Emil Ingin Wujudkan Jatim untuk Semua

0
118
Emil Elistianto Dardak dengan ramah melayani permintaan foto dari sejumlah orang di sela acara Puncak Peringatan HKSN 2017 di Kodam V Brawijaya {Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Emil Elistianto Dardak yang berlatar belakang Bupati Trenggalek di usianya yang relatif muda menatap karir politik yang lebih tinggi di pemerintahan. Sambil tak lupa mohon doa restu kepada masyarakat Jatim, Emil siap mendampingi Calon Gubernur Khofifah mengabdikan diri untuk memajukan Provinsi Jatim.

Emil terlihat hadir mendampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jatim Soekarwo di puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2017 bertema “Kesetiakawanan Sosial Perekat Keberagaman” di Lapangan Kodam V Brawijaya Surabaya.

Dia mengatakan, langkah yang ditempuh telah mendapat restu dan dukungan dari semua keluarga besarnya, termasuk juga isterinya Arumi Bachin. Emil mengaku punya kiat jitu untuk membangun seluruh wilayah Provinsi Jatim tanpa ada sekat dan perbedaan. Langkah awal, jalinan silahturrahmi terus dilakukan dengan semua elemen dan kultur di seluruh wilayah Provinsi Jatim.

“Ini sebuah pengabdian dan amanat yang harus kita terima. Selain dari para kiai, dari para pimpinan partai untuk mewujudkan keyakinan menuju kemajuan Jawa Timur dan masyarakatnya, saya dan istri menyadari itu,” ujar Emil disela acara Peringatan HKSN 2017, di Kodam V Brawijaya, Rabu (20/12/2017).

Baca Juga: Sihir Arumi Bachsin di Pilgub Jatim

Membangun Jawa Timur Untuk Semua

Emil “Saya berkomitmen ingin terus menghormati PDI Perjuangan, sebagai partai yang mengusung saya di Kabupaten Trenggalek. Bahkan, saya punya komitmen lebih untuk PDI Perjuangan agar PDI Perjuangan kembali bisa menang di Kabupaten Trenggalek”

Dijelaskan, amanat dukungan dan restu dari semua elemen dan masyarakat itulah yang menguatkan dirinya untuk terus maju dan melangkah. Diakuinya juga sang istri Arumi Bachin dengan tulus terus mendukung pilihan serta apa yang akan dilakukan untuk melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Istri saya juga mempercayai itu, dan dengan sepenuh hati siap dan selalu membantu suaminya,” tambah Emil.

Sementara, menjawab pertanyaan wartawan yang menanyakan soal kesiapan visi misi sebagai bekal maju di Pilgub Jatim, anak pasangan Sri Widayati dan Hermanto Dardak, Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode tahun 2010-2014 itu menegaskan visi misi sudah matang dan siap. Pada saatnya nanti, bersama Khofifah semua akan disampaikan dan akan diketahui oleh semua masyarakat Jatim.

“Tunggu, ada tanggal mainnya untuk disampaikan. Kita menggandeng dan merangkul pakar, akar rumput dan semua elemen masyarakat baik dari sisi lokasi dan keterwakilan. Tujuannya, agar tergambar apa yang dibutuhkan dan harus dilakukan untuk Jawa Timur menjadi lebih baik. Kita juga memastikan Jawa Timur untuk semua, selain untuk menghadapi era discruption, tanpa meninggalkan tradisi keberpihakan kepada rakyat kecil di tengah discruption itu tadi,” tegas Emil cucu Mochamad Dardak, salah satu kiai Nahdlatul Ulama (NU).

Komunikasi dengan Partai Golkar Terjalin Baik Sampai ke Akar Rumput

Emil “Jika saya terpilih, saya akan terus mengawal (Kabupaten Trenggalek) hingga 2019, atau tahun ke empat pemerintahan saya. Ini juga untuk menjawab keraguan istilah Tinggal glanggang colong playu”

Emil juga menegaskan selama ini komunikasi dan jaringan dengan Partai Golkar yang mendukungnya terjalin dengan baik, hingga akar rumput. Ditegaskan, tidak ada yang terkendala untuk memuluskan langkahnya mendampingi Khofifah maju di Pilgub Jatim, sebagai Wakil Gubernur Jatim. Dirinya mengaku hingga saat ini baik-baik saja dan terus menjaga hubungan komunikasi dengan semua elemen.

