Emil Bicara Marhaenisme di Sarasehan Pemuda Demokrat

0
172
Emil "Kita harus memahami bahwa, negara kita ini (Indonesia) didirikan dengan sebuah cita-cita yang sangat luar biasa" (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Emil Elistianto Dardak dinobatkan menjadi anggota kehormatan di DPP Pemuda Demokrat Indonesia (PDI). Acara pengukuhan ditandai dengan penyematan almamater jaket warna merah, oleh Ketua DPP PDI Fandy Utomo dan dihadiri oleh seluruh pengurus DPD PDI se-Jatim.

Acara itu kemudian dirangkai dengan digelar Sarasehan Kebangsaan mengangkat bahasan “Menggelorakan Semangat Nasionalisme Pemuda Milenial” bertema “Sebuah Tantangan dan Harapan Menyongsong Generasi Emas Indonesia”, di Hotel Sahid Surabaya, Rabu (27/12/2017).

Kehadiran Emil di wadah PDI yang khas dengan jaket merah tersebut disambut riang dan dielu-elukan oleh semua elemen organisasi. Mereka pun tak sabar ingin sosok muda yang cerdas itu untuk segera tampil memberikan paparan di acara tersebut. Didampingi Fandy Utomo dan seorang moderator kehadiran Emil disambut dengan tarian khas Trenggalek.

“Kita menyambut baik kehadiran Mas Emil menjadi bagian dari Pemuda Demokrat Indonesia. Dan, nanti Mas Emil akan berbicara tentang Marhaenisme di Seminar Pemuda Demokrat ini,” kata Fandy.

Baca Juga: Hasrat Munculnya Poros Baru di Pilgub Jatim

Sebelumnya, masih disela acara itu, Emil saat menjawab pertanyaan dari kerumunan wartawan, menegaskan bahwa komunikasi dengan semua partai pengusung telah berjalan dan akan terus ditingkatkan. Menurutnya, (kekuatan partai pengusung) itu menjadi sarana komunikasi dan sosialisasi yang baik dan sangat tepat guna mengawal langkah pasangan Khofifah-Emil menuju sukses di Pilgub Jatim.

Ditambahkan, komunikasi dengan semua partai politik pengusung tanpa terkecuali menjadi sarana sosialisasi yang cukup efektif, dilakukan hingga ke lapisan bawah. Sementara, untuk tim pemenangan dirinya juga menyebut hingga saat ini masih dilakukan pembahasan, bersama tim sukses, partai pengusung termasuk juga dengan Khofifah.

“Intinya, semua elemen partai sudah bergerak, saya bisa jamin itu. Untuk tim pemenangan dari partai koalisi juga sedang di godok, supaya mendapatkan yang terbaik. Semua ada ujungnya hingga tanggal pendaftaran nanti, dan setelah itu ada tanggal mainnya semuanya akan diumumkan bersama dengan Bu Khofifah,” terangnya.

Bentuk Timses, Komunikasi dengan Partai Pengusung Tuntas

Jalinan komunikasi termasuk juga dilakukan dengan Partai Golkar, dan terus dilakukan dan sangat intensif. Pihaknya juga mengaku, jauh-jauh hari telah bertemu dengan pimpinan Partai Golkar, Airlangga Hartarto di Jakarta, bersama Khofifah.

Emil “Apakah benar Indonesia pernah terjajah sekian lama. Karena banyak sekali bukti-bukti bahwa Indonesia belum pernah sepenuhnya tunduk di bawah penjajah” (Foto: Tudji)

“Kemarin kita sudah bertemu, dan selama ini kita memang kerap berkomunikasi termasuk dengan Pak Airlangga Hartarto. Memang perlu, itu akan kita intensifkan, dan menurut saya pertemuan lanjutan sudah kita bicarakan dengan Bu Khofifah dan telah disetujui. Itu perlu, untuk kik off dan memang sudah disetujui,” jelas Emil.

Untuk diketahui pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, yakni Khofifah-Emil posisinya semakin menguat. Pasangan itu menuai banyak dukungan dari berbagai daerah di Indonesia.

Marhaenisme dan Kejayaan NKRI 

Dalam paparannya di acara sarasehan itu, Emil di hadapan peserta menyampaikan beberapa hal yang menyemangati generasi milenial. Di antaranya dia meminta agar generasi milenial yang menjadi tumpuan bangsa menyongsong generasi emas benar-benar mengikuti perkembangan dan memahami landasan yang dicanangkan oleh pendiri bangsa termasuk Bung Karno. Serta diharapkan untuk mengikuti perkembangan kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga: Evaluasi Emil Dardak Sudah Clear!

“Kita harus memahami bahwa, negara kita ini (Indonesia) didirikan dengan sebuah cita-cita yang sangat luar biasa. Kita mendapatkan pengamalan menjadi bangsa yang oleh sebagian orang menyebut negara kolonialisme. Walaupun banyak perdebatan, apakah benar Indonesia pernah terjajah sekian lama. Karena banyak sekali bukti-bukti bahwa Indonesia belum pernah sepenuhnya tunduk di bawah penjajah. Kenyataannya, munculnya konsep Indonesia adalah bagian dari, hilangnya batas-batas kebangsaan (sempit) yang dikaitkan dengan suku agama, ras dan adat istiadat ke dalam kesamaan cita-cita, sebagai sebuah negara yang dalam Geografis memiliki keberagaman yang sangat tinggi,” urai Emil.

Lanjut Emil, Kemerdekaan Indonesia kemudian banyak diikuti oleh kemerdekaan-kemerdekaan pihak lainnya. Dirinya juga mengutip, Bung Karno yang bertemu dengan Marhaen ikut melandasi pemikiran dan konsep besarnya, itu lahir dari sebuah pemikiran yang sangat luar biasa, didasari nasionalisme hingga lahir Indonesia. Dengan konsep kesamaan yang kuat itu, Indonesia meski pernah diramal bisa pecah, terbukti tetap kokoh berdiri hingga saat ini.

“Memang ada yang sempat meramal, (Profesor Edmen) pada saat terjadinya krisis ekonomi tahun 1998, mengatakan Nasionalisme itu sebuah konsep yang bisa hilang dan akan bubar, seperti di Balkan. Tetapi kenyataannya kita masih tetap berdiri hingga saat ini, utuh sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena kita tidak berdiri di atas landasan yang dianggap konvensional tadi,” urai Emil.

Emil-Arumi, dielu-elukan saat hadir di Pelantikan Pengurus DPD Gerakan Perempuan (GePe) Ormas MKGR Jatim (Foto: Tudji)

Juga disampaikan, sosok Bung Karno (Soekarno) yang banyak melahap berbagai judul buku, serta unggul dengan berbagai pengalaman dan spiritual ikut menjadi kunci penting lahirnya negara kesatuan Indonesia, yang tegak berdiri hingga saat ini.

Baca Juga: Ketika Khofifah Nyanyikan Lagu ‘Ibu’ Karya Iwan Fals

Dalam rangkaian acara itu, peserta kemudian hanyut dengan sesi tanya jawab. Mereka mengaku kagum dengan paparan dan pemahaman pengetahuan yang disampaikan oleh Emil. Banyak di antara mereka tak menampik, sosok Emil adalah generasi milenial yang mumpuni dan layak mendampingi Khofifah untuk jabatan Wakil Gubernur Jatim, melalui pemilihan kepala daerah Juni 2018, mendatang.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here