sehingga dia cenderung menampilkan ketidaktahuannya setiap hari.

Diminta tanggapannya mengenai persepsi Rusia terhadap Trump apakah dia terlihat sebagai sekutu, musuh, atau antek?

Fishman mengklaim, pandangan Trump pada dasarnya dibentuk oleh Kremlin dan mesin propaganda mereka. Dalam arti, Trump jadi bonekanya Rusia. Selama kampanye Pemilu AS, Trump digambarkan bukan sebagai underdog tetapi sebagai wakil yang jujur ​​dari orang Amerika yang sedang dianiaya oleh elite dan kekuatan jahat lainnya di Washington.

Jadi menurut Fishman, Kremlin tahu apa yang disampaikan Trump dalam kampanye adalah murni propaganda, dan itu ditujukan untuk merusak Hillary Clinton, yang saat itu adalah pihak yang didukung penguasa, Barack Obama.

Putin takut jika Clinton menang, sehingga Rusia melakukan segala kemungkinan untuk merusak Clinton. Ketakutan Putin beralasan secara politis, karena jika Clinton menang maka artinya orientasi pemerintahan AS akan sama dengan pendahulunya, Obama bahkan mungkin lebih agresif.

Putin telah mengalami beberapa tahun yang sulit karena terkait invasi Crimea pada 2014. Ia melihat Trump sebagai kesempatan untuk mengubah dinamika politik di AS.

Bagaimana Putin menganggap Trump sebagai bonekanya?

Fishman mengatakan, Putin terlihat jelas “memainkan” Trump. Mereka menganggap dia bodoh, bukan politisi yang strategis. Putin yakin dia dapat memanipulasi Trump untuk keuntungan Rusia.

Kremlin, meskipun memiliki keterbatasan pengetahuan tentang apa yang terjadi belakangan ini di Washington, tetapi mereka melihat kekacauan dan kebingungan dalam administrasi Trump. Tentu saja Rusia bekerja untuk mengeksploitasi (kekacauan) tersebut.

Dalam jangka panjang, secara geopolitik, jelas Fishman, Putin menginginkan dan membutuhkan legitimasi simbolis atas dirinya dan Rusia sebagai negara adidaya utama dan pemain dunia. Bahwa Amerika harus melakukan kesepakatan dengan Rusia sebagai negara yang setara.

Putin ingin keluar dari isolasi Rusia di panggung dunia yang terjadi selama ini. Dia memiliki ambisi besar untuk dirinya sendiri dan untuk Rusia.

Fishman meyakini adanya upaya Rusia dalam mencampuri Pemilu AS sebagai bagian dari “operasi” mendegradasi demokrasi di AS. Putin yang anti-demokrasi ingin dunia melihat bahwa demokrasi di AS adalah palsu, karena ditemukannya berbagai kelemahan dan kecurangan dalam proses Pemilu.

Apakah hubungan Trump-Putin akan berlanjut menjadi sebuah babak baru hubungan AS-Rusia yang lebih hangat? Mungkin iya, mungkin tidak, yang jelas Trump telah mengangkat McMaster sebagai penasihat kemanan nasional menggantikan Michael Flynn. McMaster yang dikenal sebagai sosok tegas lebih akademik adalah tokoh anti Rusia. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here