“Baik-baik saja, termasuk hubungan dan jalinan dengan semua elemen Partai Golkar hingga ke akar rumput,” terangnya, menepis keraguan dan suara minor yang berhembus.

Dukungan Istri Sangat Membantu Saya 

Emil “Arumi dengan segenap hati membantu saya, mengenalkan suami kepada masyarakat untuk memajukan Jatim dengan segenap pengalamannya”

Sang istri, Arumi juga disebutkan baik-baik saja dan dikatakan selalu siap mendampingi dirinya. Meski bukan sebagai jurkam, dia menyebut yang dilakukan Arumi sangat membantu dirinya memuluskan langkah menjembatani hubungan silahturrahmi dan keberlangsungan komunikasi dengan semua elemen masyarakat di Jatim. Amanat yang harus dijalani akan diterjemahkan dengan baik. Restu, dukungan serta kekuatan yang diberikan oleh istrinya akan memberikan tambahan kekuatan kepada dirinya.

Baca Juga: Gus Solah Puji Khofifah – Emil Dardak

“Mbak Arumi dengan segenap hati membantu saya, mengenalkan suami untuk memajukan Jawa Timur dengan segenap pengalaman dan organisasi wanitanya. Termasuk pengalamannya sebagai artis. Itu akan dilakukan untuk mendekati masyarakat utamanya masyarakat yang penasaran dan ingin tahu, misalnya tentang sosok artis dan dalam kesehariannya,” terang Emil.

Saya, Tidak “Tinggal Glanggang Colong Playu”

Kemudian, menegaskan kembali apa yang sudah sering dikatakan, Emil menyebut kemenangannya meraih jabatan Bupati Trenggalek tidak lepas dari dukungan masyarakat Trenggalek dan partai politik yang mengusungnya. Dan, jasa itu tidak akan dilupakan oleh dirinya, termasuk jika nantinya dia terpilih menjadi wakil gubernur mendampingi Khofifah.

“Di Trenggalek, saya diusung oleh 7 partai dengan 30 kursi. Ada 6 partai dengan 21 kursi yang menyatakan, menghormati dan mendukung langkah yang saya tempuh ini (maju Pilgub Jatim). Mudah-mudahan masyarakat bisa menyadari dan menghormati itu. Bahkan, saya berkomitmen ingin terus menghormati PDI Perjuangan, sebagai partai yang mengusung saya di Kabupaten Trenggalek. Bahkan, saya punya komitmen lebih untuk PDI Perjuangan agar PDI Perjuangan kembali bisa menang di Kabupaten Trenggalek. Dan, apa pun keputusan politik saat ini, itu tidak merusak komitmen yang telah kita bangun,” tegasnya.

Tugas di Kabupaten Trenggalek Belum Selesai, Apa Parameternya?

Lagi-lagi, dengan tegas, lugas dan tanpa meninggalkan bahasa tutur yang santun suami Arumi Bachin ini menjelaskan kalau dirinya tidak akan melupakan sejarah, dan tanggung jawab sebagai kepala daerah. Semua itu akan diterjemahkan melalui berbagai kebijakan dan saluran yang telah diatur sesuai ketentuan.

“Ini perlu dijelaskan, jika saya terpilih saya akan terus mengawal (Kabupaten Trenggalek) hingga 2019, atau tahun ke empat pemerintahan saya. Ini juga untuk menjawab keraguan istilah ‘Tinggal glanggang colong playu. Ini adalah sistem ketatanegaraan. Jawa Timur dan Trenggalek adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Membangun Jawa Timur adalah juga membangun Trenggalek. Dan membangun Trenggalek adalah bagian dari pembangunan Jawa Timur. Jadi, itu sistem yang memungkinkan seorang bupati bisa menyelesaikan dengan signifikan melalui sistem pemilihan gubernur yang dimajukan, sesuai aturan,” tegas Emil.

