Ekonomi Terseok, Pemekaran Wilayah di Jatim Terganjal

0
492

Nusantara.news, Surabaya – Salah satu solusi memangkas disparitas akibat luasnya suatu kawasan adalah dengan memisahkan sebagian dan dibentuk jadi kawasan baru. Namun pemekaran itu butuh ongkos besar dan tentu tidak bisa dilepas begitu saja tanpa mempertimbangkan beberapa aspek. Alasan ini yang dijadikan dalih legislator PDI Perjuangan di DPRD Jawa Timur Sri Untari menolak rencana pemekaran wilayah di 5 kota dan kabupaten di Jawa Timuir

Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan tersebut, ekonomi Indonesia saat ini tengah lesu. Karena itu, pemekaran tidak bisa dijadikan prioritas karena bakal menamban beban keuangan APBN maupun APBD. “Tidak tepat bahas itu (pemekaran) saat ini. APBN dan APBD bisa terkuras kesana. Lebih baik kalau kita fokus untuk meningkatkan prekonomian di daerah,” ujar anggota Pansus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tersebut.

Politisi wanita asal Kabupaten Malang tersebut, mengakui memang di banding dua daerah tetangga, Kota Malang dan Kota Batu, pemekaran memang bisa jadi solusi bagi wilayah kabupaten. Dengan luas 3.534,86 Km2 terdiri dari 33 kecamatan, 12 kelurahan dan 378 desa, solusi yang paling tepat menurut Sri Untari dengan model penambahan kecamatan. “Kalau itu setuju. Saya  juga pernah mengusulkan Kota Malang ditambah menjadi 10 kecamatan,” ungkapnya ketika dikonfirmasi wartawan.

Bagi beberapa daerah, pemekaran wilayah memang sangat diperlukan. Hanya saja beberapa pertimbangan seperti ekonomi, sosial hingga SDM harus jadi parameter. Terutama jika semangatnya memang untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Pansus RPJMD DPRD Jawa Timur, Sahat Tua P Simanjuntak mendorong 10 kabupaten/kota melakukan pemekaran. Ini karena jumlah penduduknya terlalu padat, sehingga tak sebanding dengan daya dukung sumber daya yang dimiliki. Akibatnya, program pengentasan kemiskinan menjadi lambat.

Beberapa daerah yang disebut politikus Partai Golkar tersebut sempat merespon lontaran itu. Seperti yang dikatakan Bupati Sumenep A Busro Karim di sela pembukaan seminar Madura Menjadi Provinsi akhir pekan lalu. Menurut dia, langkah menuju provinsi bakal mulus jika prasyarat pembentukan dipenuhi, yakni minimal lima kabupaten/kota.

“Saya ini kan dipilih oleh rakyat. Tidak etis jika rakyat saya menginginkan  Sumenep dimekarkan, lalu saya menolak,” katanya. Pemekaran Kabupaten Sumenep merupakan salah satu wacana yang berkembang dalam berbagai diskusi dan kajian ilmiah yang digelar kelompok masyarakat di Madura selama ini.

Rencananya, kabupaten paling timur di Pulau Madura ini akan dibagi menjadi Kabupaten Sumenep seperti nama saat ini dan kabupaten kepulauan. Konsekuensinya, Sumenep akan kehilangan sumber minyak dan gas bumi yang ada di kepulauan. “Ya kalau sudah pisah tentu kita tidak akan bicara soal migas lagi,” kata Busro Karim.

Sedangkan menunggu hasil studi kelayakan, jadi pilihan Kota Madiun. Kepala Bappeda setempat, Totok Sugiarto mengatakan prosesnya masih berjalan. Sebagai salah satu kota terpadat di Jawa Timur, sebaran demografis warganya memang tidak merata. “Rencana pemekaran tersebut juga masih dalam proses konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri,” kata Totok di Madiun.

Sesuai dengan rencana, pemekaran akan dilakukan di Kecamatan Taman, Kota Madiun sebab wilayah ini merupakan daerah yang paling luas dan padat penduduknya daripada dua kecamatan lainnya di Kota Madiun, yakni Kecamatan Manguharjo dan Kartoharjo. Dengan penambahan administrasi tau pemekaran tersebut, lanjut dia, nantinya Kecamatan Taman akan dipecah menjadi Taman 1 dan Taman 2.

“Namun, semua itu masih baru sebatas konsultasi dan perlu distudikan terlebih dahulu, tidak bisa langsung,” kata dia. Sesuai dengan data setempat, jumlah penduduk di Kecamatan Taman mencapai sebanyak 89.013 jiwa dengan luas areal sebesar 12,46 Km2.[]

DAFTAR DAERAH DI JATIM TERKAIT WACANA PEMEKARAN

Wilayah Kabupaten:

  1. Malang
  2. Jember
  3. Sidoarjo
  4. Bojonegoro
  5. Sumenep

Wilayah Kota:

  1. Kediri
  2. Blitar
  3. Mojokerto
  4. Madiun
  5. Batu

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here