Eks Ketua PKB Jatim: Hanya Khofifah Kader Tulen NU di Pilkada Jatim

0
187

Nusantara.news, Surabaya – Politisi yang juga senior Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, Choirul Anam atau yang akrab disapa CA, yang jauh hari sebelumnya menarik diri dari arena politik khususnya di Jatim, kembali hadir. Jelang digelarnya Pilkada serentak khususnya pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018, CA angkat bicara memberikan sumbang pikiran guna menentukan dan mengantar munculnya pemimpin Jatim, pengganti Soekarwo yang telah dua periode jadi Gubernur Jatim bersama wakilnya Saifullah Yusuf.

Mengaku tidak bisa diam, mantan Ketua PW GP Ansor dan PKB Jatim itu kembali memulai aktivitas. Pemikiran, gagasan, dan saran dicurahkan, untuk lahirnya pemimpin harapan umat yang bisa mengemban amanat menuju Jatim lebih baik. Menurutnya, banyak kader NU, tetapi hanya “kader NU tulen” yang layak didukung. Dari tiga kandidat bakal calon yang muncul, Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas, hanya Khofifah layak disebut sebagai kader tulen NU.

Cak Anam “Hanya Khofifah kader asli NU, harus didukung”

“Hanya Khofifah kader asli NU, dan harus didukung,” kata Cak Anam di acara Diskusi Menggagas Komunitas Penganut Khittah Nahdliyah atau Penganut NU Khittah di Cafe AsiX Museum NU di Surabaya, Rabu (1/11/2017) petang.

Baca Juga: Sinyal Kuat, Soekarwo Pilih AHY Dampingi Khofifah

Lelaki yang juga pemimpin media dan percetakan itu mengajak mereka yang hadir menengok kembali catatan yang mengukir pengabdian dan perjuangan Khofifah di NU. Diuraikan, langkahnya diawali sebagai aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), kemudian aktif di Fatayat NU, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang kemudian mengantar ke jabatan Ketua Umum PP Muslimat NU, membuat nama Khofifah semakin berkibar. Berlanjut ke kancah politik, perempuan asal Surabaya itu kemudian menapaki tugas menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan di Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Berlanjut mengemban kepercayaan menjabat Menteri Sosial di Pemerintahan Presiden Joko Widodo, hingga kini.

“Khofifah itu tidak pernah keluar dari garis perjuangan NU,” tegas Cak Anam.

Khofifah Berjalan di Atas 9 Pedoman Politik Warga NU

Relawan KIP “Mbak Khofifah kader murni, tidak pernah keluar dari garis NU”

Usai bergabung di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang saat itu menjadi ‘rumah besar’ politik warga NU di era Orde Baru, Khofifah melanjutkan langkah bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kelahiran PKB ketika itu dibidani PBNU di bawah kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Satu hal tak kalah penting, setelah kita kaji, perilaku politik Khofifah itu benar. Dia berjalan di atas 9 Pedoman Politik Warga NU,” tuturnya.

Saat itu, diskusi dihadiri oleh para senior pergerakan NU, ada mantan pengurus PMII, GP Ansor juga Fatayat NU Jatim, serta sejumlah kiai dari Madura, Tapal Kuda dan Pantura.

Dalam diskusi tersebut kemudian terjabar, sembilan butir Pedoman Berpolitik Warga NU yang dalam sejarahnya dicetuskan saat Muktamar ke-18 NU di Krapyak, Yogyakarta tahun 1989, lima tahun setelah para kiai sepuh turun gunung di Muktamar ke-17 tahun 1984 di Situbondo, yang bertekad mengembalikan NU pada khittah-nya alias tidak berpolitik praktis.

Mengacu pedoman ini, kader NU yang berpolitik harus berjalan sesuai hati nurani, kejujuran dan moral agama. Bukan sebatas melakukan politik kapitalistik dengan mengusung ‘mazhab’ Machiavelis yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan atau jabatan sesaat.

“Jadi berpolitik itu harus ada agamanya, dan hanya Khofifah yang berjalan di atas 9 Pedoman Politik Warga NU,” tegas Cak Anam.

Selanjutnya, dalam pertemuan itu didapat kesepakatan para senior sebagai motor pergerakan NU dan semua elemen bulat mendukung langkah Khofifah maju sebagai bakal calon Gubernur Jatim di Pilkada 2018.

“Jika calon lain yang jadi, berat sekali perjuangan menegakkan Khittah NU. Jadi, ini adalah alasan kami menjadi relawan dan mendukung Khofifah,” terangnya.

Kemudian, dari berbagai paparan yang dibahas dimotori mantan Ketua GP Ansor dan DPW PKB Jatim, Choirul Anam, muncul wadah komunitas NU kultural yakni, Penganut Khittah Nahdliyah atau Penganut NU Khittah.

“Gagasan membentuk Penganut NU Khittah adalah bentuk keprihatinan melihat situasi sekarang, bahwa NU banyak terinfiltrasi persoalan-persoalan politik,” terang Ahmad Subhan, salah seorang penggagas.

Lanjut Subhan, keberadaan organ Penganut Khittah Nahdliyah sangat penting apalagi tahun depan ada hajatan lima tahunan, Pilgub Jatim. Dan sejumlah kader NU muncul untuk ‘bertanding’ berharap jabatan kursi ‘Jatim Satu’.
Menurut dia, selayaknya kader NU dari berbagai elemen di Jatim mendukung terbentuknya komunitas tersebut. Untuk mengawal dan menyelamatkan garis perjuangan NU dari politik (hanya sekedar) berorientasi kekuasaan.

“Itu yang harus kita kawal dan luruskan,” terang alumnus PMII yang juga pernah menjabat Koordinator Litbang PW GP Ansor Jatim.

Caranya, dengan mengajak semua kader dan elemen NU Jatim mendukung langkah Khofifah, yang dalam berpolitik tidak pernah keluar dari “9 Pedoman Politik Warga NU” yang dicetuskan di Muktamar NU 28, di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogjakarta, 26-29 Rabiul Akhir 1410 Hijriyah atau 25-28 Nopember 1989.

Saifullah Yusuf dan Azwar Anas juga kader NU, tetapi berbeda dengan Khofifah. “Kalau Mbak Khofifah beda. Dari prosesnya, mulai kecil, mulai dalam pergerakan dan berorganisasi sampai terjun ke politik melalui PPP dan PKB, tidak pernah keluar dari garis NU.

“Mbak Khofifah benar-benar kader murni NU,” tegasnya.

Ditambahkan, massa NU di masyarakat bawah faktanya lebih banyak mendukung dan sepakat Khofifah untuk maju di Pilgub Jatim.

Untuk diketahui, di Pilgub Jatim 2018 mendatang, resmi muncul pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim yang diusung PKB dan PDI Perjuangan, yakni Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas. Nama lainnya ada La Nyalla Mattaliti.

Kemudian, Khofifah Indar Parawansa, yang pada 5 Nopember 2017 nanti, para kiai se-Jatim melalui tim 9 mengumumkan hasil survei terhadap sejumlah nama yang telah diiventarisir, masuk usulan mendampingi Khofifah di Pilgub Jatim.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here