Puncak Peringatan HKSN, Mensos Khofifah Ajak Masyarakat Berbagi

Khofifah “Berbagi bukan berarti kita ini lebih dari orang yang kita beri, tapi berbagi itu karena kita ini manusia yang punya hati. Mari kita berbagi” (Foto: Tudji)

Di acara puncak HKSN 2017, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan semangat kepedulian dan berbagi kepada sesama. Semangat itu bisa memperkuat nilai-nilai kesetiakawanan sosial di era globalisasi saat ini.

“Berbagi bukan berarti kita ini lebih dari orang yang kita beri, tapi berbagi itu karena kita ini manusia yang punya hati. Jadi, mari kita berbagi,” ajak Khofifah.

Makna Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, lanjut Khofifah adalah untuk merevitalisasi kembali kesetiakawanan sosial. “Ada nilai-nilai kegotongroyongan yang tergerus oleh nilai-nilai individualisme. Maka saya harap ini bisa merevitalisasi nilai-nilai kesetiakawanan sosial, nilai-nilai solidaritas sosial, nilai-nilai kepedulian sosial,” katanya.

Baca Juga: Kiai Masjkur Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional

Pada kesempatan yang sama, Menteri Khofifah Indar Parawansa mengatakan, peringatan HKSN tahun ini sejalan dengan langkah pemerintah pusat yang giat melakukan pembangunan baik di bidang infrastruktur dan pembangunan manusia.

Menko Puan: Semangat HKSN Adalah Kebersamaan dan Gotongroyong

Sementara Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan, semangat juang HKSN itu diperlihatkan melalui kebersamaan dan gotong royong. Cita-citanya untuk membantu dan membangun wilayah yang menjadi tuan rumah.

Diakui, memang tidak mudah mensejahterakan masyarakat. Tetapi akan ada waktunya kesejahteraan masyarakat terwujud jika dilakukan secara gotong royong.

“Membangun Indonesia tidak bisa dilakukan pemerintah saja, tetapi untuk seluruh elemen masyarakat. Sehingga gotong royong menjadi amal bersama untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Bude Karwo Raih Satya Lencana Kebhaktian Sosial

Masih dalam rangkaian Puncak Peringatan HKSN 2017, Ketua TP PKK Provinsi Jatim Nina Soekarwo, saat itu menerima penghargaan tanda kehormatan Satya Lencana Kebhaktian Sosial.

Pemberian penghargaan mengacu pada Surat Keputusan Presiden RI No. 126/TK/Tahun 2017 dan diserahkan oleh Menko PMK RI yang didampingi Mensos dan Gubernur Soekarwo. Penghargaan tersebut dianugerahkan kepada tokoh yang berkiprah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Selain Bude Karwo, sapaan Ketua TP PKK Provinsi Jatim, penghargaan juga diserahkan kepada Gubernur Sumatera Utara Teuku Ery Nuradi, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Raudatul Jannah, Bupati Barito Kuala H. Hasanuddin Murad, Bupati Murung Raya Ferdie, Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap, Bupati Gorontalo Utara Indra Jasin, Bupati Berau Makmur, Walikota Blitar Muh. Samanhudi Anwar, Walikota Manado Vicky Lumentut, Walikota Medan Dzulmi Eldin, Walikota Banjar Ade UU Sukaesih, Kepala Dinsos Provinsi Kalimantan Timur Siti Rusmalia Idrus, Kepala Dinsos Provinsi Jabar Arifin Harun Kertasaputra, dan Ketua Umum IPWL YKP2N Kota Makassar Andi Sulolipu.

Selain pemberian tanda kehormatan Satya Lencana, Menko PMK juga menyerahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada KPM, Pendamping PKH, Tagana, TKSK, serta penerima hak-hak sipil Akte Nikah dan Akte Lahir.

Soekarwo Bangga Masyarakat Jatim Miliki Semangat Kesetiakawanan Sosial
.

