Eksistensi dan Jatuh Bangun Bitcoin

0
147
Bitcoin hadir disambut meriah oleh penggemarnya, namun belakangan nilainya jatuh akibat berbagai penolakan dari berbagai negara. Akan kah bitcoin eksis?

Nusantara.news, Jakarta – Kehadiran bitcoin bak punduk dirindukan bulan, para penggemarnya berbondong-bondong mengoleksi karena marjin yang menggiurkan, maka berjayalah bictoin. Sejak adanya pelarangan demi pelarangan oleh sejumlah negara, pamor bitcoin pun meredup. Tapi apakah akan sampai hancur tak bernilai?

Adapun negara-negara yang tegas-tegas menolak kehadiran bitcoin adalah Indonesia, Jepang, Bangladesh, Brazil, Bolivia, Kanada, China, dan Ekuador. Negara-negara itu menolak bitcoin lantaran sifatnya yang spekulatif dan berpotensi dijadikan sebagai alat pencuci uang.

Bitcoin merupakan mata uang virtual atau mata uang elektronika, terkadang disebut dengan mata uang cryptocurrency, yang hadir pada 2009. Penggagasnya Satoshi Nakamoto, asal Jepang yang sangat dihormati para penggemarnya.

Bitcoin juga kerap dikaitkan dengan perangkat lunak sumber terbuka yang dirancang Nakamoto, dengan menggunakan jaringan peer-ke-peer tanpa penyimpanan terpusat atau administrator tunggal.  Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bitcoin sebuah mata uang yang terdesentralisasi. Tidak seperti mata uang pada umumnya, bitcoin tidak tergantung dengan kepercayaan penerbit utama.

Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node-node dari sebuah jaringan peer-to-peer ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi-fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa bitcoin-bitcoin hanya dapat dihabiskan oleh orang memilikinya, dan tidak pernah boleh dilakukan lebih dari satu kali.

Wikipedia menyebut, bitcoin mengandalkan pada jumlah pemindahan di antara rekening publik menggunakan kriptografi kunci publik. Semua transaksi terbuka untuk umum dan disimpan dalam sebuah database yang didistribusikan.

Untuk mencegah pengeluaran ganda, jaringan mengimplementasikan sebuah server waktu yang di distribusikan, menggunakan ide perantaian bukti transaksi. Keseluruhan sejarah dari transaksi-transaksi telah di simpan dengan semestinya dalam database dan untuk mengurangi ukuran dari tempat penyimpanan, sebuah jejaring pohon bisnis.

Desain dari bitcoin memperbolehkan untuk kepemilikan tanpa identitas (anonymous) dan pemindahan kekayaan. Bitcoin dapat disimpan di komputer pribadi dalam sebuah format file wallet atau di simpan oleh sebuah servis wallet pihak ketiga, dan terlepas dari pihak ketiga. Bitcoin itu dapat di kirim lewat internet kepada siapapun yang mempunyai sebuah alamat bitcoin.

Tipologi peer-to-peer bitcoin dan kurangnya administrasi tunggal membuatnya tidak mungkin untuk otoritas, pemerintahan apapun, untuk memanipulasi nilai dari bitcoin atau menyebabkan inflasi dengan memproduksi lebih banyak bitcoin.

Bagaimana mekanisme transaksi?

Seseorang yang berpartisipasi di dalam jaringan bitcoin mempunyai sebuah wallet  yang menyimpan beberapa keypair-keypair kritografi. Kunci-kunci publik atau  alamat-alamat bitcoin, yang bertindak sebagai tujuan akhir (endpoint)  mengirim  atau menerima untuk semua pembayaran. Kunci pribadi yang terkait hanya memperbolehkan pembayaran hanya dari user itu sendiri.

Alamat-alamat tidak mengandung informasi apapun mengenai pemiliknya dan secara umum tidak diketahui. Alamat-alamat dalam format yang dapat dibaca manusia terdiri dari angka0angka acak dan huruf-huruf yang panjangnya sekitar 33 karakter, dalam format semi numerik.

Pengguna bitcoin dapat memiliki banyak alamat, dan faktanya dapat mengenerasi alamat baru tanpa batasan apa pun, karena membuat sebuah alamat baru adalah bersifat segera, sebanding dengan membuat sebuah alamat umum atau pribadi pasangan kunci baru, dan tidak membutuhkan hubungan dengan kode-kode apapun dalam jaringan. Dalam membuat tujuan-tunggal atau penggunaan-tunggal alamat dapat membantu anonimitas user tersebut.

Bitcoin mengandung kunci publik (alamat) sang pemilik yang sekarang. Ketika pengguna A mengirim suatu nilai ke pengguna BA akan melepaskan nilai kepemilikan mereka dengan menambahkan kunci publik (alamat) B ke koin – koin tersebut dan menandatanganinya dengan kunci pribadi dia sendiri.

Kemudian dia akan mengumumkan bitcoin ini dalam sebuah pesan yang sesuai, atau disebut transaksi, di dalam jaringan peer-to-peer. Sisa dari kode-kode jaringan menvalidasi tanda tangan kritografi dan jumlah dari transaksi sebelum menerimanya.

