Empat Nama Versi INES Dinilai Layak Maju Pilgub Jatim

0
80
Caption: Indonesia Network Election Survei (Foto: Tudji Martudji)

Nusantara.news, Surabaya – Ada empat nama, dari sekitar dua belas nama yang telah mendaftar melalui sejumlah partai politik di Jawa Timur untuk maju di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018, yang oleh masyarakat dinilai layak untuk bertarung sebagai bakal calon kepala daerah di pilkada serentak 2018.

Siapa saja mereka? Menurut hasil jajak pendapat masyarakat yang dilakukan oleh Lembaga Survei “Indonesia Network Election Survey” (INES), disebutkan bahwa survei yang dilakukan di rentan waktu 7 hingga 19 Agustus 2017 itu menjaring empat nama yang diminati masyarakat. Untuk tingkat akseptabilitas, mereka adalah, La Nyalla Mattalitti disebut namanya paling dikenal, disukai dengan perolehan angka dalam survei 84,4 persen. Disusul Khofifah Indar Parawansa diangka 67,3 persen, juga Saifullah Yusuf diangka yang sama 67,3 persen. Dan, Tri Rismaharini dengan 60,1 persen.

Sementara untuk tingkat elektabilitas, nama La Nyalla juga dianggap oleh masyarakat Jawa Timur mampu memimpin, dengan angka pilihan responden sebanyak 82,3 persen. Masih menurut lembaga survei itu, alasan responden yang paling dominan adalah mampu tampil sebagai pemimpin untuk memajukan Jawa Timur.

“La Nyalla oleh masyarakat Jatim dianggap mampu memimpin Jatim, dengan alasan paling dominan memiliki pengalaman. Sebagai Ketum PSSI dan sebagai Ketua Kadin Jatim. Bila dibandingkan dengan nama lainnya,” ujar Direktur Eksekutif INES, Sutisna saat menyampaikan hasil survei ‘Jajak Pendapat Masyarakat Jawa Timur Meneropong Pilgub 2018’ di Graha PWI Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (26/8/2017).

Untuk tingkat kapabilitas, La Nyalla kembali di angka tertinggi, oleh responden dianggap sebagai tokoh yang mampu memimpin Jawa Timur, dengan jawaban responden sebanyak 82,3 persen. Alasannya, memiliki pengalaman di antaranya sebagai Ketua Kadin Jawa Timur dan sebagai Ketua PSSI Jawa Timur. Itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan Khofifah yang mendapat angka 67,8 persen. Tri Rismahari 67,7 persen dan Saifullah Yusuf 64,2 persen.

Lanjut Sutisna, jajak pendapat dilakukan dari pendapat 2.964 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error plus 1,8 dan berpedoman pada populasi DPT Jawa Timur di Pilpres 2014 lalu, yakni sebanyak 30.664.958.

“Popularitas, tingkat keterkenalan para tokoh yang diperkirakan akan maju di Pilgub Jatim 2018, La Nyalla juga di urutan teratas 81,2 responden. Kemudian Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf dan Tri Rismaharini,” tambahnya.

Khofifah Pemimpin Perempuan Berprestasi

Dalam paparannya, Sutisna juga menyampaikan kalau hasil jajak pendapat yang dilakukan 7 hingga 19 Agustus 2019, juga disebutkan nama Khofifah sebagai representasi sosok pemimpin perempuan yang berprestasi di Indonesia. Itu menjadi faktor dominan dan akan terus mengangkat popularitas namanya, untuk bekal maju di Pilgub Jawa Timur. Selain kinerjanya yang juga dinilai memuaskan dan banyak membantu masyarakat, khususnya dengan jabatan Menteri Sosial yang hingga saat ini diemban.

Sementara, untuk Tri Rismaharini masih menurut catatan INES, walikota perempuan itu diakui sangat tegas dan cepat dalam melakukan tugasnya. Namun, ketegasan yang tidak jarang disertai dengan kemarahan yang meledak-ledak, akan memunculkan penilaian negatif. Walikota itu juga dinilai belum berhasil mengatasi angka pengangguran di Surabaya, yang berimbas pada tindak kejahatan.

Kemudian, dari petahana Saifullah Yusuf dari hasil survei didapat catatan kalau di kepemimpinannya belum mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Untuk Gus Ipul, dari catatan yang kita dapat dari responden, disebutkan kalau kinerja yang telah dilakukan di dua periode kepemimpinan belum mampu memberikan perubahan yang signifikan bagi Jawa Timur,” terang Sutisna.

Dalam kesempatan itu, INES juga menyarankan agar Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur terus melakukan berbagai upaya untuk sosialisasi agenda pelaksanaan Pilkada Jawa Timur yang akan digelar 27 Juni 2018.