Soekarwo “Saya yakin semangat kesetiakawanan sosial kita berada di posisi yang kuat, ini ditunjukkan oleh masyarakat Jatim saat bencana banjir di Pacitan, semangat itu begitu luar biasa”

Gubernur Soekarwo mengaku bangga kepada masyarakat Jatim yang memiliki semangat kesetiakawanan sosial yang tinggi. Kebanggaan itu kian kuat dirasakannya setelah melihat secara langsung bagaimana masyarakat saling bahu-membahu dalam penanganan dan pemulihan pasca bencana banjir di Kabupaten Pacitan.
“Saya yakin semangat kesetiakawanan sosial kita berada pada posisi yang kuat, ini ditunjukkan oleh masyarakat Jatim saat bencana banjir di Pacitan beberapa waktu lalu, semangat itu begitu luar biasa,” kata Soekarwo.

Pakde Karwo, panggilan Soekarwo menyebut bencana banjir dan longsor di Pacitan yang terjadi tanggal 27-29 November lalu, mengakibatkan 6.603 rumah rusak berat, 25 orang meninggal, dan kerugian tidak sedikit termasuk hancurnya tempat ibadah.

Musibah itu membangkitkan semangat kesetiakawanan sosial dari masyarakat kabupaten tetangga, seperti Ponorogo, Trenggalek, Madiun, dan Tulungagung. Mereka datang ke Pacitan, kemudian dibantu TNI dan TAGANA membangun dapur umum, lalu membagikan makanan kepada masyarakat yang tertimpa musibah.

“Ini yang membuat saya tersentuh, masyarakat tidak membuat garis saat tetangganya ada yang sedang kesusahan. Para kiai juga terjun memberikan dakwah yang mengademkan suasana, menyampaikan bahwa musibah ini adalah ujian. Inilah contoh pemulihan fisik dan rohani bisa berjalan bersama-sama,” terang Pakde Karwo.

Baca Juga: Soekarwo Puji Peran Kodam Brawijaya untuk Pembangunan di Jatim

Semangat kesetiakawanan sosial ini, lanjutnya, harus terus dipelihara dan diimplementasikan secara kontinyu, bukan hanya saat suasana tertentu atau ketika terjadi musibah saja.

“Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam rangka memelihara kesetiakawanan sosial ini,” lanjutnya.

Dicontohkan, saat ini Indonesia sedang mengalami musim hujan yang berpotensi memunculkan penyakit Demam Berdarah (DB). Semangat kesetiakawanan sosial bisa dibangkitkan melalui pencegahan DB. Masyarakat diharapkan bergerak cepat untuk mencegah penyakit tersebut.

“Jangan tunggu kasus DB terjadi, baru dilakukan bersih-bersih got. Lakukanlah sejak sekarang, contohlah Mojokerto yang sudah 10 tahun bebas DB karena punya mantra Jentik, yaitu ibu-ibu rumah tangga yang rutin mengecek dan membersihkan jika ada jentik DB,” tambahnya.

Soekarwo juga meminta nilai kegotongroyongan disebarluaskan. Sebab, gotong royong merupakan budaya asli Indonesia, sekaligus penerapan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Nilai gotong-royong ini yang membedakan Indonesia dengan bangsa lain. Semangat itu yang harus digelorakan terus menerus,” ujar Pakde Karwo.

Semangat kebersamaan, kesetiakawanan, toleransi, saling bantu membantu menjadi dasar semangat kegotongroyongan di masyarakat. Suksesnya pembangunan di Jatim ditentukan oleh kegotongroyongan masyarakat.

Di bencana Pacitan dengan bergotong-royong bisa membangun dan membenahi daerah tersebut. Ada sebanyak 6.636 rumah dengan kondisi rusak berat, kemudian bisa diperbaiki, sebanyak 400 rumah.

Pakde Karwo Apresiasi Kinerja Kemensos Khofifah 

Pakde Karwo juga mengapresiasi Kemensos RI yang melaksanakan peringatan HKSN di Jatim. Apalagi salah satu rangkaian HKSN yakni Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) telah dilakukan di 11 kabupaten/kota di Jatim.

“Dengan dilaksanakannya HKSN ini dapat menjadi pengingat dan peningkatan mengenai nilai bangsa, yakni gotong-royong,” katanya.

HKSN 2017 dihadiri sebanyak 10 ribu orang dari berbagai komponen masyarakat. Semakin meriah dengan kehadiran 600 penari dan pemusik dari Madura yang membawakan tarian selamat datang “Muang Sangkal” menyampaikan kisah sejarah Keraton Sumenep.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here