Ekonomi Lesu, Wisatawan Pantai Gunungkidul Ramai Tapi Sepi Pembeli

0
241
Suasana Pantai Baron, Desa Kemadang, Kabupaten Gunungkidul, di Hari Libur, Senin, 1 Mei 2017.

Nusantara.news, Wonosari – Tiga kali liburan panjang para pedagang di tempat-tempat kunjungan wisata Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul, antara lain Pantai Baron, Pantai Sepanjang, Pantai Krakal dan pantai Indrayanti mengeluhkan sepinya pembeli.

Berdasarkan pantauan jumlah pengunjung di pos retribusi yang berlokasi di Desa Kemadang, menjelang Pantai Baron, memang ada peningkatan. “Senin (1/5) ini memang agak berkurang, tapi hari minggu (30/4) kemarin pengunjungnya membludak,” ujar seorang penjaga pos retribusi kepada nusantara.news

Tanti, penjaga warung gorengan aneka seafood milik ibunya tampak lebih sibuk main hp

Kendati pengunjung meningkat dibandingkan hari-hari biasa, namun pedagang di sekitar pantai Baron tidak merasakan naiknya omset dagangan mereka. “Sepi, mas. Mosok sudah sore begini belum dapat Rp100 ribu,”ujar Tanti yang mengaku menunggui warung milik ibunya.

Mengutip data Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, sepanjang Sabtu (29/4), Minggu (20/4) dan Senin (1/5), tercatat 66.968 wisatawan berkunjung ke destinasi wisata beretribusi dengan total pendapatan yang masuk kas daerah sebesar Rp561.853.000,00

Diantara daerah tujuan wisata, ungkap Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono, sekitar 80 persen masih didominasi wisata pantai. Obyek wisata favorit lainnya adalah Gua Pindul dan situs gunung api purba Nglanggeran.

Secara rinci Hary menyebut, Senin (1/5) ada 22.703 dengan pendapatan Rp188 juta. Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada Minggu (30/4), sebanyak 33.897 wisatawan dengan jumlah pendapatan Rp290 juta dan Sabtu (29/4) 9.861 orang dengan jumlah pendapatan Rp84 juta.

Kios-kios ikan segar di Pantai Baron yang tampak kosong melompong

Sayangnya, membludaknya wisatawan kurang berdampak ke kios-kios penjual makanan olahan laut seperti udang goreng, kulit ikan goreng, rumput laut goreng dan pasar ikan segar yang bertebaran di Pantai Baron.

“Bagaimana lagi, mungkin kondisi ekonomi lagi kurang bagus,” timpal pelayan warung rupa-rupa gorengan hasil laut yang kiosnya bersebelahan dengan kiosnya Tanti. Hal senada diungkap Tumiyem, penjual ikan segar yang kiosnya terlihat melompong.

Di Pantai Sepanjang yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Baron kondisinya nyaris sama. Harun Al-Rasyid yang asli Berbah, Sleman, dan beristrikan warga Kemadang, Gunungkidul sudah 8 tahun mengelola Toilet dan warung kecil-kecilan. “Sepi, mas,”ucapnya lirih.

Harun Al-Rosyid pengelola toilet sekaligus warung kecil-kecilan juga mengeluhkan sepinya omset

Sebagai gambaran, di hari Minggu (30/4) saat wisatawan membludak, penghasilan dari Toilet dan warung yang dikelolanya hanya Rp300 ribu. “Kalau hari ini benar-benar sepi, mas,”ujar Harun yang menyewa tanah milik Kasultanan Yogyakarta.

Hal serupa didapati nusantara.news saat berbincang dengan pedagang di Krakal dan Pantai Indrayanti. Artinya, tidak bisa dipungkiri, daya beli masyarakat sedang menurun. Sebagian besar dari mereka berdasarkan pantauan nusantara.news lebih banyak yang membawa bekal sendiri dari rumah, Buang airnya pun mungkin di balik rimbun pepohonan sehingga toilet pun sepi.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here