Transaksi apapun yang di siarkan ke kode-kode lainnya tidak secara langsung menjadi resmi sampai diakui dalam sebuah daftar-waktu yang telah dicap dari semua transaksi yang diketahui, yaitu disebut sebagai rantai blok. Pengakuan ini berasal dari sebuah sitem yang diyakini jalan untuk mencegah pengeluaran ganda maupun pemalsuan.

Saat-saat tertentu, setiap kode yang menghasilkan mengoleksi semua transaksi tidak diakui, yang mana diketahui dari dalam sebuah blok kandidat, sebuah file yang mana di antara lainnya, mengandung kriptografi khas dari blok yang berlaku sebelumnya dan diketahui pula oleh kode tersebut

Kemudian kode itu mencoba untuk menghasilkan sebuah kriptografi khas dari blok itu dengan karakteristik tertentu, sebuah usaha yang membutuhkan sebuah nilai yang dapat diprediksi dari pengulangan percobaan dan kesalahan. Ketika sebuah kode menemukan sebuah solusi, dia akan mengumumkannya ke semua jaringan.

Anggota jaringan akan menerima blok baru yang telah di pecahkan dan memvalidasikannya sebelum menerima, dan kemudian menambahkannya ke rantai.

Akhirnya, rantai-blok mengandung sejarah kriptografi kepemilikan dari semua koin-koin yang berasal dari alamat sang pembuat ke pemilik alamat yang penerima.

Oleh karena itu, kalau seorang pengguna berusaha untuk menggunakan kembali koin-koin yang telah dia belanjakan, maka jaringan akan menolak transaksi tersebut.

Dikarenakan kode-kode tidak mempunyai jaminan untuk menyertakan transaksi dalam setiap blok yang mereka hasilkan. Pengirim bitcoin dapat juga secara sukarela membayar biaya transaksi.

Dengan melakukan itu akan mempercepat transaksi tersebut dan menyediakan insentif untuk para pengguna yang menjalankan kode, terutama ketika kesulitan dari menghasilkan bitcoin ditingkatkan atau hadiah dari setiap jumlah blok berkurang seiring waktu. Kode-kode mengumpulkan biaya transaksi yang dikaitkan dengan semua transaksi-transaksi yang dimasukkan dalam blok-kandidat mereka.

Siapa penerbit bitcoin?

Jaringan bitcoin secara acak membuat dan mendistribusikan sekumpulan dari bitcoin yang baru sekitar enam kali dalam satu jam ke seseorang yang menjalankan perangkat lunak dengan opsi ‘menghasilkan koin’ yang telah dipilih sebelumnya.

Setiap pengguna berpotensi menerima sekumpulan dengan menjalankan opsi itu, atau program yang telah dispesialisasikan untuk dijalankan di alat yang pengguna punya (contohnya kartu grafis–VGA). Menghasilkan bitcoin adalah sering diistilahkan sebagai “menambang”, sebuah istilah yang sama dengan analogi penambangan emas.

Mengenai probabilitas kemungkinan bahwa seorang pengguna akan menerima sekumpulan sangat bergantung pada kekuatan komputasi yang dia kontribusikan ke jaringan yang juga berhubungan dengan gabungan kekuatan komputasi dari semua kode-kode.

Jumlah dari bitcoin yang dibuat dalam setiap kumpulan adalah tidak lebih dari 50 BTC, dan seiringan dengan waktu penghargaannya juga telah diprogram untuk berkurang sampai ke titik nol, dengan begitu tidak akan ada lebih dari 21 juta bitcoin yang akan ada.  Seiring dengan pembayaran berkurang, maka motif dari pengguna tersebut diharapkan akan berubah untuk mendapatkan biaya transaksi.

Semua kode-kode yang menghasilkan dari jaringan adalah berkompetisi untuk menjadi yang pertama dalam mencari sebuah solusi untuk sebuah masalah kriptografi mengenai blok-kandidatnya, sebuah masalah yang mengharuskan pengulangan percobaan dan kesalahan. Ketika sebuah kode menemukan sebuah solusi yang benar, maka akan mengumumkannya ke sisa dari jaringan dan mengklaim sekumpulan dari bitcoin.

Para anggota dari jaringan akan menerima blok yang telah dipecahkan dan menvalidasikannya sebelum menerima secara penuh, dan menambahkannya ke rantai. Nodes dapat memperkerjakan unit pengolah pusat (center processing unit–CPU) mereka menggunakan klien standar atau menggunakan perangkat lunak lainnya yang memanfaatkan kekuatan dari unit pengolah grafis (graphics processing unit—GPU) mereka. Pengguna juga dapat menghasilkan bitcoin secara kolektif.

Dikarenakan setiap satu blok akan dihasilkan setiap 10 menit, maka setiap kode secara terpisah mengatur ulang kesulitan dari masalah yang dicoba untuk dipecahkan setiap dua dua minggu sekali untuk setiap perubahan dari kekuatan keseluruhan unit pengolah pusat(CPU) dari jaringan peer-to-peer.

Skala Ekonomi dari bitcoin memang masih kecil dibandingkan dengan skala ekonomi konvensional yang sudah lama didirikan dan perangkat lunak masih dalam tahap perkembangan beta. Tetapi barang pakai dan servis, seperti mobil bekas dan kontrak pengembangan perangkat lunak freelance, sekarang sudah dapat diperdagangkan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here