Pilkada Kabupaten Nganjuk 2018

Eko Patrio Bisa Runtuhkan Soliditas PDIP di Nganjuk?

0
164

Nusantara.news, Nganjuk – Dua periode, PDIP bertahan menguasai Kabupaten Nganjuk dengan menempatkan Taufiqurrahman sebagai pemenang di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2008 dan 2013. Sempat terganjal kasus hukum dengan KPK, Tafiqurrahman akhirnya lolos dari lubang jarum ketika permohonan praperadilannya dikabulkan.

Meski status tersangka dari KPK sudah tak melekat lagi pada diri sang Bupati ini, tak ayal hal itu sedikit banyak akan berpengaruh pada PDIPuntuk mengusung calon, sekaligus memperbesar celah bagi partai lain untuk menjagokan calon mereka.

Salah satu yang sering disebut untuj maju dalam Pilkada Nganjuk 2018 nanti adalah komedian yang kini  jadi anggota DPR RI, Eko ‘Patrio’ Hendro Purnomo. PAN akan menggelindingkan Eko untuk menjadi kandidat bupati.

“Eko Patrio populer di masyarakat Nganjuk. Buktinya, dua kali dia melaju sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jatim VIII yang meliputi Ngajuk, Jombang dan kota/kabupaten Madiun,” terang pengamat komunikasi politik asal Unair, Suko Widodo kepada Nusantara.News, Senin (13/3/2017). Dalam pemilu legislatif 2014 lalu, Eko meraup 69.301 suara.

Karena itu, kendati DPD PAN Jawa Timur mengaku masih membangun komunikasi intens namun sosok Eko Patrio tidak bisa dikesampingkan oleh PDIP jika ingin mencatat hattrick di Nganjuk. “Eko Patrio dikenal dapat membangun komunikasi yang baik dengan siapa saja. Bukan tidak mungkin, selain PAN ada partai lain yang mendukungnya pada pilkada 2018 nanti,” tambah Suko Widodo.

Fungsionaris DPC PDIP Nganjuk, Sunaryo mengaku hingga kini belum ada nama yang muncul. Namun salah satu syarat utama telah mengikuti sekolah pelatihan calon kepala daerah. “Ini syarat wajib bagi kader PDIPyang ingin maju tak hanya di Nganjuk,” ujarnya..

Karenanya, konsolidasi mesin partai sudah dijalankan kendati belum ada nama yang dimunculkan. Dengan komposisi 11 kursi di DPRD Kabupaten Nganjuk, PDIPmemang punya modal utama untuk usung calon sendiri. Hanya saja, dinamika yang baru yang terjadi bisa mengganjal keinginan itu.

Sebab, selain PAN masih ada Golkar dan PKB yang sama-sama memiliki 6 kursi, serta Gerindra (7 kursi). Jika terjalin komunikasi politik, koalisi menjadi solusi untuk membongkar soliditas PDIPdi Nganjuk.

Sejauh ini, baru Golkar yang memberi sinyal untuk merapat ke PDIPseperti yang diungkap ketua DPD Golkar Ngajuk, Endro Wasis Wahyono. “Juklak terbaru partai kan sudah mengatur tentang pilkada. Golkar membuka kesempatan bagi kader nonkader. Suara Golkar suara rakyat, jika ada nama yang menjadi keinginan kuat rakyat, ya itu yang kita usung. Selain itu, kita juga membuka komunikasi dengan partai-partai lain untuk maju,” kata Endro. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here