“Karena, hingga saat ini sebanyak 37,6 persen masyarakat belum mengetahui adanya Pilkada Jatim, sedangkan 62,4 persen responden sudah mengetahuinya,” terangnya.

Dia menambahkan, KPU juga harus lebih ekstra dalam bersosialisasi ke masyarakat terkait waktu pelaksanaan Pilkada Jatim, karena banyak masyarakat yang belum mengetahui pelaksanaan agenda politik lima tahunan itu.

Karena, hingga saat ini dari data survei yang di dapat, sebanyak 37,6 persen masyarakat belum mengetahui jadwal pelaksanaan digelarnya Pilgub Jawa Timur.

Untuk itu,  sosialisasi sangat diperlukan agar masyarakat mengetahui sekaligus untuk meningkatkan partisipasi jumlah angka pemilih di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) se Jawa Timur, khususnya untuk pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Dengan metode wawancara tatap muka dan pengisian kuisioner, INES mengaku kelengkapan jawaban dari masyarakat bisa dipakai acuan untuk mengukur atau menggambarkan kondisi masyarakat Jawa Timur menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

Sementara, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur Choirul Anam menyebut pihaknya secara berkala baik ada pemilu atau tidak senantiasa melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada masyarakat.

“KPU Jatim juga sudah membentuk 30 orang relawan demokrasi yang mewakili lima segmen, yaitu pemilih pemula, pemilih disabilitas, pemilih perempuan, pemilih marjinal dan pemilih dengan basis keagamaan. Pembentukan sudah setahun lalu dengan dibekali kemampuan soal pemilu untuk membantu sosialisasi,” ujar Choirul Anam.

Dukungan ke Khofifah Terus Menguat

Meski belum resmi mendaftar, nama Khofifah dipastikan terus mendapat dukungan untuk maju di Pilgub Jawa Timur. Salah satu dukungan yang sangat dimungkinkan di antaranya dari Partai Golkar.

Soal itu, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Yusuf Husni mengaku akan menjalankan sikap dan keputusan DPP Partai Golkar di Pilgub Jawa Timur 2018, termasuk instruksi untuk memenangkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

“Kami mendengar kabar kalau DPP merapat ke Khofifah, hanya saja masih menunggu perintah secara resmi. Pada prinsipnya apa pun keputusan DPP Partai Golkar dalam Pilgub Jatim, kami akan sami’na wa tho’na (mendengar dan patuh),” kata Yusuf Husni yang akrab dengan sapaan Cak Ucup itu saat dihubungi, Senin (28/8/2017).

Dia mengakui pengurus di daerah lebih sreg jika Partai Golkar mendukung Khofifah di dalam Pilgub Jatim. Alasannya, Menteri Sosial asal Surabaya yang juga Ketua Muslimat NU itu dianggap mampu menggantikan Soekarwo untuk memimpin dan memajukan Provinsi Jawa Timur ke depan.

“Memang kami di daerah condong ke Bu Khofifah dan itu sudah sesuai dengan hati kecil. Kalau kerja politik sesuai dengan keinginan hati nurani, maka kedepan tidak akan berat dan tidak menjadi beban,” tambahnya.

Kemudian terkait proses penjaringan yang digelar DPD Partai Golkar Cak Ucup mengatakan kalau DPP Golkar punya hak untuk memutuskan dukungannya meski Khofifah hingga saat ini belum mendaftar.

Dan, keputusan yang ditentukan oleh Partai Golkar diyakini sudah melalui pertimbangan yang sangat matang dan dengan berbagai pertimbangan.

“Kami yakin seribu persen kalau Khofifah akan maju Pilgub Jatim. Jumlah kursi untuk mengusung juga sudah memenuhi syarat,” tegasnya.

Pihaknya juga meyakini kalau Presiden RI Joko Widodo yang juga sebagai atasan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa akan merestui Khofifah maju di Pilgub Jawa Timur.

Sekadar diketahui, DPP Partai Golkar juga telah mengisyaratkan mendukung Khofifah untuk maju di Pilgub Jawa Timur 2018. Itu disampaikan oleh Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham beberapa waktu lalu. Bahkan, Khofifah juga sudah bertemu dengan Ketua DPP Partai Golkar Setya Novanto untuk membahas pencalonan Khofifah maju di Pilgub Jawa Timur.

Sebagai partai besar setelah PDI Perjuangan, sangat dimungkinkan upaya Partai Golkar akan memuluskan langkah Khofifah sebagai bakal calon di Pilgub Jawa Timur. Karena meski bukan partai pemenang pemilu, kebesaran Partai Golkar dan kedekatan dengan PDI Perjuangan sebagai partai pendukung pemerintah, itu akan membantu memuluskan langkah Khofifah untuk menjadi pemimpin nomor satu di Pilgub Jawa Timur 2018.[]

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here